Kuliah di jurusan Agribisnis Universitas Ma’soem bukan cuma soal belajar cara budidaya tanaman atau menghitung dosis pupuk di lahan. Di Universitas Ma’soem, Agribisnis adalah perpaduan antara ilmu alam dan ilmu sosial ekonomi yang menuntut mahasiswanya untuk berwirausaha.
Kampus yang berlokasi di kawasan strategis Bandung-Sumedang ini sangat menekankan pentingnya karakter mandiri dan kemampuan komunikasi bagi para lulusannya. Sebagai mahasiswa Agribisnis, kamu dipersiapkan untuk menjadi jembatan antara petani di desa dengan konsumen atau investor di kota. Namun, untuk bisa menjadi penghubung yang sukses, kamu nggak cukup hanya mengandalkan nilai IPK tinggi. Ada dua soft skill yang bakal jadi penentu karirmu di masa depan: Negosiasi dan Presentasi.
Banyak yang mengira kalau anak pertanian itu kerjanya cuma di sawah dan jarang bicara. Padahal, dunia agribisnis modern adalah dunia negosiasi tingkat tinggi. Mulai dari menawar harga kontrak dengan supplier, meyakinkan perbankan untuk memberi modal, sampai mempresentasikan rencana bisnis di depan investor. Di Universitas Ma’soem, kamu bakal dapet lingkungan yang mendukung buat mengasah kemampuan ini. Tapi, gimana sih cara menguasai kedua skill tersebut agar relevan dengan dunia kerja? Yuk, kita bahas satu per satu.
1. Skill Negosiasi: Bukan Sekadar Tawar-Menawar
Negosiasi dalam agribisnis itu unik. Kamu nggak cuma bicara soal harga, tapi juga soal kepercayaan dan keberlanjutan. Seorang mahasiswa Agribisnis harus bisa menempatkan diri sebagai mitra, bukan sekadar pembeli atau penjual.
- Memahami Keinginan Lawan Bicara: Sebelum mulai nego, kamu harus tahu apa yang dibutuhkan lawan bicara. Misalnya, saat kamu nego dengan petani, mereka mungkin nggak cuma butuh harga tinggi, tapi juga kepastian bahwa hasil panen mereka bakal terserap pasar secara rutin.
- Win-Win Solution: Dalam agribisnis, hubungan itu jangka panjang. Kalau kamu cuma menang sendiri, orang nggak bakal mau kerjasama lagi sama kamu. Belajarlah cara mencari titik tengah yang menguntungkan kedua belah pihak.
- Penguasaan Data: Negosiasi bakal mental kalau kamu nggak punya data. Kamu harus tahu harga pasar saat ini, biaya produksi, sampai risiko gagal panen. Di Universitas Ma’soem, kamu bakal diajarkan cara analisis data ini agar argumenmu kuat saat bernegosiasi.
2. Skill Presentasi: Menjual Ide dengan Percaya Diri
Sehebat apa pun ide bisnismu, kalau kamu nggak bisa menyampaikannya dengan menarik, ide itu cuma bakal jadi tumpukan kertas. Mahasiswa Agribisnis sering banget diminta buat bikin pitching atau presentasi rencana usaha.
- Storytelling yang Menarik: Jangan cuma nampilin tabel dan angka yang ngebosenin. Ceritakan masalah apa yang ada di masyarakat dan gimana bisnis pertanianmu bisa jadi solusinya. Misalnya, ceritakan gimana kamu bisa bantu petani lokal dapet harga lebih adil lewat platform yang kamu buat.
- Visual yang Simpel: Gunakan slide presentasi yang bersih dan nggak banyak teks. Fokuslah pada poin-poin penting. Biarkan kamu yang bicara, bukan audiens yang sibuk baca slide.
- Handling Objection (Menangani Pertanyaan): Presentasi nggak berhenti pas kamu selesai bicara. Sesi tanya jawab adalah bagian paling penting. Kamu harus tenang saat dikritik atau ditanya hal-hal sulit soal risiko bisnismu.
Mengapa Universitas Ma’soem Adalah Tempat yang Pas?
Belajar negosiasi dan presentasi itu nggak bisa cuma lewat buku, harus dipraktikkan. Di Universitas Ma’soem, kamu bakal dapet banyak wadah untuk latihan. Lewat mata kuliah Kewirausahaan dan Manajemen Pemasaran, kamu biasanya ditantang buat presentasi ide bisnis di depan dosen dan teman sekelas.
Nggak cuma itu, lingkungan kampus yang disiplin dan menjunjung tinggi nilai-nilai islami bikin kamu belajar cara berkomunikasi yang santun tapi tetap tegas. Universitas Ma’soem juga aktif mengadakan seminar dan workshop yang menghadirkan praktisi bisnis. Ini kesempatan kamu buat melihat gimana para profesional bernegosiasi dan menyampaikan ide mereka.
Cara Mengasah Skill Ini Selama Masa Kuliah
Buat kamu yang masih merasa pemalu atau grogi kalau bicara di depan orang, jangan khawatir. Semua itu bisa dipelajari. Berikut tips simpelnya:
- Aktif di Organisasi: Ikutlah organisasi seperti HIMAGRI (Himpunan Mahasiswa Agribisnis) atau UKM lainnya. Di organisasi, kamu bakal terbiasa rapat, berargumen, dan mempresentasikan program kerja.
- Sering-sering Turun ke Lapangan: Pas lagi tugas kuliah atau praktikum, coba ajak ngobrol petani atau pemilik UMKM pangan. Latihan nego nggak harus formal, bisa dimulai dengan cara ngajak kerjasama sederhana.
- Latihan di Depan Cermin: Terdengar klasik, tapi efektif. Rekam presentasimu pakai HP, lalu tonton lagi. Kamu bakal tahu di mana bagian yang masih kaku atau kata-kata apa yang sering “belibet”.
- Cari Mentor: Jangan ragu buat minta saran ke dosen di Ma’soem. Mereka punya jam terbang tinggi dan pasti bisa kasih tips gimana cara menghadapi berbagai karakter orang di dunia agribisnis.
Dunia agribisnis masa depan butuh orang yang nggak cuma pinter di lahan, tapi juga jago di meja perundingan. Skill negosiasi dan presentasi adalah tiket kamu buat sukses, baik sebagai pengusaha maupun manajer di perusahaan besar. Sebagai mahasiswa Universitas Ma’soem, kamu punya modal yang kuat dengan karakter disiplin dan dukungan kampus yang oke.
Jadi, jangan cuma fokus sama buku teks ya. Mulailah berani bicara, berani menawarkan ide, dan berani bernegosiasi. Karena di dunia nyata, mereka yang bisa berkomunikasilah yang bakal memenangkan pasar.
Gimana, merasa sudah cukup pede buat presentasi di depan kelas minggu depan? Atau kamu butuh tips cara bikin slide presentasi yang menarik buat tugas Agribisnis? Kasih tahu saya ya, nanti kita bahas bareng-bareng! Mau saya buatkan draf naskah pembukaan presentasi yang keren?





