Menguasai Standar Industri: Metode Uji Mutu Produk Pangan yang Sering Dipakai di Perkuliahan Universitas Ma’soem

Dalam dunia industri manufaktur makanan, kualitas dan keamanan adalah dua pilar yang tidak bisa ditawar. Jurusan Teknologi Pangan di Universitas Ma’soem hadir untuk mencetak tenaga ahli yang mampu menjamin setiap produk yang sampai ke tangan konsumen memenuhi standar kesehatan dan kelezatan. Terletak di kawasan pendidikan strategis Jatinangor, Universitas Ma’soem membekali mahasiswanya dengan pemahaman mendalam mengenai karakter fisik, kimia, dan biologis bahan pangan. Sejak semester awal, mahasiswa Teknologi Pangan (Tekpang) Ma’soem sudah diperkenalkan dengan berbagai protokol laboratorium yang ketat untuk mengukur mutu sebuah produk.

Di bawah bimbingan dosen yang berpengalaman dan didukung oleh fasilitas laboratorium yang representatif, mahasiswa diajarkan untuk menjadi “detektif pangan” yang mampu menganalisis apakah sebuah produk layak edar atau memerlukan perbaikan formulasi. Penguasaan metode uji mutu ini merupakan kompetensi inti yang membuat lulusan Universitas Ma’soem sangat kompetitif di mata HRD perusahaan Food and Beverage (F&B) nasional.

Pentingnya Uji Mutu Pangan dalam Kurikulum Tekpang

Uji mutu bukan sekadar rutinitas laboratorium, melainkan cara untuk memastikan konsistensi produk. Di Universitas Ma’soem (Masoem University), mata kuliah Analisis Pangan dan Pengendalian Mutu dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa. Tanpa uji mutu yang tepat, perusahaan bisa mengalami kerugian besar akibat produk yang cepat basi atau, yang lebih parah, menyebabkan keracunan masal.

Oleh karena itu, setiap mahasiswa Tekpang Ma’soem wajib menguasai beberapa metode uji mutu standar industri yang sering dipraktikkan selama masa perkuliahan. Berikut adalah daftar metode uji mutu yang menjadi makanan sehari-hari di laboratorium Universitas Ma’soem:


1. Analisis Fisikokimia (Uji Proksimat)

Ini adalah metode dasar namun paling krusial. Mahasiswa diajarkan untuk membedah kandungan nutrisi utama dalam sebuah bahan pangan.

  • Kadar Air: Menggunakan metode pengeringan oven untuk mengetahui seberapa banyak air dalam produk. Ini sangat menentukan masa simpan (keawetan) makanan.
  • Kadar Abu: Untuk mengetahui kandungan mineral dalam bahan pangan.
  • Protein, Lemak, dan Karbohidrat: Mahasiswa belajar menggunakan metode seperti Kjeldahl untuk protein atau Soxhlet untuk ekstraksi lemak.
  • Aplikasi: Data ini nantinya digunakan untuk menyusun tabel Informasi Nilai Gizi yang sering kita lihat pada kemasan makanan.

2. Uji Mikrobiologi Pangan

Keamanan pangan ditentukan oleh absennya bakteri berbahaya. Di laboratorium Universitas Ma’soem, mahasiswa belajar mengidentifikasi keberadaan mikroba.

  • Total Plate Count (TPC): Metode untuk menghitung jumlah total koloni bakteri dalam sebuah sampel.
  • Uji Patogen: Mendeteksi bakteri jahat seperti Salmonella, E. coli, atau Staphylococcus aureus yang bisa menyebabkan penyakit.
  • Aplikasi: Metode ini sangat relevan untuk lulusan yang ingin bekerja di bagian Quality Control (QC) pabrik pengolahan daging, susu, atau minuman dalam kemasan.

3. Uji Organoleptik (Evaluasi Sensori)

Mutu pangan tidak hanya soal nutrisi, tapi juga soal rasa dan selera. Manusia adalah instrumen terbaik untuk menguji hal ini.

  • Uji Hedonik: Mahasiswa mengumpulkan panelis untuk memberikan skor terhadap rasa, warna, aroma, dan tekstur produk.
  • Uji Pembeda (Triangle Test): Digunakan untuk mendeteksi apakah ada perbedaan rasa saat sebuah bahan baku diganti dengan merek lain.
  • Aplikasi: Sangat penting di departemen Research and Development (R&D) untuk memastikan produk baru akan disukai oleh pasar.

4. Uji Fisik (Tekstur dan Warna)

Selain rasa, “tampilan” fisik sebuah makanan sangat menentukan persepsi mutu oleh konsumen.

  • Texture Analyzer: Mengukur tingkat kekenyalan mie, kerenyahan kerupuk, atau kelembutan roti.
  • Colorimeter (Lab):* Menggunakan alat untuk mendapatkan data angka warna yang presisi, sehingga warna saus sambal atau sirup selalu konsisten di setiap batch produksi.
  • Aplikasi: Menjamin konsistensi visual produk agar konsumen tidak merasa kecewa karena tampilan produk yang berbeda-beda.

5. Uji Masa Simpan (Shelf-Life Testing)

Mahasiswa diajarkan cara memprediksi kapan sebuah produk akan mulai mengalami kerusakan.

  • Metode ASLT (Accelerated Shelf Life Testing): Menyimpan produk di suhu ekstrem untuk mempercepat kerusakan, sehingga masa simpan asli bisa dihitung dalam waktu singkat.
  • Aplikasi: Menentukan tanggal “Baik Digunakan Sebelum” (Expired Date) pada kemasan produk.

Fasilitas Laboratorium Universitas Ma’soem yang Mendukung

Keunggulan berkuliah di Universitas Ma’soem adalah ketersediaan alat-alat analisis yang standar dengan industri. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di buku, tetapi memegang langsung alatnya. Hal ini meminimalkan “culture shock” atau kegagalan adaptasi saat mahasiswa melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau mulai bekerja di pabrik besar.

Dosen di Ma’soem University juga menekankan pentingnya dokumentasi riset yang rapi. Setiap hasil uji mutu harus dicatat dalam laporan laboratorium yang sistematis, melatih ketelitian yang menjadi karakter utama seorang ahli teknologi pangan.

Karakter Lulusan: Integritas dalam Pengujian

Sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi di Universitas Ma’soem, mahasiswa ditekankan untuk memiliki kejujuran akademik. Dalam uji mutu pangan, kejujuran adalah harga mati. Seorang lulusan Ma’soem diajarkan untuk tidak memanipulasi data uji. Jika sebuah produk gagal uji mikrobiologi, mereka harus berani melaporkannya demi keamanan konsumen. Karakter jujur dan disiplin inilah yang membuat industri F&B sangat percaya pada kualitas lulusan Universitas Ma’soem.

Metode uji mutu produk pangan yang dipelajari di Universitas Ma’soem dirancang untuk menjawab tantangan nyata di industri. Dengan menguasai analisis fisikokimia, mikrobiologi, hingga evaluasi sensori, mahasiswa disiapkan menjadi profesional yang handal dalam menjaga kualitas pangan nasional.

Ilmu yang didapat di laboratorium Universitas Ma’soem adalah bekal berharga bagi masa depan karier Anda. Menjadi bagian dari Jurusan Teknologi Pangan Ma’soem berarti siap menjadi garda terdepan dalam memastikan makanan yang kita konsumsi sehat, bergizi, dan berkualitas tinggi.