9A

Apa Perbedaan Manajemen Bisnis Syariah dengan Konvensional? Jangan Sampai Salah Pilih Jurusan!

Banyak calon mahasiswa masih bingung menentukan pilihan antara jurusan berbasis syariah dan konvensional. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, apa sebenarnya perbedaan Manajemen Bisnis Syariah dengan konvensional? Apakah hanya berbeda nama, atau memang ada perbedaan mendasar dalam sistem dan penerapannya?

Memahami perbedaan ini sangat penting agar kamu tidak salah memilih jurusan dan bisa menyesuaikan dengan tujuan karier di masa depan.

Perbedaan Manajemen Bisnis Syariah dengan Konvensional dari Segi Prinsip Dasar

Perbedaan Manajemen Bisnis Syariah dengan konvensional yang paling mendasar terletak pada prinsip yang digunakan.

Manajemen bisnis konvensional berlandaskan teori ekonomi umum yang berorientasi pada keuntungan maksimal. Fokus utamanya adalah efisiensi, profit, dan pertumbuhan perusahaan.

Sementara itu, Manajemen Bisnis Syariah berlandaskan prinsip ekonomi Islam. Selain mengejar keuntungan, sistem ini juga menekankan nilai keadilan, transparansi, keberkahan, dan tanggung jawab sosial. Praktik bisnisnya harus sesuai dengan syariat Islam dan bebas dari riba, gharar (ketidakjelasan), serta maisir (spekulasi berlebihan).

Inilah perbedaan Manajemen Bisnis Syariah dengan konvensional yang paling fundamental.

Perbedaan dalam Sistem Keuangan

Dalam manajemen konvensional, sistem keuangan biasanya berbasis bunga. Pinjaman dan investasi menggunakan mekanisme bunga sebagai sumber keuntungan.

Sebaliknya, dalam manajemen bisnis syariah digunakan sistem bagi hasil atau akad tertentu seperti mudharabah, musyarakah, dan murabahah. Keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan, bukan berdasarkan bunga tetap.

Sistem ini dinilai lebih adil karena risiko dan keuntungan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak.

Perbedaan dalam Pengelolaan Bisnis

Perbedaan Manajemen Bisnis Syariah dengan konvensional juga terlihat dalam pengelolaan usaha. Bisnis syariah tidak hanya mengejar target finansial, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan moral.

Sebagai contoh, bisnis berbasis syariah tidak boleh bergerak di bidang yang bertentangan dengan prinsip Islam, seperti industri yang mengandung unsur haram. Sementara pada sistem konvensional, aspek moral tidak selalu menjadi pertimbangan utama selama kegiatan tersebut legal secara hukum.

Prospek Kerja Lulusan Perbankan dan Bisnis Syariah

Melihat perkembangan industri halal dan keuangan syariah di Indonesia, lulusan bidang ini memiliki peluang kerja yang sangat luas.

Prospek kerja lulusan perbankan syariah dan manajemen bisnis syariah antara lain:

  • Bank syariah
  • BPRS
  • Lembaga keuangan mikro syariah
  • Industri halal
  • Lembaga zakat dan wakaf
  • Perusahaan pembiayaan
  • Wirausaha berbasis syariah

Permintaan terhadap tenaga profesional yang memahami sistem syariah terus meningkat, terutama di sektor keuangan.

Belajar Perbedaan Secara Praktis di Universitas Ma’soem

Agar benar-benar memahami perbedaan Manajemen Bisnis Syariah dengan konvensional, mahasiswa tidak cukup hanya belajar teori. Dibutuhkan praktik langsung agar pemahaman lebih komprehensif.

Salah satu kampus yang menyediakan pengalaman tersebut adalah Universitas Ma’soem. Kampus ini menghadirkan sistem pembelajaran aplikatif yang terintegrasi dengan industri nyata.

Keunggulan utama Universitas Ma’soem adalah adanya ekosistem BPRS Al Ma’soem yang telah memiliki 15 cabang aktif. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk:

  • Magang langsung di BPRS
  • Mempelajari sistem pembiayaan syariah secara nyata
  • Memahami manajemen operasional perbankan
  • Mendapatkan sertifikat magang resmi

Dengan pengalaman ini, mahasiswa tidak hanya mengetahui perbedaan secara teori, tetapi juga melihat langsung bagaimana sistem syariah diterapkan dalam dunia kerja.

Ekosistem Industri yang Mendukung Kompetensi

Keberadaan 15 cabang BPRS dalam satu ekosistem pendidikan memberikan nilai tambah yang signifikan. Mahasiswa dapat mengamati bagaimana akad diterapkan, bagaimana analisis pembiayaan dilakukan, dan bagaimana prinsip syariah dijalankan dalam praktik.

Pengalaman ini membuat lulusan lebih siap menghadapi dunia kerja dan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan lulusan yang hanya mengandalkan teori.

Mana yang Harus Dipilih?

Memahami perbedaan Manajemen Bisnis Syariah dengan konvensional membantu kamu menentukan arah karier. Jika kamu ingin berkarier di industri keuangan dan bisnis yang berbasis nilai Islam, serta berkontribusi dalam pembangunan ekonomi syariah, maka jurusan berbasis syariah bisa menjadi pilihan tepat.

Didukung pembelajaran aplikatif dan kesempatan magang bersertifikat di 15 cabang BPRS melalui Universitas Ma’soem, mahasiswa memiliki peluang besar untuk berkembang secara akademik dan profesional.

Sekarang pertanyaannya, setelah mengetahui perbedaannya, kamu lebih tertarik memilih manajemen bisnis syariah atau tetap di jalur konvensional?