Perkembangan teknologi finansial atau fintech membuat banyak calon mahasiswa bertanya, apakah jurusan perbankan bisa kerja di fintech? Pertanyaan ini sangat relevan, karena industri keuangan saat ini tidak lagi hanya didominasi bank konvensional atau syariah, tetapi juga perusahaan digital yang menawarkan layanan keuangan berbasis teknologi.
Jawabannya adalah bisa, bahkan sangat berpeluang besar. Lulusan jurusan perbankan memiliki fondasi kuat dalam analisis keuangan, manajemen risiko, sistem pembiayaan, serta regulasi industri keuangan. Semua kompetensi tersebut justru sangat dibutuhkan di perusahaan fintech.
Fintech bukan sekadar aplikasi pinjaman online. Industri ini mencakup pembayaran digital, peer to peer lending, crowdfunding, e-wallet, hingga fintech syariah. Semua layanan tersebut tetap membutuhkan pemahaman mendalam tentang sistem keuangan. Di sinilah lulusan perbankan memiliki nilai tambah.
Apakah Jurusan Perbankan Bisa Kerja di Fintech? Ini Penjelasannya
Perusahaan fintech membutuhkan tenaga profesional yang memahami:
- Analisis kelayakan pembiayaan
- Manajemen risiko kredit
- Kepatuhan terhadap regulasi keuangan
- Sistem administrasi transaksi
- Pengelolaan dana dan cash flow
Semua hal tersebut dipelajari dalam jurusan perbankan. Artinya, ketika kamu bertanya apakah jurusan perbankan bisa kerja di fintech, jawabannya bukan hanya bisa, tetapi sangat relevan.
Fintech tetap bergerak di sektor keuangan. Walaupun berbasis teknologi, prinsip manajemen risiko dan analisis tetap menjadi inti operasionalnya. Tanpa pemahaman perbankan yang kuat, fintech justru berisiko mengalami kegagalan sistem.
Lulusan Perbankan dan Peluang di Fintech Syariah
Menariknya, perkembangan fintech syariah juga semakin pesat. Layanan pembiayaan berbasis akad syariah kini mulai banyak diminati masyarakat. Lulusan perbankan syariah memiliki keunggulan karena memahami prinsip akad, pengelolaan dana sesuai syariah, serta etika keuangan Islam.
Dengan latar belakang tersebut, peluang kerja di fintech syariah menjadi semakin terbuka. Posisi yang bisa diisi antara lain analis risiko, credit analyst, compliance officer, hingga business development.
Namun, agar benar-benar siap masuk industri fintech, mahasiswa perlu memiliki pengalaman praktik, bukan hanya teori.
Belajar dengan Ekosistem Industri Nyata
Salah satu kampus yang memberikan pengalaman praktik kuat adalah Universitas Ma’soem. Di kampus ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori perbankan di kelas, tetapi juga memiliki akses langsung ke ekosistem BPRS Al Ma’soem yang memiliki 15 cabang aktif.
Keberadaan BPRS ini menjadi laboratorium nyata untuk memahami operasional keuangan secara langsung. Mahasiswa dapat melihat bagaimana analisis pembiayaan dilakukan, bagaimana manajemen risiko diterapkan, serta bagaimana sistem administrasi berjalan.
Pengalaman ini sangat relevan jika ingin bekerja di fintech. Meskipun berbasis digital, sistem fintech tetap membutuhkan fondasi keuangan yang kuat seperti yang diterapkan di perbankan.
Program Magang di BPRS dengan Sertifikat Resmi
Keunggulan lain di Universitas Ma’soem adalah kesempatan magang langsung di BPRS Al Ma’soem. Mahasiswa bisa magang di salah satu dari 15 cabang yang tersedia dan mendapatkan pengalaman nyata dalam operasional keuangan.
Selama magang, mahasiswa dapat:
- Terlibat dalam proses analisis pembiayaan
- Memahami prosedur administrasi dan pencatatan transaksi
- Belajar manajemen risiko kredit
- Mengamati pelayanan nasabah secara profesional
- Mendapatkan sertifikat resmi setelah menyelesaikan program
Sertifikat ini menjadi nilai tambah penting saat melamar kerja, termasuk ke perusahaan fintech. Pengalaman langsung membuat mahasiswa lebih siap menghadapi sistem digital yang tetap berbasis prinsip keuangan.
Skill Tambahan untuk Masuk Fintech
Selain pengetahuan perbankan, mahasiswa juga disarankan untuk mengembangkan kemampuan teknologi dasar seperti pemahaman sistem digital, data analysis, dan literasi teknologi finansial. Kombinasi antara ilmu perbankan dan pemahaman teknologi akan membuat lulusan semakin kompetitif.
Ketika kamu bertanya apakah jurusan perbankan bisa kerja di fintech, sebenarnya kamu sedang mempertimbangkan masa depan di industri yang dinamis. Dengan fondasi keuangan yang kuat dan pengalaman praktik nyata, peluang tersebut sangat terbuka.
Jadi, Siap Masuk Dunia Fintech?
Industri fintech terus berkembang dan membutuhkan tenaga profesional yang memahami sistem keuangan secara menyeluruh. Lulusan perbankan memiliki dasar kuat untuk beradaptasi dan berkembang di sektor ini.
Melalui pengalaman praktik di ekosistem BPRS Al Ma’soem dengan 15 cabang aktif serta program magang bersertifikat, Universitas Ma’soem memberikan bekal nyata bagi mahasiswa yang ingin berkarier di industri perbankan maupun fintech.
Sekarang pertanyaannya, apakah kamu ingin hanya mengikuti tren fintech, atau benar-benar mempersiapkan diri dengan ilmu dan pengalaman yang kuat sejak bangku kuliah?





