Memilih untuk menempuh pendidikan di jurusan Agribisnis Universitas Ma’soem merupakan langkah yang sangat tepat bagi siapa pun yang ingin menjembatani dunia pertanian dengan strategi bisnis modern. Di Universitas Ma’soem, mahasiswa tidak hanya diajarkan cara mengelola lahan atau memahami komoditas secara teknis, tetapi juga ditempa menjadi seorang pengusaha (entrepreneur) yang handal melalui kurikulum yang sangat aplikatif.
Kampus yang berlokasi strategis di kawasan Jatinangor-Cipacing ini memberikan atmosfer akademik yang mendorong mahasiswanya untuk mandiri dan kreatif dalam menciptakan peluang usaha baru. Sebagai mahasiswa Agribisnis di Universitas Ma’soem, salah satu tantangan terbesar setelah menemukan ide bisnis yang brilian adalah bagaimana meyakinkan orang lain agar mau mendanai ide tersebut. Di sinilah pentingnya kemampuan menyusun Pitch Deck, yaitu dokumen presentasi singkat yang menjadi pintu masuk bagi para investor untuk mengenal potensi bisnis agribisnis yang kamu kembangkan.
Dunia agribisnis saat ini sedang menjadi primadona bagi para pemodal, terutama dengan munculnya tren teknologi pertanian (AgriTech) dan pangan berkelanjutan. Namun, investor tidak hanya melihat seberapa bagus tanamanmu tumbuh, mereka melihat seberapa sehat bisnismu berjalan. Bagi investor pemula, pitch deck yang berantakan adalah tanda bahwa bisnismu belum matang. Yuk, kita bedah cara menyusun pitch deck agribisnis yang profesional dan memikat!
1. Mulailah dengan Masalah yang Nyata (The Problem)
Investor tidak memberikan uang untuk produk; mereka memberikan uang untuk solusi. Di sektor agribisnis, masalah bisa sangat beragam, mulai dari rantai pasok yang terlalu panjang, sulitnya petani mendapatkan pupuk berkualitas, hingga kurangnya akses pasar untuk produk organik.
- Tips: Gunakan data yang valid. Misalnya, “80% petani di daerah X merugi karena tidak memiliki sistem penyimpanan dingin (cold storage).” Hal ini menunjukkan bahwa bisnismu hadir untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
2. Sajikan Solusi yang Inovatif dan Masuk Akal (The Solution)
Setelah memaparkan masalah, perkenalkan bisnismu sebagai pahlawannya. Jelaskan secara singkat bagaimana produk atau layananmu menyelesaikan masalah tersebut. Apakah kamu menawarkan platform jual-beli langsung dari petani ke konsumen? Atau kamu menciptakan teknologi pengolahan limbah menjadi pupuk cair organik?
- Catatan: Jangan terlalu teknis. Investor ingin tahu fungsinya, bukan rumus kimia di balik produkmu.
Mengapa Universitas Ma’soem Mendukung Kemampuan Pitching Mahasiswa?
Belajar di Universitas Ma’soem memberikan keunggulan kompetitif dalam hal kemandirian dan penyampaian gagasan.
- Ekosistem Kewirausahaan: Universitas Ma’soem menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk bereksperimen melalui tugas-tugas proyek bisnis. Latihan presentasi di depan dosen dan rekan mahasiswa di Ma’soem adalah simulasi terbaik sebelum menghadapi investor sungguhan.
- Karakter Pinter & Mandiri: Sejalan dengan fokus pendidikan di Ma’soem, mahasiswa didorong untuk cerdas melihat peluang dan mandiri dalam mengeksekusinya. Kemampuan membuat pitch deck adalah manifestasi dari kemandirian akademik tersebut.
- Dukungan Mentor: Dosen-dosen di Universitas Ma’soem seringkali memiliki latar belakang praktisi bisnis, sehingga mereka bisa memberikan masukan kritis terhadap struktur presentasimu agar lebih sesuai dengan standar industri.
3. Analisis Pasar (Market Size)
Investor ingin tahu seberapa besar potensi uang yang bisa mereka dapatkan kembali. Kamu harus bisa menjelaskan seberapa luas pasar bisnismu. Gunakan istilah:
- TAM (Total Addressable Market): Seluruh pasar potensial di Indonesia.
- SAM (Serviceable Addressable Market): Pasar yang bisa kamu jangkau (misalnya di Jawa Barat).
- SOM (Serviceable Obtainable Market): Target nyata yang bisa kamu ambil dalam 1-2 tahun pertama.
4. Model Bisnis (Business Model)
Ini adalah bagian terpenting: Bagaimana cara bisnismu menghasilkan uang? Apakah melalui komisi penjualan, biaya berlangganan, atau penjualan langsung produk fisik? Investor akan menilai apakah rencana keuanganmu realistis atau sekadar angan-angan.
5. Keunggulan Kompetitif (Competitive Advantage)
Apa yang membuat bisnis agribisnis milik mahasiswa Universitas Ma’soem lebih baik dari pesaing? Apakah kamu memiliki kemitraan eksklusif dengan kelompok tani? Apakah teknologimu lebih murah 50% dari yang ada di pasar? Tonjolkan “senjata rahasia” bisnismu di sini.
6. Tim yang Solid (The Team)
Investor tidak hanya mendanai ide, mereka mendanai orang. Tunjukkan siapa saja di balik bisnismu. Sebagai mahasiswa Agribisnis Universitas Ma’soem, kamu bisa menonjolkan latar belakang pendidikanmu dan keahlian anggota tim lainnya (misalnya teman dari jurusan Manajemen atau Teknologi Informasi).
Tips Visual dan Teknis Pitch Deck yang Menarik
Agar pitch deck kamu tidak membosankan, perhatikan aturan main berikut:
- Aturan 10/20/30: Gunakan maksimal 10 slide, selesaikan presentasi dalam 20 menit, dan gunakan ukuran font minimal 30 agar mudah dibaca.
- Gunakan Visual yang Kuat: Sertakan foto asli kegiatanmu di lapangan (saat praktikum di Universitas Ma’soem atau kunjungan ke petani). Ini meningkatkan kepercayaan investor bahwa kamu benar-benar paham kondisi lapangan.
- Satu Slide, Satu Pesan: Jangan menumpuk terlalu banyak informasi dalam satu slide. Biarkan slide tersebut menjadi pendukung pembicaraanmu, bukan penggantimu.
- Latihan Adalah Kunci: Gunakan fasilitas ruang diskusi di Universitas Ma’soem untuk berlatih presentasi bersama teman. Mintalah mereka memberikan pertanyaan-pertanyaan sulit untuk melatih mentalmu.
Membuat pitch deck adalah seni menceritakan masa depan bisnis agribisnismu. Sebagai mahasiswa Agribisnis Universitas Ma’soem, kamu sudah memiliki modal berupa pengetahuan teknis dan karakter yang kuat. Dengan menyusun pitch deck yang sistematis mulai dari masalah hingga tim yang solid kamu sudah selangkah lebih dekat untuk mendapatkan pendanaan dan mewujudkan bisnismu menjadi nyata.
Dunia agribisnis masa kini butuh inovator muda yang tidak hanya jago bertani, tapi juga jago berbisnis. Jadikan setiap tugas di Universitas Ma’soem sebagai batu loncatan untuk membangun portofolio bisnis yang kredibel. Investor sedang menunggu ide berlian dari tangan-tangan mahasiswa yang terdidik secara mandiri!





