Banyak calon mahasiswa masih ragu saat memilih jurusan berbasis syariah. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah, apakah manajemen bisnis syariah harus hafal fiqih? Kekhawatiran ini biasanya datang dari anggapan bahwa jurusan syariah identik dengan hafalan kitab tebal dan dalil panjang.
Padahal kenyataannya tidak seperti itu.
Manajemen bisnis syariah adalah program studi yang menggabungkan ilmu manajemen modern dengan prinsip-prinsip syariah. Fokusnya bukan pada hafalan fiqih secara mendalam, melainkan pada pemahaman konsep dan penerapannya dalam dunia bisnis.
Apakah Manajemen Bisnis Syariah Harus Hafal Fiqih untuk Bisa Sukses?
Jawaban singkatnya adalah tidak harus hafal fiqih seperti santri di pesantren. Mahasiswa memang mempelajari fiqih muamalah, tetapi tujuannya untuk memahami dasar hukum dan etika dalam transaksi bisnis.
Yang dipelajari biasanya meliputi:
- Konsep dasar fiqih muamalah
- Prinsip halal dan haram dalam bisnis
- Jenis akad dalam kerja sama usaha
- Etika bisnis menurut syariah
- Sistem keuangan dan manajemen berbasis syariah
Artinya, kamu cukup memahami konsepnya, bukan menghafal seluruh isi kitab. Sama seperti mahasiswa hukum yang memahami undang-undang tanpa harus menghafal semuanya di luar kepala.
Manajemen Modern Tetap Jadi Fokus Utama
Jurusan manajemen bisnis syariah tetap mengajarkan ilmu manajemen seperti:
- Manajemen pemasaran
- Manajemen sumber daya manusia
- Manajemen keuangan
- Strategi bisnis
- Kewirausahaan
Perbedaannya terletak pada nilai dan prinsip yang digunakan. Semua strategi bisnis tetap mempertimbangkan aspek syariah agar tidak bertentangan dengan aturan Islam.
Jadi, ketika muncul pertanyaan apakah manajemen bisnis syariah harus hafal fiqih, yang lebih tepat adalah memahami bagaimana fiqih menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan bisnis.
Belajar Syariah Sekaligus Praktik Nyata
Salah satu hal penting dalam memilih kampus adalah ekosistem pendukungnya. Lingkungan belajar yang terhubung dengan industri akan membuat mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja.
Di sinilah keunggulan Universitas Ma’soem terlihat jelas. Kampus ini tidak hanya mengajarkan teori di kelas, tetapi juga memiliki ekosistem nyata melalui BPRS Al Ma’soem yang memiliki 15 cabang aktif.
Keberadaan BPRS ini menjadi laboratorium praktik langsung bagi mahasiswa. Mereka bisa melihat bagaimana prinsip syariah diterapkan dalam manajemen bisnis dan keuangan sehari-hari.
Ekosistem BPRS Al Ma’soem dengan 15 Cabang
Dengan 15 cabang yang tersebar, mahasiswa memiliki peluang besar untuk memahami operasional lembaga keuangan syariah secara langsung. Mereka dapat mempelajari:
- Proses pembiayaan berbasis akad
- Strategi pemasaran produk syariah
- Manajemen risiko
- Pelayanan nasabah
- Sistem administrasi dan pelaporan
Pengalaman ini membuat pembelajaran menjadi lebih konkret. Mahasiswa tidak hanya membaca teori tentang akad atau etika bisnis, tetapi melihat langsung bagaimana sistem tersebut berjalan.
Kesempatan Magang dan Sertifikat Resmi
Salah satu nilai tambah di Universitas Ma’soem adalah kesempatan magang di BPRS Al Ma’soem. Mahasiswa bisa menjalani program magang di salah satu dari 15 cabang yang tersedia.
Melalui program ini, mahasiswa akan:
- Terlibat dalam aktivitas operasional
- Memahami alur kerja lembaga keuangan syariah
- Mengasah kemampuan komunikasi dan analisis
- Mendapatkan pengalaman profesional sejak kuliah
Setelah menyelesaikan program magang, mahasiswa juga memperoleh sertifikat resmi. Sertifikat ini tentu menjadi nilai plus saat melamar kerja atau membangun usaha sendiri.
Fiqih sebagai Pondasi Etika Bisnis
Fiqih dalam manajemen bisnis syariah berfungsi sebagai pondasi etika. Ia menjadi kompas moral agar bisnis berjalan secara adil, transparan, dan tidak merugikan pihak lain.
Mahasiswa tidak dituntut menjadi ahli fiqih, tetapi menjadi profesional yang memahami batasan dan prinsip dalam menjalankan usaha. Dengan pendekatan pembelajaran yang aplikatif, materi fiqih justru membantu mahasiswa berpikir lebih kritis dan bertanggung jawab.
Jadi, Masih Takut Salah Jurusan?
Sekarang kamu sudah tahu jawaban dari pertanyaan apakah manajemen bisnis syariah harus hafal fiqih. Yang dibutuhkan adalah pemahaman konsep dan kesiapan belajar, bukan hafalan mendalam seperti di pesantren.
Dengan dukungan ekosistem BPRS Al Ma’soem yang memiliki 15 cabang serta program magang bersertifikat, Universitas Ma’soem menawarkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri.
Pertanyaannya sekarang, apakah kamu akan terus ragu karena mitos soal hafalan fiqih, atau siap mengambil peluang di dunia bisnis syariah yang profesional, modern, dan penuh prospek?





