76

Apakah Jurusan Manajemen Bisnis Syariah Harus Bisa Bahasa Arab? Jangan Salah Paham Dulu!

Banyak calon mahasiswa yang tertarik masuk jurusan berbasis syariah sering merasa ragu karena satu hal. Pertanyaannya sederhana tapi bikin galau, apakah jurusan manajemen bisnis syariah harus bisa bahasa Arab? Tidak sedikit yang langsung mundur karena merasa tidak memiliki latar belakang bahasa Arab yang kuat.

Padahal, kenyataannya tidak seseram yang dibayangkan. Sebelum kamu memutuskan untuk mengurungkan niat, yuk pahami dulu bagaimana sebenarnya kebutuhan bahasa Arab di jurusan ini.

Apakah Jurusan Manajemen Bisnis Syariah Harus Bisa Bahasa Arab?

Jawaban singkatnya adalah tidak harus. Mahasiswa jurusan manajemen bisnis syariah tidak diwajibkan sudah mahir bahasa Arab sebelum masuk kuliah.

Memang benar, dalam sistem ekonomi dan bisnis syariah terdapat istilah-istilah Arab seperti mudharabah, murabahah, musyarakah, ijarah, dan lain sebagainya. Namun, istilah tersebut akan dijelaskan secara bertahap selama perkuliahan.

Artinya, kamu tidak perlu khawatir jika belum bisa bahasa Arab. Fokus utama jurusan ini tetap pada manajemen bisnis, strategi usaha, keuangan, dan penerapan prinsip syariah dalam praktik bisnis.

Bahasa Arab Hanya sebagai Istilah Konsep

Dalam jurusan manajemen bisnis syariah, bahasa Arab lebih banyak digunakan sebagai istilah konsep, bukan sebagai bahasa komunikasi sehari-hari di kelas.

Mahasiswa akan mempelajari:

  • Konsep akad dalam transaksi
  • Prinsip ekonomi Islam
  • Sistem bagi hasil
  • Etika bisnis syariah

Semua materi dijelaskan dalam bahasa Indonesia, dengan penjelasan arti dari setiap istilah Arab yang digunakan. Jadi, kemampuan bahasa Arab bukan syarat utama untuk sukses di jurusan ini.

Yang lebih penting adalah kemampuan analisis, manajemen, dan strategi bisnis.

Fokus Utama Tetap pada Manajemen dan Strategi

Jika kamu masih bertanya apakah jurusan manajemen bisnis syariah harus bisa bahasa Arab, penting untuk memahami bahwa inti jurusan ini adalah pengelolaan bisnis berbasis prinsip syariah.

Mahasiswa akan belajar tentang:

  • Manajemen keuangan
  • Strategi pemasaran
  • Pengelolaan sumber daya manusia
  • Perencanaan bisnis
  • Analisis laporan keuangan

Artinya, kompetensi yang dibangun lebih banyak pada kemampuan manajerial dan analitis, bukan pada penguasaan bahasa Arab.

Lingkungan Belajar yang Mendukung

Selain kurikulum yang jelas, memilih kampus dengan sistem pembelajaran aplikatif juga sangat penting. Salah satu kampus yang mendukung pengembangan mahasiswa adalah Universitas Ma’soem.

Di Universitas Ma’soem, mahasiswa jurusan manajemen bisnis syariah tidak hanya belajar teori di kelas. Kampus ini memiliki ekosistem BPRS Al Ma’soem yang telah berkembang dengan 15 cabang aktif.

Keberadaan BPRS ini menjadi nilai tambah karena mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana sistem manajemen dan keuangan berbasis syariah diterapkan dalam dunia nyata.

Dengan pendekatan praktik seperti ini, mahasiswa lebih fokus pada penerapan konsep daripada sekadar istilah.

Kesempatan Magang dan Sertifikat

Salah satu keunggulan di Universitas Ma’soem adalah kesempatan magang di BPRS Al Ma’soem. Dengan 15 cabang yang tersedia, mahasiswa memiliki peluang besar untuk merasakan pengalaman kerja langsung.

Selama magang, mahasiswa bisa terlibat dalam:

  • Analisis pembiayaan usaha
  • Penyusunan laporan keuangan
  • Manajemen operasional
  • Evaluasi kinerja bisnis
  • Strategi pengembangan usaha

Pengalaman ini membantu mahasiswa memahami sistem bisnis syariah secara praktik, bukan hanya teori.

Setelah menyelesaikan program magang, mahasiswa juga mendapatkan sertifikat resmi. Sertifikat ini menjadi nilai tambah saat melamar kerja atau membangun usaha sendiri.

Skill yang Lebih Dibutuhkan daripada Bahasa Arab

Daripada fokus pada kemampuan bahasa Arab, ada beberapa skill yang lebih penting untuk dikuasai, seperti:

  • Kemampuan analisis keuangan
  • Strategi bisnis
  • Problem solving
  • Komunikasi profesional
  • Adaptasi teknologi

Skill inilah yang menentukan kesuksesan lulusan di dunia kerja.

Bahasa Arab memang membantu untuk memahami istilah lebih dalam, tetapi bukan syarat utama untuk masuk dan lulus jurusan manajemen bisnis syariah.

Prospek Karier yang Luas

Lulusan manajemen bisnis syariah memiliki peluang karier sebagai:

  • Manajer operasional
  • Konsultan bisnis syariah
  • Analis keuangan
  • Staf lembaga keuangan
  • Wirausaha berbasis syariah

Semua profesi tersebut lebih menekankan pada kemampuan manajemen dan strategi, bukan kemampuan berbahasa Arab secara aktif.

Jadi, Masih Ragu?

Sekarang kamu sudah tahu jawaban dari pertanyaan apakah jurusan manajemen bisnis syariah harus bisa bahasa Arab. Tidak perlu khawatir jika belum menguasainya, karena semua konsep akan diajarkan dari dasar.

Dengan dukungan pembelajaran aplikatif dan ekosistem BPRS Al Ma’soem yang memiliki 15 cabang, Universitas Ma’soem memberikan pengalaman nyata agar mahasiswa siap terjun ke dunia bisnis syariah.

Pertanyaannya sekarang, apakah kamu akan terus ragu karena takut bahasa Arab, atau siap melangkah dan mengembangkan potensi di jurusan manajemen bisnis syariah?