49 20260219 095908 0018.jpg

Perbandingan Assessment Formatif dan Sumatif dalam Praktik Mengajar

Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu memantau perkembangan belajar peserta didik secara berkelanjutan. Dua jenis penilaian yang paling sering digunakan dalam praktik mengajar adalah assessment formatif dan assessment sumatif. Keduanya memiliki fungsi, tujuan, serta dampak yang berbeda terhadap proses dan hasil belajar siswa. Memahami perbandingan assessment formatif dan sumatif dalam praktik mengajar menjadi kompetensi penting, terutama bagi calon guru dan tenaga pendidik profesional.


Pengertian Assessment Formatif

Assessment formatif adalah penilaian yang dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Tujuan utamanya bukan untuk memberi nilai akhir, melainkan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang sedang dipelajari. Hasil assessment formatif digunakan sebagai umpan balik (feedback) bagi guru dan siswa.

Contoh assessment formatif antara lain:

  • Kuis singkat di tengah pembelajaran
  • Tanya jawab lisan
  • Refleksi harian atau exit ticket
  • Tugas kecil atau diskusi kelompok

Melalui assessment formatif, guru dapat segera mengidentifikasi kesulitan belajar siswa dan menyesuaikan strategi pembelajaran agar lebih efektif.


Pengertian Assessment Sumatif

Berbeda dengan formatif, assessment sumatif dilakukan di akhir suatu periode pembelajaran, seperti akhir bab, akhir semester, atau akhir tahun ajaran. Penilaian ini bertujuan untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa secara keseluruhan.

Contoh assessment sumatif meliputi:

  • Ujian tengah semester (UTS)
  • Ujian akhir semester (UAS)
  • Ujian praktik
  • Proyek akhir atau portofolio

Hasil assessment sumatif umumnya digunakan sebagai dasar penentuan nilai, kelulusan, atau pelaporan hasil belajar kepada orang tua dan institusi.


Perbandingan Assessment Formatif dan Sumatif dalam Praktik Mengajar

Jika dibandingkan, assessment formatif dan sumatif memiliki perbedaan yang cukup jelas dari berbagai aspek:

1. Waktu Pelaksanaan

Assessment formatif dilaksanakan selama proses belajar, sedangkan assessment sumatif dilakukan setelah proses pembelajaran selesai.

2. Tujuan Penilaian

Assessment formatif bertujuan untuk memperbaiki proses belajar, sementara assessment sumatif bertujuan untuk menilai hasil akhir pembelajaran.

3. Peran Guru dan Siswa

Dalam assessment formatif, guru dan siswa sama-sama aktif. Guru memberi umpan balik, siswa merefleksikan pembelajarannya. Pada assessment sumatif, peran guru lebih dominan sebagai penilai, dan siswa berperan sebagai pihak yang dinilai.

4. Dampak terhadap Pembelajaran

Assessment formatif berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran karena bersifat diagnostik. Assessment sumatif lebih berfungsi sebagai alat evaluasi akhir dan dokumentasi pencapaian belajar.


Pentingnya Assessment Formatif dalam Pembelajaran Aktif

Dalam praktik mengajar yang berorientasi pada siswa (student-centered learning), assessment formatif memiliki peran yang sangat penting. Penilaian ini membantu guru menciptakan pembelajaran yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan siswa.

Dengan assessment formatif:

  • Siswa tidak takut melakukan kesalahan karena fokusnya pada proses belajar
  • Guru dapat mengidentifikasi miskonsepsi sejak dini
  • Interaksi guru dan siswa menjadi lebih bermakna

Pendekatan ini sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran reflektif, diferensiasi, dan penguatan kompetensi.


Peran Assessment Sumatif dalam Akuntabilitas Pendidikan

Meskipun sering dianggap menegangkan, assessment sumatif tetap memiliki peran penting dalam sistem pendidikan. Penilaian ini menjadi alat akuntabilitas untuk:

  • Mengetahui capaian standar kompetensi
  • Menyusun laporan hasil belajar
  • Menjadi dasar pengambilan keputusan akademik

Dalam praktik mengajar, guru perlu memastikan bahwa assessment sumatif disusun secara objektif, valid, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dirancang.


Implementasi Assessment Formatif dan Sumatif bagi Calon Guru

Bagi mahasiswa pendidikan, khususnya di lingkungan FKIP, pemahaman dan keterampilan dalam menerapkan kedua jenis assessment ini menjadi bekal utama sebelum terjun ke dunia sekolah. Di Ma’soem University, khususnya pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), mahasiswa dibekali kompetensi pedagogik yang menekankan keseimbangan antara assessment formatif dan sumatif dalam praktik mengajar.

Melalui mata kuliah evaluasi pembelajaran, microteaching, dan program praktik lapangan, mahasiswa FKIP Ma’soem University dilatih untuk:

  • Merancang instrumen assessment formatif yang kreatif dan relevan
  • Menyusun soal assessment sumatif yang sesuai dengan indikator capaian pembelajaran
  • Menggunakan hasil penilaian sebagai dasar refleksi dan perbaikan pembelajaran

Pendekatan ini bertujuan mencetak calon guru yang tidak hanya fokus pada nilai akhir, tetapi juga pada proses tumbuh kembang peserta didik.


Mengintegrasikan Assessment Formatif dan Sumatif secara Seimbang

Dalam praktik mengajar yang ideal, assessment formatif dan sumatif tidak dipertentangkan, melainkan saling melengkapi. Assessment formatif membantu mengarahkan proses, sedangkan assessment sumatif mengukur hasil akhir.

Guru yang profesional akan:

  • Menggunakan assessment formatif secara rutin untuk memantau pemahaman siswa
  • Menyusun assessment sumatif berdasarkan proses pembelajaran yang telah dilalui
  • Mengomunikasikan hasil penilaian secara transparan dan edukatif

Dengan integrasi yang tepat, penilaian tidak lagi menjadi momok, tetapi menjadi sarana pembelajaran yang bermakna.


Perbandingan assessment formatif dan sumatif dalam praktik mengajar menunjukkan bahwa keduanya memiliki fungsi yang berbeda namun saling melengkapi. Assessment formatif berfokus pada proses dan perbaikan pembelajaran, sedangkan assessment sumatif berfokus pada hasil dan pencapaian akhir. Guru yang mampu mengelola kedua jenis assessment ini secara seimbang akan menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, adil, dan berorientasi pada perkembangan siswa.