Kemampuan public speaking sering dianggap hanya penting bagi MC, presenter, atau motivator. Padahal, bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), public speaking adalah senjata utama yang sangat menentukan keberhasilan selama kuliah hingga karier setelah lulus. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa jago public speaking bisa bantu kamu kuliah di FKIP dengan lebih percaya diri, aktif, dan berprestasi.
Di dunia pendidikan, seorang calon guru bukan hanya dituntut pintar secara akademik, tetapi juga mampu menyampaikan ide, materi, dan nilai dengan jelas serta meyakinkan. Inilah mengapa mahasiswa FKIP yang memiliki keterampilan komunikasi yang baik cenderung lebih unggul dibandingkan yang lain.
Public Speaking dan Dunia FKIP: Tidak Bisa Dipisahkan
Mahasiswa FKIP setiap hari akan berhadapan dengan aktivitas yang menuntut keberanian berbicara di depan orang banyak. Mulai dari presentasi kelompok, diskusi kelas, microteaching, praktik mengajar, hingga seminar dan sidang skripsi. Semua itu membutuhkan kemampuan public speaking yang mumpuni.
Public speaking bukan sekadar berbicara lantang, tetapi mencakup cara menyusun pesan, memilih bahasa yang tepat, mengatur intonasi suara, serta membangun interaksi dengan audiens. Di lingkungan FKIP, kemampuan ini menjadi indikator kesiapan mahasiswa sebagai calon pendidik profesional.
Mahasiswa yang jago public speaking biasanya lebih mudah menyampaikan gagasan, aktif bertanya, dan berani berpendapat. Hal ini berdampak langsung pada penilaian dosen dan kualitas pembelajaran di kelas.
Manfaat Public Speaking bagi Mahasiswa FKIP
Ada banyak manfaat yang bisa dirasakan mahasiswa FKIP ketika menguasai public speaking sejak awal kuliah.
Pertama, meningkatkan kepercayaan diri. Mahasiswa yang terbiasa berbicara di depan umum tidak mudah gugup saat presentasi atau praktik mengajar. Rasa percaya diri ini sangat penting, terutama ketika harus berdiri di depan kelas dan menghadapi banyak siswa.
Kedua, membantu memahami materi lebih dalam. Saat seseorang mampu menjelaskan materi dengan baik, itu menandakan ia benar-benar memahami isi pembelajaran. Public speaking melatih mahasiswa untuk berpikir terstruktur dan logis.
Ketiga, mempermudah kerja kelompok dan organisasi. Di FKIP, mahasiswa sering terlibat dalam kegiatan organisasi, kepanitiaan, dan pengabdian masyarakat. Kemampuan berbicara akan membuatmu lebih mudah dipercaya sebagai koordinator, ketua tim, atau bahkan pemimpin organisasi.
Keempat, menjadi bekal karier setelah lulus. Lulusan FKIP tidak hanya berkarier sebagai guru, tetapi juga trainer, tutor, penyuluh pendidikan, hingga pembicara pendidikan. Semua profesi tersebut sangat bergantung pada kemampuan public speaking.
Public Speaking sebagai Modal Praktik Mengajar
Salah satu tantangan terbesar mahasiswa FKIP adalah saat menjalani praktik mengajar. Di sinilah public speaking benar-benar diuji. Seorang calon guru harus mampu membuka pelajaran dengan menarik, menjelaskan materi dengan jelas, serta menjaga perhatian peserta didik.
Tanpa public speaking yang baik, materi pelajaran berpotensi sulit dipahami, membosankan, bahkan tidak tersampaikan dengan efektif. Sebaliknya, mahasiswa FKIP yang jago public speaking cenderung lebih mudah menguasai kelas dan menciptakan suasana belajar yang aktif serta menyenangkan.
Lingkungan FKIP yang Mendukung Pengembangan Public Speaking
Di Ma’soem University, khususnya di lingkungan FKIP, mahasiswa didorong untuk aktif berbicara, berdiskusi, dan berlatih menyampaikan ide. Proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik komunikasi dan pengajaran.
Mahasiswa FKIP Ma’soem University terbiasa menghadapi presentasi, simulasi mengajar, diskusi terbuka, dan kegiatan akademik lainnya yang secara tidak langsung melatih public speaking. Lingkungan kampus yang suportif ini membantu mahasiswa berkembang menjadi calon pendidik yang komunikatif dan profesional.
Selain kegiatan perkuliahan, mahasiswa juga memiliki kesempatan mengikuti organisasi kemahasiswaan, seminar, serta kegiatan pengabdian masyarakat yang semakin mengasah kemampuan berbicara di depan publik.
Public Speaking Bukan Bakat, tapi Skill yang Bisa Dilatih
Masih banyak mahasiswa FKIP yang merasa minder karena menganggap public speaking adalah bakat bawaan. Padahal, public speaking adalah keterampilan yang bisa dipelajari dan dilatih secara konsisten.
Latihan sederhana seperti aktif bertanya di kelas, berani menyampaikan pendapat, mengikuti diskusi, hingga mengambil peran sebagai moderator atau presenter dapat meningkatkan kemampuan berbicara secara signifikan. Semakin sering dilatih, rasa gugup akan berkurang dan kepercayaan diri akan tumbuh.
Mahasiswa FKIP yang menyadari pentingnya public speaking sejak awal kuliah akan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan rekan-rekannya.
Relevansi Public Speaking dengan Profil Lulusan FKIP
FKIP bertujuan mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu pendidikan, tetapi juga memiliki karakter komunikatif, edukatif, dan inspiratif. Semua karakter ini sangat erat kaitannya dengan kemampuan public speaking.
Lulusan FKIP yang jago public speaking lebih siap menghadapi dunia kerja, baik di lembaga pendidikan formal maupun nonformal. Mereka mampu menjelaskan konsep dengan jelas, memotivasi peserta didik, serta membangun komunikasi yang efektif dengan berbagai pihak.





