Banyak calon mahasiswa masih penasaran dan bertanya, lulusan manajemen bisnis syariah apakah bisa jadi auditor? Pertanyaan ini sering muncul karena profesi auditor identik dengan jurusan akuntansi. Padahal, di era berkembangnya industri keuangan dan bisnis berbasis syariah, peluang bagi lulusan Manajemen Bisnis Syariah justru semakin terbuka lebar.
Jika kamu sedang mempertimbangkan jurusan ini dan memiliki cita-cita menjadi auditor, artikel ini akan membantu menjawab keraguanmu secara lengkap.
Memahami Peran Auditor di Dunia Bisnis Syariah
Auditor adalah profesional yang bertugas memeriksa dan mengevaluasi laporan keuangan, sistem operasional, serta kepatuhan suatu lembaga terhadap regulasi yang berlaku. Dalam konteks bisnis syariah, auditor tidak hanya memastikan keakuratan laporan keuangan, tetapi juga menilai apakah operasional perusahaan sudah sesuai prinsip syariah.
Karena itu, perusahaan berbasis syariah membutuhkan auditor yang tidak hanya paham angka, tetapi juga memahami fiqih muamalah, akad, serta etika bisnis Islam.
Di sinilah lulusan Manajemen Bisnis Syariah memiliki nilai tambah.
Lulusan Manajemen Bisnis Syariah Apakah Bisa Jadi Auditor?
Jawabannya adalah bisa.
Mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah mempelajari berbagai mata kuliah yang relevan dengan profesi auditor, seperti:
- Akuntansi dasar dan akuntansi syariah
- Manajemen keuangan
- Manajemen risiko
- Tata kelola perusahaan
- Analisis laporan keuangan
- Fiqih muamalah
Kombinasi ini membentuk kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam audit, khususnya di lembaga keuangan dan bisnis berbasis syariah.
Selain itu, auditor tidak selalu harus berasal dari jurusan akuntansi murni. Selama memiliki pemahaman sistem keuangan, kemampuan analisis, dan ketelitian tinggi, lulusan Manajemen Bisnis Syariah tetap memiliki peluang besar.
Jenis Auditor yang Bisa Ditekuni
Jika kamu bertanya lulusan manajemen bisnis syariah apakah bisa jadi auditor, berikut beberapa jalur karier yang bisa dipilih:
Auditor Internal
Bekerja di dalam perusahaan untuk mengawasi sistem operasional dan keuangan.
Auditor Kepatuhan Syariah
Memastikan seluruh transaksi dan kebijakan perusahaan sesuai prinsip syariah.
Auditor Eksternal
Bekerja di kantor akuntan publik yang menangani audit berbagai perusahaan, termasuk lembaga keuangan syariah.
Seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia, kebutuhan auditor dengan latar belakang syariah semakin tinggi.
Peran Kampus dalam Mempersiapkan Auditor Profesional
Menjadi auditor tidak cukup hanya dengan teori. Mahasiswa membutuhkan pengalaman praktik agar memahami sistem bisnis secara nyata.
Salah satu kampus yang mendukung pembelajaran aplikatif adalah Universitas Ma’soem.
Di Universitas Ma’soem, mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah dibekali kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri. Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan studi kasus, diskusi analisis laporan keuangan, serta simulasi manajemen risiko.
Keunggulan lainnya adalah adanya ekosistem BPRS Al Ma’soem yang memiliki 15 cabang. Ini menjadi nilai plus yang tidak dimiliki semua kampus.
Mahasiswa berkesempatan magang langsung di BPRS Al Ma’soem. Dalam program magang ini, mahasiswa dapat belajar:
- Sistem pembiayaan syariah
- Prosedur analisis kelayakan
- Pengendalian internal lembaga
- Penyusunan laporan keuangan
- Evaluasi kepatuhan terhadap prinsip syariah
Pengalaman ini sangat relevan untuk karier auditor karena mahasiswa memahami proses audit dari sudut pandang operasional.
Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan sertifikat magang. Sertifikat ini dapat menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan sebagai auditor.
Keterampilan yang Harus Dimiliki Calon Auditor
Walaupun lulusan manajemen bisnis syariah apakah bisa jadi auditor jawabannya adalah bisa, tetap diperlukan pengembangan keterampilan tambahan.
Beberapa kemampuan penting yang harus dimiliki antara lain:
- Ketelitian tinggi
- Kemampuan analisis data
- Integritas dan objektivitas
- Pemahaman regulasi
- Kemampuan komunikasi yang baik
Di Universitas Ma’soem, mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis dan analitis melalui berbagai tugas proyek dan praktik lapangan. Hal ini membantu membentuk karakter profesional yang dibutuhkan di dunia audit.
Perlukah Sertifikasi Tambahan?
Untuk meningkatkan daya saing, lulusan bisa mengambil sertifikasi profesional seperti sertifikasi auditor internal atau sertifikasi kepatuhan syariah.
Dengan kombinasi gelar Manajemen Bisnis Syariah dan sertifikasi profesional, peluang bekerja sebagai auditor akan semakin besar, baik di perusahaan nasional maupun lembaga keuangan syariah internasional.
Peluang Karier yang Terus Berkembang
Industri perbankan syariah, BPRS, koperasi syariah, hingga fintech syariah membutuhkan auditor untuk menjaga transparansi dan kepercayaan publik. Artinya, peluang karier sebagai auditor tidak hanya terbatas pada bank, tetapi juga di berbagai sektor bisnis berbasis syariah.
Dengan dukungan kurikulum aplikatif, pengalaman magang di BPRS Al Ma’soem yang memiliki 15 cabang, serta sertifikat resmi dari Universitas Ma’soem, lulusan memiliki bekal kuat untuk bersaing di dunia audit.
Jadi, lulusan manajemen bisnis syariah apakah bisa jadi auditor? Tentu bisa. Kuncinya ada pada kesiapan mengasah kompetensi, memanfaatkan peluang magang, dan terus meningkatkan profesionalisme. Jika kamu serius menekuni bidang ini, jalan menuju profesi auditor terbuka lebar dan menjanjikan masa depan yang cerah.





