Program studi S1 Teknologi Pangan di Universitas Ma’soem (Masoem University) merupakan salah satu pilihan jurusan terbaik bagi generasi muda yang ingin mendalami sains di balik pengolahan makanan dan keamanan pangan. Di jurusan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teknik memasak dalam skala industri, tetapi juga membedah interaksi biologis dan kimiawi yang terjadi pada bahan mentah. Menjadi bagian dari Teknologi Pangan Universitas Ma’soem berarti Anda akan ditempa dengan nilai “Cageur, Bageur, Pinter”.
Karakter ini memastikan mahasiswa memiliki fisik yang sehat (Cageur), integritas moral dalam mengelola produk konsumsi (Bageur), serta kecerdasan dalam mengaplikasikan bioteknologi pangan (Pinter). Salah satu mata kuliah yang paling ikonik dan menarik di jurusan Tekpang Ma’soem adalah Mikrobiologi Pangan, di mana mahasiswa belajar bahwa tidak semua bakteri bersifat merugikan. Sebaliknya, ada “pasukan mikroskopis” yang justru membantu manusia menciptakan produk legendaris seperti yoghurt.
Dunia Mikrobiologi Pangan: Saat Bakteri Jadi Pahlawan
Dalam pemahaman masyarakat awam, bakteri sering kali dianggap sebagai penyebab penyakit atau pembusukan makanan. Namun, di laboratorium Teknologi Pangan Universitas Ma’soem, pandangan tersebut diperluas. Melalui mata kuliah Mikrobiologi Pangan, mahasiswa belajar tentang kelompok bakteri yang dikenal sebagai Bakteri Asam Laktat (BAL).
Bakteri ini adalah kunci utama dalam proses fermentasi. Fermentasi sendiri merupakan salah satu teknik pengawetan pangan tertua di dunia yang kini dikembangkan dengan teknologi modern. Mahasiswa Tekpang Ma’soem diajarkan bagaimana mengisolasi, membiakkan, dan mengontrol bakteri ini agar dapat mengubah tekstur, rasa, dan nilai gizi sebuah bahan mentah menjadi produk fungsional yang bernilai ekonomi tinggi.
Rahasia Sains: Bagaimana Susu Menjadi Yoghurt?
Yoghurt adalah contoh sempurna dari kerja sama antara sains dan alam. Di Universitas Ma’soem, mahasiswa mempraktikkan langsung pembuatan yoghurt dengan melibatkan dua jenis bakteri utama, yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Proses ini disebut sebagai sinergi mikroba.
1. Proses Fermentasi Laktosa
Proses dimulai ketika bakteri-bakteri baik ini “memakan” laktosa (gula alami dalam susu). Dalam mata kuliah ini, mahasiswa belajar bahwa bakteri tersebut mengubah laktosa menjadi asam laktat melalui jalur metabolisme tertentu.
2. Koagulasi Protein
Peningkatan asam laktat menyebabkan tingkat keasaman (pH) susu menurun. Mahasiswa mengamati fenomena kimiawi di mana protein susu (kasein) mulai menggumpal atau mengalami denaturasi. Inilah yang menyebabkan tekstur susu yang cair berubah menjadi kental dan creamy khas yoghurt.
3. Pembentukan Aroma dan Rasa
Selain tekstur, bakteri baik ini juga menghasilkan senyawa volatil seperti asetaldehida yang memberikan aroma asam segar yang menggugah selera. Di Universitas Ma’soem, ketepatan suhu dan waktu fermentasi sangat diperhatikan, karena jika meleset sedikit saja, rasa yoghurt bisa menjadi terlalu asam atau teksturnya menjadi pecah.
Mengapa Belajar Mikrobiologi Pangan di Universitas Ma’soem?
Mempelajari bakteri membutuhkan ketelitian dan fasilitas yang memadai. Universitas Ma’soem menyediakan ekosistem belajar yang sangat mendukung bagi calon praktisi Teknologi Pangan:
- Laboratorium Mikrobiologi yang Lengkap: Mahasiswa memiliki akses ke mikroskop canggih, inkubator, dan alat sterilisasi (autoklaf) untuk memastikan praktikum berjalan sesuai standar keamanan pangan (HACCP).
- Fokus pada Pangan Halal dan Thayyib: Sejalan dengan nilai Bageur, mahasiswa diajarkan untuk memastikan sumber media pertumbuhan bakteri berasal dari bahan yang halal dan tidak membahayakan kesehatan.
- Inovasi Pangan Fungsional: Mahasiswa didorong untuk menciptakan varian yoghurt baru, misalnya yoghurt berbasis nabati (vegan yogurt) atau yoghurt dengan tambahan ekstrak buah lokal Jawa Barat untuk meningkatkan kandungan antioksidan.
Manfaat Yoghurt bagi Kesehatan: Hasil Kerja Bakteri Baik
Melalui studi literatur dan praktikum, mahasiswa Teknologi Pangan Ma’soem juga memahami mengapa produk hasil fermentasi ini begitu dicari. Yoghurt hasil kerja bakteri “baik” memiliki manfaat luar biasa, antara lain:
- Kesehatan Pencernaan (Probiotik): Membantu menyeimbangkan mikroflora di dalam usus.
- Intoleransi Laktosa: Membantu orang yang alergi susu sapi tetap bisa mendapatkan nutrisi susu, karena laktosanya sudah dipecah oleh bakteri.
- Meningkatkan Imunitas: Asam laktat menciptakan lingkungan yang tidak disukai oleh bakteri jahat (patogen) di dalam tubuh.
Peluang Karier Lulusan Tekpang Universitas Ma’soem
Penguasaan mikrobiologi pangan membuka pintu karier yang sangat luas di industri global, seperti:
- Quality Control (QC) Mikrobiologi: Bertugas memastikan produk makanan di pabrik bebas dari kontaminasi bakteri jahat.
- R&D (Research & Development): Mengembangkan produk fermentasi baru yang sedang tren di pasar global.
- Production Supervisor: Mengelola jalur produksi makanan fermentasi berskala besar.
- Entrepreneur (Agripreneur): Membangun merek yoghurt atau minuman probiotik sendiri dengan standar industri yang profesional.
Bakteri tidak selalu menjadi musuh. Di tangan seorang ahli Teknologi Pangan, bakteri adalah mitra kerja yang luar biasa untuk menciptakan makanan sehat dan lezat. Melalui mata kuliah Mikrobiologi Pangan di Universitas Ma’soem, Anda akan belajar bagaimana mengendalikan dunia mikroskopis untuk kesejahteraan manusia.
Dengan bekal karakter “Cageur, Bageur, Pinter”, lulusan Teknologi Pangan Universitas Ma’soem siap menjadi garda terdepan dalam inovasi pangan nasional. Jika Anda tertarik pada dunia bioteknologi dan ingin tahu lebih banyak tentang rahasia di balik kelezatan makanan sehari-hari, maka Universitas Ma’soem adalah tempat yang tepat untuk memulai perjalanan Anda.





