IMG

Apakah Jurusan Teknologi Pangan Punya Banyak Kegiatan Praktikum Seru? Ini Jawabannya!

Banyak calon mahasiswa penasaran, apakah jurusan teknologi pangan hanya belajar teori di kelas atau justru lebih banyak praktiknya? Pertanyaan ini wajar muncul, terutama bagi kamu yang suka hal-hal aplikatif dan tidak ingin kuliah yang membosankan.

Jawabannya: ya, jurusan teknologi pangan dikenal memiliki banyak kegiatan praktikum seru dan aplikatif. Bahkan, praktik menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena bidang ini sangat berkaitan dengan pengolahan dan pengujian produk makanan secara langsung.

Lalu, seperti apa sih praktikum di jurusan ini? Yuk, simak penjelasannya!

Kenapa Jurusan Teknologi Pangan Banyak Praktikum?

Dalam jurusan teknologi pangan, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori tentang makanan, tetapi juga memahami proses ilmiah di baliknya. Ilmu seperti kimia pangan, mikrobiologi pangan, hingga teknik pengolahan makanan tidak bisa hanya dipahami lewat buku. Harus ada praktik langsung agar mahasiswa benar-benar mengerti prosesnya.

Karena itu, praktikum menjadi bagian penting. Mahasiswa akan:

  • Mengolah bahan pangan menjadi produk baru
  • Menguji kualitas dan keamanan makanan
  • Menganalisis kandungan zat dalam makanan
  • Melakukan eksperimen pengawetan

Semua kegiatan ini membuat perkuliahan terasa lebih hidup dan tidak monoton.

Praktikum Apa Saja yang Dilakukan?

Di jurusan teknologi pangan, praktikum biasanya dilakukan di laboratorium yang sudah dilengkapi dengan peralatan pendukung. Beberapa contoh kegiatan praktikum yang sering dilakukan antara lain:

1. Praktikum Kimia Pangan

Mahasiswa belajar menganalisis kadar air, protein, lemak, dan karbohidrat dalam bahan makanan. Di sini kamu akan menggunakan alat laboratorium dan melakukan pengujian langsung.

2. Praktikum Mikrobiologi Pangan

Kegiatan ini sangat menarik karena mahasiswa akan mengamati pertumbuhan mikroorganisme pada makanan. Tujuannya untuk memahami keamanan pangan dan cara mencegah kontaminasi.

3. Praktikum Pengolahan Pangan

Ini salah satu yang paling seru! Mahasiswa membuat produk seperti roti, yogurt, minuman fermentasi, keripik, hingga inovasi pangan lainnya. Tidak sekadar memasak, tetapi memahami proses ilmiah di baliknya.

4. Uji Mutu dan Sensori

Mahasiswa belajar melakukan uji rasa, aroma, warna, dan tekstur suatu produk. Proses ini penting dalam pengembangan produk sebelum dipasarkan.

Dengan berbagai kegiatan tersebut, wajar jika banyak mahasiswa merasa kuliah di jurusan teknologi pangan tidak membosankan.

Kuliah Teknologi Pangan di Universitas Ma’soem

Salah satu kampus yang memiliki program jurusan teknologi pangan dengan pendekatan praktik yang kuat adalah Universitas Ma’soem.

Di kampus ini, mahasiswa mendapatkan pembelajaran yang seimbang antara teori dan praktik. Fasilitas laboratorium dirancang untuk menunjang kegiatan praktikum agar mahasiswa bisa langsung menerapkan materi yang dipelajari di kelas.

Lingkungan belajar di Universitas Ma’soem juga dikenal kondusif dan mendukung kreativitas mahasiswa. Dosen tidak hanya memberikan materi, tetapi juga membimbing dalam eksperimen dan pengembangan produk pangan.

Hal ini membuat mahasiswa terbiasa berpikir kritis, teliti, dan inovatif—kemampuan yang sangat dibutuhkan di industri pangan.

Serunya Praktikum, Bukan Sekadar Masak

Banyak orang mengira jurusan teknologi pangan itu hanya belajar memasak. Padahal, praktikum di jurusan ini jauh lebih kompleks dan ilmiah.

Misalnya:

  • Mengatur suhu dan waktu fermentasi agar hasil optimal
  • Menguji daya simpan produk
  • Membandingkan metode pengawetan yang berbeda
  • Menghitung efisiensi produksi

Semua kegiatan tersebut melatih ketelitian dan analisis mahasiswa. Jadi, bukan sekadar praktik dapur biasa, tetapi eksperimen berbasis sains.

Manfaat Banyak Praktikum untuk Mahasiswa

Banyaknya kegiatan praktikum di jurusan teknologi pangan tentu membawa manfaat besar, di antaranya:

1. Lebih Siap Masuk Dunia Kerja

Karena sudah terbiasa menggunakan alat laboratorium dan memahami proses produksi, lulusan akan lebih siap bekerja di industri makanan.

2. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Pengalaman praktik membuat mahasiswa lebih percaya diri dalam mengembangkan produk atau menghadapi tantangan di lapangan.

3. Membuka Peluang Wirausaha

Mahasiswa yang sering praktik akan terbiasa menciptakan inovasi produk. Ini bisa menjadi peluang bisnis di bidang makanan setelah lulus.

Di Universitas Ma’soem, mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi, sehingga tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.

Apakah Praktikum Sulit?

Sebagian calon mahasiswa mungkin khawatir praktikum akan terasa sulit, apalagi jika tidak terlalu kuat di pelajaran sains. Namun, dalam jurusan teknologi pangan, semua materi diajarkan secara bertahap.

Dosen akan membimbing dari dasar hingga tingkat lanjutan. Selama memiliki kemauan belajar dan ketelitian, praktikum justru akan terasa menyenangkan.

Yang penting adalah:

  • Disiplin
  • Teliti
  • Suka mencoba hal baru
  • Mau bekerja sama dalam tim

Karena sebagian praktikum juga dilakukan secara berkelompok.

Jadi, apakah jurusan teknologi pangan punya banyak kegiatan praktikum seru? Jawabannya jelas: ya, sangat banyak dan sangat menarik!

Mulai dari analisis kimia, pengujian mikrobiologi, hingga pengembangan produk inovatif, semua dilakukan secara langsung di laboratorium. Inilah yang membuat perkuliahan di jurusan ini terasa aktif dan aplikatif.

Bagi kamu yang ingin kuliah dengan kombinasi teori dan praktik yang seimbang, jurusan teknologi pangan bisa menjadi pilihan tepat. Apalagi jika memilih kampus seperti Universitas Ma’soem yang mendukung pembelajaran berbasis praktik dan inovasi.

Kalau kamu suka dunia makanan dan ingin belajar secara langsung bagaimana prosesnya dari bahan mentah hingga menjadi produk siap konsumsi, jurusan ini layak untuk dipertimbangkan.