Memahami Regulasi Label Halal & BPOM: Pengetahuan Dasar Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Ma’soem

Memutuskan untuk kuliah di jurusan Teknologi Pangan Universitas Ma’soem adalah langkah awal yang sangat tepat bagi kamu yang ingin menjadi ahli di industri makanan dan minuman. Di Universitas Ma’soem, kamu tidak hanya diajarkan cara mengolah bahan mentah menjadi produk jadi yang lezat dan tahan lama, tetapi juga dibekali dengan pemahaman mendalam tentang standar keamanan dan legalitas pangan.

Kampus yang terletak di kawasan strategis Bandung-Sumedang ini memang dikenal memiliki visi untuk mencetak lulusan yang kompeten dan berakhlakul karimah. Sebagai mahasiswa Tekpang, kamu harus sadar bahwa menciptakan produk yang enak saja tidak cukup; produk tersebut harus legal dan aman. Di sinilah pentingnya memahami regulasi dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan sertifikasi Halal, yang merupakan “tiket masuk” utama bagi produk pangan untuk bisa beredar secara luas di pasar Indonesia.

Banyak mahasiswa yang terlalu asyik di laboratorium melakukan uji organoleptik atau menghitung kadar protein, namun lupa bahwa di dunia industri nanti, urusan label dan izin edar adalah hal pertama yang akan diperiksa. Memahami regulasi BPOM dan sertifikasi Halal bukan hanya urusan bagian hukum perusahaan, melainkan tanggung jawab setiap ahli teknologi pangan. Yuk, kita bedah mengapa pengetahuan dasar ini wajib kamu kuasai selama kuliah di Universitas Ma’soem.


1. Mengapa Label BPOM dan Sertifikasi Halal Sangat Krusial?

Di Indonesia, konsumen sangat kritis terhadap dua hal: keamanan dan keagamaan. Tanpa nomor izin edar BPOM (baik MD untuk industri besar maupun P-IRT untuk skala rumah tangga), produkmu dianggap ilegal dan berbahaya karena belum teruji keamanannya. Sementara itu, dengan UU No. 33 Tahun 2014, sertifikasi Halal kini bersifat wajib bagi banyak produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di Indonesia.

  • Kepercayaan Konsumen: Logo Halal dan nomor BPOM memberikan rasa aman secara psikologis bagi pembeli.
  • Standar Mutu: BPOM memastikan bahwa bahan tambahan pangan (BTP) yang kamu gunakan tidak melebihi ambang batas yang membahayakan kesehatan.
  • Nilai Tambah: Produk dengan sertifikasi lengkap memiliki daya saing lebih tinggi, bahkan berpeluang besar menembus pasar internasional.

2. Mengenal Regulasi BPOM: Standar Keamanan di Tangan Mahasiswa Tekpang

BPOM mengatur segala hal, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga klaim kesehatan pada label. Mahasiswa Tekpang di Universitas Ma’soem harus paham bahwa setiap kata yang tertulis di kemasan ada aturannya.

  • Komposisi: Bahan baku harus ditulis berurutan dari yang paling banyak digunakan. Kamu harus jujur mencantumkan setiap bahan tambahan, termasuk pewarna atau pengawet.
  • Klaim Kesehatan: Kamu tidak boleh sembarangan menulis “Bisa menyembuhkan kanker” jika produkmu hanya berupa minuman jus. BPOM memiliki pedoman ketat mengenai klaim fungsi gizi.
  • Informasi Nilai Gizi (ING): Ini adalah bagian yang paling “Tekpang banget”. Kamu harus menghitung kalori, lemak, protein, dan karbohidrat per sajian. Ilmu kimia pangan yang kamu pelajari di lab Ma’soem akan sangat terpakai di sini.

3. Mengapa Universitas Ma’soem Menjadi Tempat Belajar yang Tepat?

Universitas Ma’soem sangat menekankan prinsip Halalan Thoyyiban (Halal dan Baik). Hal ini sejalan dengan identitas kampus yang menjunjung tinggi nilai-nilai islami dan profesionalisme.

  • Kurikulum yang Relevan: Materi mengenai regulasi pangan biasanya disisipkan dalam mata kuliah seperti Manajemen Mutu Pangan atau Perundang-undangan Pangan.
  • Karakter Disiplin: Di Ma’soem, kamu diajarkan untuk disiplin mengikuti aturan. Kedisiplinan ini sangat penting saat menyusun dokumen pengajuan izin BPOM yang butuh ketelitian tingkat tinggi.
  • Integritas: Sebagai mahasiswa Ma’soem, kamu dididik untuk menjadi pengusaha atau profesional yang jujur. Mematuhi regulasi BPOM bukan untuk menghindari denda, tapi untuk menjaga amanah keselamatan konsumen.

4. Sertifikasi Halal: Lebih dari Sekadar “Tidak Ada Babi”

Sebagai mahasiswa Teknologi Pangan, kamu harus melihat “Halal” dari sisi teknis, bukan sekadar syariat dasar. Ini disebut dengan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).

  • Titik Kritis Halal: Kamu harus mampu mengidentifikasi bahan-bahan yang kritis. Misalnya, apakah sumber mikrobia pada pembuatan yoghurt menggunakan media yang halal? Apakah kuas untuk mengoles roti berasal dari bulu hewan yang haram?
  • Pembersihan Alat: Ilmu sanitasi yang dipelajari di Ma’soem akan membantu kamu memahami prosedur pencucian alat produksi yang memenuhi kaidah syar’i dan teknis kesehatan.
  • Traceability (Ketertelusuran): Kamu harus memastikan setiap bahan tambahan yang dibeli dari supplier memiliki sertifikat halal yang masih berlaku.

5. Tips Persiapan Diri Bagi Mahasiswa Teknologi Pangan Ma’soem

Biar kamu selangkah lebih maju dibanding mahasiswa kampus lain, cobalah lakukan hal-hal praktis berikut ini selama kuliah:

  1. Sering Baca Peraturan BPOM (Perka BPOM): Jangan menunggu tugas dari dosen. Cobalah cari tahu peraturan tentang batas maksimum penggunaan pengawet pada jenis makanan yang sedang kamu teliti di lab.
  2. Amati Label Makanan di Minimarket: Jadikan kunjungan ke toko sebagai sarana belajar. Lihat bagaimana brand besar mencantumkan informasi nilai gizi dan logo halal mereka.
  3. Ikuti Seminar atau Pelatihan Penyelia Halal: Jika ada kesempatan, ikutlah pelatihan sertifikasi. Ini akan menjadi nilai plus luar biasa di CV kamu nanti.
  4. Praktikkan di Proyek Kuliah: Saat kamu membuat inovasi produk pangan untuk tugas kewirausahaan di Universitas Ma’soem, cobalah desain labelnya sesuai standar BPOM. Jangan asal bikin logo yang lucu, tapi pastikan informasinya lengkap.

Memahami regulasi BPOM dan sertifikasi Halal adalah kompetensi wajib yang akan membedakan kamu sebagai “tukang masak” dengan seorang “Ahli Teknologi Pangan”. Di Universitas Ma’soem, kamu diberikan pondasi yang kuat untuk menguasai aspek-aspek ini. Ilmu teknologi pangan tanpa pemahaman regulasi ibarat mobil kencang tanpa surat-surat resmi; bisa lari, tapi berisiko tinggi.

Jadilah lulusan yang tidak hanya inovatif dalam menciptakan rasa, tetapi juga bertanggung jawab dalam menjaga keselamatan dan keyakinan konsumen. Dengan bekal karakter mandiri dan islami dari Universitas Ma’soem, kamu siap menjadi penjaga kualitas pangan di masa depan!