Banyak calon mahasiswa bertanya-tanya sebelum memilih jurusan teknologi pangan: “Kalau nggak jago masak, bisa nggak sih masuk teknologi pangan?” Pertanyaan ini wajar banget, karena banyak orang mengira jurusan teknologi pangan itu isinya masak-masak seperti sekolah kuliner.
Padahal, kenyataannya berbeda. Jurusan teknologi pangan bukan tentang kemampuan memasak seperti chef, tetapi tentang ilmu di balik proses produksi makanan. Buat kamu yang tertarik kuliah di Universitas Ma’soem, yuk simak penjelasan lengkapnya!
Jurusan Teknologi Pangan Bukan Sekolah Tata Boga
Pertama-tama, penting untuk memahami bahwa jurusan teknologi pangan bukan jurusan tata boga. Jika tata boga fokus pada teknik memasak dan penyajian makanan, teknologi pangan lebih fokus pada proses ilmiah dalam pengolahan makanan.
Di jurusan teknologi pangan, kamu akan belajar:
- Bagaimana makanan diproses agar tahan lama
- Cara menjaga keamanan dan kebersihan produk
- Teknik pengemasan yang tepat
- Analisis kandungan gizi
- Pengujian kualitas produk
Jadi, kemampuan memasak bukan syarat utama. Yang lebih penting adalah minat pada sains, terutama kimia dan biologi.
Lebih Banyak Eksperimen daripada Masak
Kalau kamu membayangkan setiap hari memasak di dapur, itu kurang tepat. Mahasiswa jurusan teknologi pangan lebih sering melakukan eksperimen di laboratorium daripada memasak seperti chef.
Contohnya, mahasiswa bisa melakukan:
- Uji kadar air pada bahan pangan
- Analisis mikroorganisme penyebab kerusakan
- Pengujian tekstur dan kualitas produk
- Formulasi produk baru dengan komposisi tertentu
Kegiatan seperti ini lebih menekankan pada ketelitian dan pemahaman ilmiah dibandingkan keterampilan memasak.
Yang Dibutuhkan di Jurusan Teknologi Pangan
Kalau bukan jago masak, lalu apa yang dibutuhkan untuk masuk jurusan teknologi pangan?
Berikut beberapa hal yang lebih penting:
1. Minat pada Sains
Karena jurusan ini berbasis ilmu, kamu akan bertemu dengan kimia pangan, mikrobiologi, dan analisis data.
2. Ketelitian
Dalam pengujian kualitas makanan, kesalahan kecil bisa berpengaruh besar. Jadi, ketelitian sangat penting.
3. Rasa Ingin Tahu
Mahasiswa jurusan teknologi pangan sering bereksperimen dan mencoba memahami kenapa suatu produk berhasil atau gagal.
4. Kemampuan Kerja Tim
Banyak tugas dilakukan secara kelompok, terutama saat praktikum dan pengembangan produk.
Di Universitas Ma’soem, mahasiswa dibimbing agar mampu memahami konsep secara bertahap, jadi tidak perlu takut jika merasa belum terlalu kuat di awal.
Masak Tetap Ada, Tapi Bukan Fokus Utama
Memang, ada kegiatan pengolahan produk yang mirip dengan memasak. Namun tujuannya bukan untuk menghasilkan hidangan lezat seperti restoran, melainkan untuk menguji proses produksi dan kualitas produk.
Misalnya, saat membuat nugget atau minuman herbal dalam praktikum, mahasiswa akan fokus pada:
- Komposisi bahan
- Proses pemanasan
- Daya tahan produk
- Kandungan gizi
- Standar keamanan pangan
Jadi, yang dinilai bukan rasa saja, tetapi aspek ilmiahnya.
Keunggulan Belajar di Universitas Ma’soem
Sebagai kampus yang terus berkembang di Bandung, Universitas Ma’soem menawarkan pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan industri.
Mahasiswa jurusan teknologi pangan mendapatkan:
- Fasilitas laboratorium untuk praktikum
- Pembelajaran berbasis praktik
- Mata kuliah kewirausahaan
- Pendampingan dosen yang berpengalaman
Lingkungan kampus yang nyaman juga mendukung proses belajar agar mahasiswa bisa berkembang secara akademik maupun soft skill.
Prospek Kerja yang Luas
Salah satu alasan memilih jurusan teknologi pangan adalah prospek kerjanya yang luas. Lulusan bisa bekerja sebagai:
- Quality Control (QC)
- Research and Development (R&D)
- Supervisor produksi
- Auditor keamanan pangan
- Wirausaha di bidang makanan
Di dunia industri, yang dibutuhkan bukan kemampuan memasak, tetapi pemahaman proses produksi dan standar mutu.
Jadi, Nggak Jago Masak Tetap Bisa?
Jawabannya: tentu saja bisa! Jurusan teknologi pangan lebih menekankan pada ilmu dan teknologi di balik makanan, bukan keahlian memasak seperti chef profesional.
Kalau kamu tertarik memahami bagaimana makanan diproduksi secara aman, bagaimana membuat produk tahan lama, atau bahkan ingin punya brand makanan sendiri, maka jurusan teknologi pangan adalah pilihan yang tepat.
Dengan sistem pembelajaran yang aplikatif di Universitas Ma’soem, kamu akan belajar dari dasar hingga siap terjun ke industri. Jadi, nggak jago masak bukan masalah—yang penting punya semangat belajar dan rasa ingin tahu yang tinggi!





