Bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di Jurusan S1 Teknologi Pangan Universitas Ma’soem, menjamin keamanan setiap produk yang beredar di masyarakat adalah prioritas utama. Jurusan Teknologi Pangan di Universitas Ma’soem bukan sekadar mempelajari teknik pengolahan bahan mentah, melainkan sebuah disiplin ilmu komprehensif yang menggabungkan biologi, kimia, dan teknik industri untuk menciptakan sistem pangan yang aman dan bermutu tinggi.
Mahasiswa dididik untuk menjadi ahli pangan yang cerdas dalam menerapkan teknologi pencegahan risiko dan memiliki integritas tinggi dalam menjaga standar etika industri. Salah satu kompetensi paling krusial yang dipelajari di Universitas Ma’soem adalah pemahaman mendalam mengenai sistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point), sebuah metode sains keamanan pangan yang menjadi benteng pertahanan utama dalam mencegah terjadinya kasus keracunan makanan massal.
Apa Itu HACCP? Standar Emas Keamanan Pangan Dunia
Dalam industri pangan modern, kita tidak bisa hanya mengandalkan pemeriksaan produk di akhir lini produksi. Mengapa? Karena jika kontaminasi baru ditemukan saat produk sudah dikemas, maka kerugian perusahaan akan sangat besar, dan risiko produk cacat lolos ke tangan konsumen tetap ada.
Di Universitas Ma’soem, mahasiswa belajar bahwa HACCP adalah sistem pencegahan yang bersifat sistematis untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan bahaya yang signifikan terhadap keamanan pangan. Sistem ini tidak hanya berlaku di pabrik besar, tetapi juga wajib dipahami oleh setiap lini usaha kuliner untuk mencegah penyebaran bakteri patogen atau kontaminan kimia secara masal.
3 Jenis Bahaya Pangan yang Wajib Diwaspadai
Sebelum menerapkan HACCP, mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Ma’soem terlebih dahulu dilatih untuk mengenali tiga musuh utama dalam keamanan pangan:
- Bahaya Biologis: Termasuk bakteri (seperti Salmonella atau E. coli), virus, dan parasit. Ini adalah penyebab paling umum dari kasus keracunan makanan di berbagai belahan dunia.
- Bahaya Kimia: Kontaminasi dari residu pestisida, cairan pembersih mesin, hingga penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang melebihi dosis aman.
- Bahaya Fisik: Adanya benda asing seperti pecahan kaca, potongan logam, plastik, atau rambut yang secara tidak sengaja masuk ke dalam aliran produksi.
Mengupas 7 Prinsip HACCP: Materi Inti di Universitas Ma’soem
Mahasiswa Teknologi Pangan di Universitas Ma’soem dibekali keahlian teknis untuk menyusun rencana HACCP melalui tujuh prinsip dasar yang diakui secara internasional:
1. Analisis Bahaya (Hazard Analysis)
Mahasiswa belajar memetakan setiap langkah produksi, mulai dari penerimaan bahan baku dari supplier hingga produk sampai ke tangan konsumen. Mereka mengidentifikasi di titik mana bahaya mungkin muncul.
2. Menentukan Titik Kendali Kritis (CCP)
Critical Control Point (CCP) adalah langkah di mana pengendalian dapat diterapkan untuk mencegah atau menghilangkan bahaya. Misalnya, proses pasteurisasi susu adalah CCP karena di situlah bakteri dimatikan.
3. Menetapkan Batas Kritis (Critical Limits)
Mahasiswa harus menetapkan angka yang presisi. Contoh: “Suhu pemanasan harus mencapai minimal $72^\circ\text{C}$ selama 15 detik.” Jika kurang dari itu, keamanan pangan dianggap gagal.
4. Menetapkan Prosedur Pemantauan
Bagaimana cara memastikan suhu tetap stabil? Mahasiswa belajar menggunakan alat sensor suhu digital dan sistem monitoring otomatis yang diajarkan dalam mata kuliah di Universitas Ma’soem.
5. Menetapkan Tindakan Koreksi
Apa yang dilakukan jika suhu turun di bawah batas kritis? Mahasiswa dilatih mengambil keputusan cepat: apakah produk diproses ulang atau harus dimusnahkan demi keselamatan konsumen.
6. Menetapkan Prosedur Verifikasi
Melakukan pengujian laboratorium berkala terhadap sampel produk di laboratorium mikrobiologi Universitas Ma’soem untuk memastikan sistem berjalan efektif.
7. Dokumentasi dan Pencatatan
Keamanan pangan adalah soal ketelusuran (traceability). Setiap langkah harus dicatat agar jika terjadi masalah, sumber masalah dapat ditemukan dengan cepat dan akurat.
Mengapa Sains Keamanan Pangan Penting bagi Lulusan Ma’soem?
Kasus keracunan massal biasanya terjadi karena kegagalan pada salah satu rantai produksi. Sebagai lulusan Teknologi Pangan Universitas Ma’soem, penguasaan HACCP adalah tanggung jawab profesi yang nyata:
- Kepercayaan Global: Produk pangan Indonesia hanya bisa menembus pasar internasional jika memenuhi standar HACCP.
- Efisiensi Industri: Dengan mencegah kontaminasi sejak awal, perusahaan dapat menghindari penarikan produk (product recall) yang bisa menghancurkan reputasi bisnis.
- Legalitas: Memenuhi regulasi pemerintah dan BPOM dalam hal standarisasi kelayakan konsumsi.
Fasilitas dan Keunggulan Kuliah di Universitas Ma’soem
Universitas Ma’soem menyediakan ekosistem yang mendukung mahasiswa untuk menguasai sains keamanan pangan secara praktis. Laboratorium Mikrobiologi dan Kimia Pangan di kampus ini dilengkapi dengan alat standar industri untuk menguji keberadaan bakteri patogen secara langsung.
Selain itu, mahasiswa sering diajak melakukan simulasi audit ke UMKM dan industri mitra di sekitar Jatinangor-Cileunyi. Hal ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya jago teori di kelas, tapi juga paham bagaimana menghadapi tantangan nyata di lapangan.
Peluang Karier: Menjadi Garda Terdepan Keamanan Pangan
Lulusan Teknologi Pangan Universitas Ma’soem dengan spesialisasi keamanan pangan memiliki prospek karier yang sangat luas, antara lain:
- Quality Assurance (QA) Manager: Penanggung jawab penuh atas seluruh sistem keamanan di pabrik pangan.
- HACCP Coordinator: Spesialis yang merancang dan mengawasi implementasi standar internasional.
- Auditor Pangan: Bekerja di lembaga sertifikasi atau instansi pemerintah seperti BPOM.
- Food Safety Consultant: Membantu restoran dan industri kuliner meningkatkan standar kebersihan mereka.
Keamanan pangan adalah sains yang menyelamatkan nyawa. Melalui pemahaman mendalam tentang konsep HACCP, mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Ma’soem bertransformasi menjadi ahli yang mampu menghentikan risiko keracunan sebelum hal itu terjadi.





