24 20260220 120302 0023.jpg

Analisis Minat Mahasiswa terhadap Profesi Guru

Profesi guru sejak lama dikenal sebagai pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Namun, di tengah perkembangan zaman, perubahan sosial, serta kemajuan teknologi, minat mahasiswa terhadap profesi guru mengalami dinamika yang menarik untuk dianalisis. Tidak sedikit mahasiswa yang masih menjadikan guru sebagai cita-cita utama, tetapi ada pula yang memandang profesi ini dengan berbagai pertimbangan baru. Artikel ini membahas analisis minat mahasiswa terhadap profesi guru, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta bagaimana peran perguruan tinggi, khususnya FKIP, dalam menumbuhkan dan menjaga minat tersebut.

Profesi Guru dalam Perspektif Mahasiswa Masa Kini

Bagi sebagian mahasiswa, profesi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian dan panggilan jiwa. Guru dipandang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, pengetahuan, dan masa depan generasi bangsa. Namun, mahasiswa masa kini juga hidup di era yang menawarkan beragam pilihan karier dengan iming-iming penghasilan tinggi, fleksibilitas kerja, dan pengakuan sosial yang luas.

Perubahan cara pandang ini membuat minat mahasiswa terhadap profesi guru tidak lagi bersifat tunggal. Banyak mahasiswa memilih jalur keguruan karena motivasi intrinsik, seperti keinginan mengajar dan berkontribusi pada pendidikan. Di sisi lain, ada juga yang mempertimbangkan faktor eksternal, seperti stabilitas kerja, peluang menjadi ASN, serta jenjang karier yang jelas.

Faktor Internal yang Mempengaruhi Minat Menjadi Guru

Minat mahasiswa terhadap profesi guru sangat dipengaruhi oleh faktor internal. Salah satunya adalah minat dan bakat mengajar. Mahasiswa yang sejak awal memiliki ketertarikan pada dunia pendidikan cenderung lebih mantap memilih profesi guru. Mereka menikmati proses berbagi ilmu, berinteraksi dengan peserta didik, dan melihat perkembangan siswa dari waktu ke waktu.

Selain itu, nilai idealisme dan panggilan jiwa juga berperan penting. Banyak mahasiswa FKIP yang memandang profesi guru sebagai ladang amal jangka panjang. Keinginan untuk menjadi sosok yang bermanfaat dan dikenang oleh murid-muridnya menjadi dorongan kuat yang tidak selalu bisa diukur secara materi.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kepercayaan diri dan persepsi kompetensi. Mahasiswa yang merasa mampu menguasai materi pelajaran, memiliki keterampilan komunikasi yang baik, serta percaya diri tampil di depan kelas akan lebih berminat menekuni profesi guru.

Faktor Eksternal dalam Membentuk Minat Mahasiswa

Selain faktor internal, faktor eksternal juga memengaruhi minat mahasiswa terhadap profesi guru. Lingkungan keluarga sering kali menjadi faktor awal. Mahasiswa yang berasal dari keluarga pendidik cenderung memiliki pandangan positif terhadap profesi guru karena sudah terbiasa melihat realitasnya sejak dini.

Citra profesi guru di masyarakat juga memegang peranan penting. Ketika guru dipandang sebagai profesi terhormat dan memiliki peran strategis, minat mahasiswa cenderung meningkat. Sebaliknya, isu kesejahteraan guru honorer dan tantangan administratif di dunia pendidikan dapat memengaruhi persepsi mahasiswa.

Faktor lainnya adalah kualitas pendidikan di perguruan tinggi. Lingkungan akademik yang suportif, dosen yang inspiratif, serta pengalaman praktik mengajar yang menyenangkan dapat memperkuat minat mahasiswa untuk benar-benar menjadi guru setelah lulus.

Peran FKIP dalam Menumbuhkan Minat Profesi Guru

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) memiliki peran sentral dalam membentuk minat dan kesiapan mahasiswa menjadi guru profesional. Kurikulum yang relevan dengan kebutuhan sekolah, pembekalan pedagogik yang kuat, serta integrasi antara teori dan praktik menjadi kunci utama.

Di Ma’soem University, khususnya di FKIP Ma’soem University, pengembangan minat mahasiswa terhadap profesi guru dilakukan secara sistematis. Mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga dilatih keterampilan mengajar, kemampuan komunikasi, serta pemahaman karakter peserta didik.