Masuk jurusan Manajemen Bisnis Syariah bukan cuma soal jago hitung-hitungan atau paham teori ekonomi Islam. Banyak mahasiswa fokus pada nilai IPK, tapi lupa satu hal penting yaitu soft skill yang harus dimiliki di jurusan Manajemen Bisnis Syariah. Padahal, di dunia kerja nanti, soft skill sering jadi penentu utama diterima atau tidaknya seseorang.
Kalau kamu ingin sukses di sektor perbankan syariah, bisnis, bahkan pemerintahan, kombinasi antara hard skill dan soft skill itu wajib. Jadi, sebenarnya apa saja soft skill yang harus dimiliki di jurusan Manajemen Bisnis Syariah agar tidak kalah saing?
Komunikasi yang Jelas dan Meyakinkan
Soft skill pertama yang wajib kamu punya adalah kemampuan komunikasi. Di jurusan ini, kamu akan sering presentasi, diskusi, hingga menyusun proposal bisnis.
Kemampuan komunikasi membantu kamu untuk:
- Menjelaskan ide bisnis dengan runtut
- Meyakinkan klien atau atasan
- Bernegosiasi dengan mitra
- Memberikan pelayanan yang profesional
Apalagi jika kamu magang di perbankan syariah, komunikasi dengan nasabah jadi kunci utama.
Integritas dan Etika Kerja
Karena berbasis syariah, nilai kejujuran dan tanggung jawab bukan sekadar teori. Soft skill yang harus dimiliki di jurusan Manajemen Bisnis Syariah berikutnya adalah integritas.
Dunia bisnis syariah menjunjung tinggi prinsip amanah dan transparansi. Jika kamu ingin bekerja di bank syariah, lembaga keuangan, atau bahkan menjadi ASN, integritas adalah modal besar.
Karakter inilah yang membuat lulusan tidak hanya pintar, tapi juga dipercaya.
Problem Solving dan Berpikir Kritis
Bisnis selalu penuh tantangan. Maka kemampuan menganalisis masalah dan mencari solusi jadi soft skill penting.
Mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah akan belajar tentang:
- Analisis pembiayaan
- Manajemen risiko
- Strategi pemasaran
- Pengelolaan usaha
Namun tanpa kemampuan berpikir kritis, teori tersebut tidak akan maksimal. Dunia kerja butuh orang yang bisa memberi solusi, bukan sekadar mengikuti perintah.
Kerja Sama Tim dan Leadership
Di bangku kuliah, kamu akan sering mengerjakan tugas kelompok. Dari sinilah kemampuan kerja sama tim dilatih.
Soft skill ini meliputi:
- Koordinasi
- Toleransi
- Manajemen konflik
- Kepemimpinan
Di dunia profesional, hampir semua pekerjaan melibatkan tim. Jadi, kemampuan bekerja sama bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan.
Adaptif dan Siap Belajar Hal Baru
Industri keuangan syariah terus berkembang. Digital banking, fintech syariah, dan regulasi baru terus bermunculan. Mahasiswa harus adaptif dan mau belajar.
Sikap fleksibel terhadap perubahan membuat kamu lebih siap menghadapi dunia kerja yang dinamis.
Belajar Soft Skill Secara Nyata di Universitas Ma’soem
Pengembangan soft skill tidak hanya datang dari teori. Lingkungan kampus yang mendukung praktik nyata sangat berpengaruh.
Universitas Ma’soem memiliki keunggulan berupa ekosistem BPRS Al Ma’soem dengan 15 cabang aktif. Mahasiswa berkesempatan magang langsung di BPRS dan mendapatkan sertifikat resmi.
Melalui magang ini, mahasiswa bisa:
- Melatih komunikasi dengan nasabah
- Mempraktikkan etika kerja profesional
- Mengelola administrasi keuangan
- Belajar tanggung jawab dan disiplin kerja
Pengalaman di 15 cabang BPRS Al Ma’soem memberikan gambaran nyata tentang dunia perbankan dan manajemen bisnis. Sertifikat magang juga menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan.
Prospek Kerja Lulusan Manajemen Bisnis Syariah
Dengan bekal soft skill dan pengalaman praktik, prospek kerja lulusan perbankan syariah maupun Manajemen Bisnis Syariah sangat luas.
Beberapa peluang karier yang bisa ditempuh antara lain:
- Account officer
- Analis pembiayaan
- Staf administrasi keuangan
- Manajer operasional
- Konsultan bisnis syariah
- Wirausahawan
Selain itu, lulusan juga bisa mendaftar CPNS untuk formasi yang relevan dengan ekonomi dan manajemen.
Kombinasi soft skill seperti komunikasi, integritas, dan problem solving akan sangat membantu dalam seleksi kerja maupun tes CPNS.
Jadi Cuma Mau Lulus Atau Mau Jadi Profesional
Memahami soft skill yang harus dimiliki di jurusan Manajemen Bisnis Syariah adalah langkah awal untuk jadi lulusan yang unggul. IPK tinggi memang penting, tapi karakter dan kemampuan interpersonal sering jadi pembeda.
Dengan dukungan akademik dan ekosistem BPRS Al Ma’soem 15 cabang di Universitas Ma’soem, mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tapi juga pengalaman nyata.
Sekarang pertanyaannya, kamu mau sekadar jadi mahasiswa biasa atau jadi lulusan Manajemen Bisnis Syariah yang benar-benar siap bersaing di dunia kerja?





