Masih banyak orang yang bertanya, perbedaan perbankan syariah dengan konvensional? Sekilas keduanya tampak sama karena sama-sama menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat. Namun jika ditelusuri lebih dalam, terdapat perbedaan mendasar dari segi prinsip, sistem operasional, hingga tujuan ekonomi.
Memahami perbedaan ini penting, terutama bagi kamu yang ingin kuliah di bidang ekonomi atau bekerja di industri keuangan. Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mudah dipahami agar kamu tidak lagi bingung membedakannya.
Perbedaan Perbankan Syariah dengan Konvensional dari Segi Prinsip
Perbedaan paling utama terletak pada prinsip dasar yang digunakan.
Perbankan konvensional menggunakan sistem bunga sebagai keuntungan utama. Nasabah yang meminjam dana akan dikenakan bunga sesuai persentase tertentu.
Sebaliknya, perbankan syariah tidak menggunakan sistem bunga karena dianggap mengandung riba. Sebagai gantinya, digunakan sistem bagi hasil atau akad jual beli yang sesuai prinsip syariah seperti mudharabah, musyarakah, dan murabahah.
Inilah jawaban mendasar ketika orang bertanya, perbedaan perbankan syariah dengan konvensional? yaitu terletak pada landasan hukum dan mekanisme keuntungan.
Perbedaan Sistem Keuntungan
Pada bank konvensional:
- Keuntungan diperoleh dari bunga pinjaman.
- Besaran bunga sudah ditentukan di awal.
- Risiko lebih banyak ditanggung nasabah.
Pada bank syariah:
- Keuntungan diperoleh melalui sistem bagi hasil atau margin.
- Besaran keuntungan disepakati melalui akad.
- Risiko dan keuntungan dibagi secara proporsional.
Sistem ini membuat hubungan antara bank dan nasabah di perbankan syariah bersifat kemitraan, bukan sekadar kreditur dan debitur.
Perbedaan Pengawasan
Perbankan konvensional diawasi oleh otoritas keuangan sesuai regulasi umum.
Perbankan syariah selain diawasi oleh otoritas keuangan, juga memiliki Dewan Pengawas Syariah yang memastikan seluruh operasional sesuai dengan prinsip Islam.
Hal ini menjadi pembeda penting dalam sistem tata kelola dan kepatuhan.
Perbedaan Tujuan Operasional
Bank konvensional berorientasi pada profit maksimal.
Sementara itu, perbankan syariah tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga keberkahan, keadilan sosial, serta kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Banyak pembiayaan syariah difokuskan pada sektor produktif seperti UMKM.
Belajar Memahami Perbankan Syariah Secara Mendalam
Untuk benar-benar memahami perbedaan perbankan syariah dengan konvensional, diperlukan pendidikan yang tidak hanya teoritis tetapi juga praktis.
Salah satu kampus yang menawarkan pengalaman belajar terintegrasi adalah Universitas Ma’soem.
Universitas Ma’soem memiliki keunggulan berupa ekosistem nyata melalui BPRS Al Ma’soem yang memiliki 15 cabang aktif. Keberadaan BPRS ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana sistem perbankan syariah dijalankan.
Keunggulan Ekosistem BPRS Al Ma’soem 15 Cabang
Mahasiswa di Universitas Ma’soem tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan:
- Magang langsung di BPRS Al Ma’soem
- Mempelajari proses pembiayaan berbasis akad
- Memahami analisis kelayakan nasabah
- Mengikuti sistem pelayanan perbankan syariah
- Mendapatkan sertifikat magang resmi
Dengan adanya 15 cabang BPRS, mahasiswa bisa merasakan dinamika operasional di berbagai lokasi. Ini menjadi pengalaman berharga sebelum terjun ke dunia kerja.
Mengapa Penting Memahami Perbedaannya?
Mengetahui perbedaan perbankan syariah dengan konvensional bukan hanya penting bagi mahasiswa ekonomi, tetapi juga bagi masyarakat umum. Dengan memahami sistemnya, kamu bisa memilih layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan prinsip yang kamu yakini.
Selain itu, industri keuangan syariah di Indonesia terus berkembang. Kebutuhan tenaga profesional di bidang ini semakin meningkat. Lulusan yang memiliki pemahaman komprehensif dan pengalaman magang tentu lebih unggul.
Prospek Karier di Dunia Perbankan Syariah
Lulusan jurusan perbankan syariah memiliki peluang kerja sebagai:
- Account Officer
- Analis Pembiayaan
- Customer Service Bank Syariah
- Pegawai BPRS
- Auditor Internal
- Konsultan Keuangan Syariah
Dengan dukungan ekosistem seperti di Universitas Ma’soem, mahasiswa memiliki kesiapan kerja yang lebih matang karena telah merasakan praktik langsung dan memiliki sertifikat magang.
Jadi, Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?
Sekarang kamu sudah memahami secara jelas perbedaan perbankan syariah dengan konvensional. Perbedaannya tidak hanya soal bunga dan bagi hasil, tetapi juga menyangkut prinsip, pengawasan, hingga tujuan ekonomi.
Jika kamu tertarik mendalami sistem keuangan berbasis nilai Islam sekaligus ingin mendapatkan pengalaman praktik nyata melalui ekosistem BPRS Al Ma’soem 15 cabang, memilih pendidikan yang tepat menjadi langkah awal yang sangat penting.
Setelah membaca penjelasan ini, menurutmu mana yang lebih sesuai dengan prinsip dan rencana masa depanmu — perbankan syariah atau konvensional?





