Memilih jurusan Teknologi Pangan di Universitas Ma’soem adalah sebuah keputusan strategis bagi kamu yang ingin menguasai seluk-beluk industri pangan dari hulu ke hilir. Di Universitas Ma’soem, kamu tidak hanya belajar teori kimia atau mikrobiologi pangan di dalam kelas, tetapi juga langsung terjun ke laboratorium yang representatif untuk mempraktikkan cara mengolah bahan mentah menjadi produk jadi yang berkualitas.
Kampus yang berlokasi di kawasan Jatinangor-Sumedang ini sangat menekankan pentingnya kedisiplinan dan profesionalisme, yang mana kedua hal tersebut merupakan fondasi utama dalam industri pangan. Salah satu tantangan yang sering ditemui mahasiswa saat menjalani praktikum atau tugas kewirausahaan pangan adalah bagaimana menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) yang benar. SOP bukan sekadar tulisan formal, melainkan panduan hidup sebuah produk agar tetap aman, konsisten, dan memenuhi standar kesehatan.
Dalam dunia industri, SOP adalah “kitab suci”. Jika kamu terbiasa menyusun SOP dengan benar sejak duduk di bangku kuliah, kamu akan memiliki nilai tambah yang luar biasa di mata perusahaan saat lulus nanti. Menyusun SOP produksi pangan memang terlihat rumit karena harus mendetail, namun sebenarnya bisa dilakukan dengan cara yang sistematis. Yuk, kita bedah langkah-langkah menyusun SOP produksi pangan yang profesional untuk tugas kuliahmu!
1. Tentukan Tujuan dan Ruang Lingkup (Scope)
Langkah pertama dalam menyusun SOP adalah memperjelas apa yang ingin dicapai. Dalam tugas kuliah, biasanya kamu berfokus pada satu produk tertentu, misalnya pembuatan yoghurt atau keripik buah.
- Tujuan: Menjelaskan mengapa SOP ini dibuat. Contoh: “Untuk memastikan proses pasteurisasi susu dilakukan pada suhu yang tepat guna membunuh bakteri patogen.”
- Ruang Lingkup: Batasi di mana SOP ini berlaku. Apakah hanya di area penerimaan bahan baku, atau mencakup seluruh alur produksi sampai pengemasan?
2. Identifikasi Bahan Baku dan Alat (Resources)
Mahasiswa Teknologi Pangan harus sangat mendetail soal spesifikasi. Jangan hanya menulis “Susu”, tapi tulislah “Susu sapi segar dengan kadar lemak minimal 3%”.
- Alat: List semua alat yang digunakan, mulai dari timbangan analitik hingga mesin pengemas. Pastikan alat-alat tersebut dalam keadaan terkalibrasi dan bersih sesuai standar yang dipelajari di laboratorium Universitas Ma’soem.
Mengapa Universitas Ma’soem Sangat Menekankan Standar Prosedur?
Di Universitas Ma’soem, setiap praktikum yang kamu jalani adalah simulasi dunia kerja. Mengapa dosen selalu cerewet soal urutan kerja? Karena dalam teknologi pangan, salah urutan berarti bencana.
- Keamanan Pangan (Food Safety): Universitas Ma’soem mengintegrasikan konsep halalan thoyyiban. SOP membantu memastikan tidak ada kontaminasi silang antara bahan haram atau bahan berbahaya ke dalam produk pangan.
- Kemandirian Mahasiswa: Dengan adanya SOP yang jelas, mahasiswa dilatih untuk mandiri. Kamu tidak perlu terus-menerus bertanya pada asisten laboratorium karena panduan kerjamu sudah lengkap dan jelas.
- Budaya Industri: Kampus Ma’soem ingin lulusannya tidak kaget saat masuk ke perusahaan besar seperti Nestle atau Indofood yang memiliki ribuan halaman SOP. Terbiasa di kampus berarti siap di industri.
3. Visualisasikan dengan Alur Proses (Flowchart)
Sebelum menulis instruksi panjang lebar, buatlah diagram alir (flowchart). Mengapa? Karena otak manusia lebih cepat memproses gambar. Diagram alir memudahkan pembaca melihat titik kritis dalam produksi, seperti titik di mana suhu harus dikontrol ketat (Critical Control Point/CCP).
4. Tulis Instruksi Kerja secara Detail dan “Actionable”
Inilah inti dari SOP. Gunakan kalimat perintah yang jelas dan tidak bermakna ganda. Hindari kata sifat yang abstrak seperti “Masak sampai matang”. Gantilah dengan data kuantitatif seperti “Panaskan pada suhu 85°C selama 15 menit sambil diaduk konstan”.
- Format: Gunakan poin-poin bernomor agar mudah diikuti.
- Keamanan Kerja: Selipkan instruksi penggunaan APD (Alat Pelindung Diri). Contoh: “Gunakan sarung tangan anti panas saat memindahkan wadah dari autoclave.”
5. Sertakan Langkah Pembersihan dan Sanitasi
Banyak mahasiswa lupa bahwa SOP produksi pangan juga mencakup cara membersihkan alat sebelum dan sesudah dipakai. Dalam Teknologi Pangan, kebersihan adalah bagian dari proses produksi itu sendiri. Jelaskan jenis sanitiser apa yang digunakan dan berapa lama alat harus dikeringkan.
6. Validasi dan Kontrol (Monitoring)
Bagaimana kita tahu SOP tersebut berjalan? Harus ada kolom verifikasi. Dalam tugas kuliah, kamu bisa melampirkan checklist sederhana yang berisi parameter yang harus dicek, seperti warna, tekstur, atau nilai pH produk akhir.
Tips Rahasia Biar SOP Kamu Dapat Nilai A dari Dosen
Menyusun SOP untuk tugas kuliah di Universitas Ma’soem akan lebih maksimal jika kamu memperhatikan hal-hal kecil berikut:
- Gunakan Bahasa yang Mudah Dimengerti: Bayangkan SOP itu akan dibaca oleh orang yang baru pertama kali masuk dapur produksi. Jika mereka paham, berarti SOP-mu bagus.
- Sertakan Foto atau Gambar: Dokumentasikan langkah-langkah praktikummu di lab Ma’soem dan selipkan fotonya di SOP. Ini akan membuat tugasmu terlihat jauh lebih profesional dan otentik.
- Gunakan Istilah Teknis yang Tepat: Meskipun bahasanya sederhana, tetap gunakan istilah ilmiah yang benar (seperti blanching, pasteurization, atau fermentation) untuk menunjukkan bahwa kamu adalah mahasiswa Teknologi Pangan yang kompeten.
- Kaitkan dengan Standar Mutu: Jika memungkinkan, sebutkan bahwa SOP-mu mengacu pada standar tertentu, seperti SNI (Standar Nasional Indonesia) atau HACCP.
Menyusun SOP mungkin terasa membosankan di awal, namun ini adalah “tiket” kamu untuk menjadi ahli teknologi pangan yang handal. Di Universitas Ma’soem, kamu diberikan ruang seluas-luasnya untuk bereksperimen dan belajar dari kesalahan. SOP yang kamu susun dengan rapi untuk tugas kuliah hari ini adalah cerminan dari profesionalismemu di masa depan.
Ingat, produk pangan yang enak bisa dibuat oleh siapa saja, tapi produk pangan yang aman, konsisten, dan berkualitas tinggi hanya bisa diproduksi oleh mereka yang patuh pada standar prosedur yang benar. Jadi, sudah siap menyusun SOP untuk praktikum minggu depan?





