Pernah nggak sih kamu lagi lapar tengah malam, terus nyeduh mie instan atau buka kaleng kornet, lalu tiba-tiba kepikiran: “Kok bisa ya makanan ini tahan sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun padahal nggak ditaruh di kulkas?” atau “Kenapa susu kotak bisa tetap segar meskipun udah menempuh perjalanan jauh dari pabrik ke minimarket?”
Nah, semua jawaban dari rasa penasaran itu ada di jurusan Teknologi Pangan (Tekpang). Di sini, kamu nggak cuma diajak makan enak, tapi dibongkar rahasianya lewat sains. Salah satu tempat terbaik buat kamu yang pengen jadi “sang ahli pengawet” masa depan adalah di Universitas Ma’soem (Masoem University).
Berlokasi di kawasan pendidikan yang strategis antara Bandung dan Sumedang (Jatinangor-Cileunyi), Universitas Ma’soem punya fasilitas laboratorium yang bikin kamu berasa jadi scientist beneran. Yuk, kita intip gimana serunya belajar teknik pengawetan di sana!
Mengenal Universitas Ma’soem: Kampusnya Calon Inovator Pangan
Sebelum kita bahas soal “sihir” pengawetan, kita kenalan dulu sama kampusnya. Universitas Ma’soem itu punya vibes yang beda. Dengan jargon “Cageur, Bageur, Pinter”, kampus ini pengen mencetak lulusan yang nggak cuma otaknya encer (pinter), tapi juga fisiknya sehat (cageur) dan punya attitude jempolan (甩bageur).
Khusus buat jurusan Teknologi Pangan, Universitas Ma’soem serius banget nyediain fasilitas. Laboratoriumnya lengkap, mulai dari alat-alat kimia dasar sampai mesin pengolahan pangan yang mensimulasikan skala industri. Dosen-dosennya juga asyik, banyak praktisi yang tahu banget seluk-beluk industri makanan saat ini. Jadi, kamu nggak cuma belajar teori dari buku tahun 90-an, tapi update sama tren pangan tahun 2026.
Rahasia Makanan Awet: Bukan Cuma Soal Bahan Kimia!
Banyak orang awam mikir kalau makanan awet itu pasti karena “banyak obatnya” atau bahan kimia berbahaya. Padahal, di lab Tekpang Universitas Ma’soem, kamu bakal belajar kalau pengawetan itu adalah seni memanipulasi lingkungan agar bakteri nggak betah tinggal di sana.
Berikut beberapa teknik pengawetan seru yang bakal kamu praktikkan langsung:
1. Teknik Pemanasan (Pasteurisasi & Sterilisasi)
Kamu bakal belajar bedanya susu pasteurisasi sama susu UHT. Di lab, kamu bakal mempraktikkan cara mematikan mikroba jahat pakai suhu tinggi tapi tetap menjaga nutrisi makanan nggak rusak. Ini rahasia kenapa susu kotak bisa awet berbulan-bulan di suhu ruang tanpa pengawet tambahan.
2. Pengeringan dan Pengaturan Kadar Air (Aw)
Bakteri itu butuh air buat hidup (sama kayak kita!). Di lab Tekpang Ma’soem, kamu bakal belajar teknik pengeringan menggunakan alat seperti tray dryer atau bahkan belajar konsep freeze drying. Kalau air dalam makanan dikurangi sampai titik tertentu, bakteri nggak bakal bisa berkembang biak. Itulah kenapa keripik atau dendeng bisa awet banget.
3. Fermentasi: Si Bakteri Baik
Ini bagian paling seru! Kamu bakal belajar kalau nggak semua bakteri itu jahat. Di praktikum mikrobiologi pangan, kamu bakal “memelihara” bakteri baik untuk mengawetkan makanan secara alami. Contohnya bikin yoghurt, keju, atau kimchi. Selain awet, makanan hasil fermentasi ini malah jadi lebih sehat buat pencernaan.
4. Pengemasan Atmosfer Dimodifikasi (MAP)
Pernah beli salad atau daging yang plastiknya kayak kembung? Itu bukan bocor, tapi di dalamnya sudah diganti gasnya dengan nitrogen atau karbon dioksida biar kuman nggak bisa napas. Di Universitas Ma’soem, teknik pengemasan modern kayak gini jadi materi yang sangat ditekankan.
Serunya Praktikum di Universitas Ma’soem
Belajar pengawetan di Universitas Ma’soem itu jauh dari kata membosankan. Kenapa? Karena sistem praktikumnya sangat hands-on. Kamu nggak cuma nontonin asisten laboratorium, tapi kamu sendiri yang pegang alatnya.
Kamu bakal diajak eksperimen, misalnya: “Gimana kalau buah stroberi ini kita awetin pakai metode penggaraman vs pemanasan, mana yang teksturnya tetap cantik setelah seminggu?” Tantangan-tantangan kecil kayak gini bikin kamu punya insting seorang Food Scientist yang tajam.
Selain itu, lingkungan kampus yang islami bikin proses belajar jadi lebih berkah. Kamu juga bakal belajar soal Sertifikasi Halal, yang mana ini penting banget di industri pangan Indonesia. Pengawetan nggak cuma harus efektif, tapi juga harus suci dan halal.
Prospek Karier: Siapa yang Butuh Ahli Pengawetan?
Kalau kamu sudah jago teknik pengawetan di Universitas Ma’soem, karier kamu bakal cerah banget. Semua perusahaan besar mulai dari Nestlé, Indofood, sampai UMKM lokal yang mau “naik kelas” butuh orang yang paham cara bikin produk awet tanpa merusak rasa.
Kamu bisa jadi:
- Research & Development (R&D): Nemuin formula biar produk baru perusahaan nggak cepat basi.
- Quality Control (QC): Mastiin standar pengawetan di pabrik berjalan sesuai aturan BPOM.
- Entrepreneur: Bikin brand makanan sendiri yang bisa dikirim ke seluruh Indonesia (bahkan luar negeri) karena kamu sudah tahu rahasia pengemasannya.
Tips Buat Kamu yang Mau Masuk Tekpang Ma’soem
Biar sukses belajar teknik pengawetan di sini, ada beberapa hal yang bisa kamu siapkan:
- Sukai Kimia dan Biologi: Tenang, nggak seserem di SMA kok. Di sini kimianya lebih ke “Kimia Makanan” yang bisa kamu lihat hasilnya langsung.
- Teliti dan Sabar: Pengawetan itu soal detail. Beda suhu 2 derajat aja bisa bikin hasil eksperimen beda.
- Up-to-Date sama Tren: Tahun 2026 ini, orang cari pengawet alami (kayak ekstrak biji alpukat atau rempah). Di Ma’soem, kamu bakal didorong buat riset hal-hal baru kayak gini.
Teknik pengawetan bukan cuma soal bikin makanan tahan lama, tapi soal menjaga ketersediaan pangan bagi banyak orang. Di Universitas Ma’soem, kamu bakal dibekali ilmu pengetahuan yang matang, fasilitas laboratorium yang oke, dan karakter yang kuat untuk jadi ahli pangan profesional.
Jadi, kalau kamu pengen tahu lebih dalam soal “sihir” di balik makanan awet dan pengen punya karier yang stabil di industri Food & Beverage, jurusan Teknologi Pangan Universitas Ma’soem adalah tempat yang paling pas buat kamu mulai perjalanan itu.





