Banyak calon mahasiswa yang tertarik masuk jurusan perbankan syariah, tetapi masih ragu karena satu pertanyaan klasik Perbankan Syariah apakah harus bisa bahasa arab? Kekhawatiran ini cukup wajar, mengingat istilah-istilah dalam sistem keuangan syariah memang banyak menggunakan bahasa Arab seperti mudharabah, murabahah, atau musyarakah.
Namun, apakah benar harus fasih berbahasa Arab untuk bisa kuliah dan sukses di jurusan ini? Jawabannya tidak sesulit yang dibayangkan.
Perbankan Syariah Apakah Harus Bisa Bahasa Arab?
Secara umum, tidak ada syarat wajib harus bisa bahasa Arab sebelum masuk jurusan Perbankan Syariah. Mahasiswa akan mempelajari istilah dan konsep ekonomi Islam secara bertahap selama masa perkuliahan.
Bahasa Arab dalam konteks perbankan syariah lebih banyak digunakan sebagai istilah teknis, bukan percakapan sehari-hari. Misalnya, istilah murabahah merujuk pada akad jual beli dengan margin keuntungan, sedangkan mudharabah adalah akad kerja sama bagi hasil. Mahasiswa cukup memahami makna dan mekanismenya, bukan harus mahir berbicara bahasa Arab secara aktif.
Dengan sistem pembelajaran yang terstruktur, mahasiswa akan dibimbing memahami konsep tersebut tanpa tekanan harus menguasai tata bahasa Arab secara mendalam.
Fokus Utama Jurusan Perbankan Syariah
Jurusan Perbankan Syariah lebih menitikberatkan pada:
- Analisis pembiayaan
- Manajemen risiko
- Operasional lembaga keuangan
- Akuntansi syariah
- Hukum ekonomi Islam
- Strategi bisnis keuangan
Perkembangan industri ini didukung oleh regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan dan kebijakan moneter Bank Indonesia. Artinya, kompetensi yang dibutuhkan lebih kepada kemampuan analisis, manajemen, dan pemahaman sistem keuangan, bukan kemampuan bahasa Arab secara aktif.
Mahasiswa tetap akan mendapatkan dasar-dasar pemahaman istilah Arab dalam ekonomi Islam, tetapi semuanya diajarkan secara aplikatif dan mudah dipahami.
Keunggulan Perbankan Syariah di Universitas Ma’soem
Jika kamu masih bertanya Perbankan Syariah apakah harus bisa bahasa arab, penting juga melihat bagaimana sistem pembelajaran di kampus pilihanmu.
Di Universitas Ma’soem, jurusan Perbankan Syariah dirancang dengan pendekatan praktis dan relevan dengan kebutuhan industri. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga memiliki akses ke ekosistem BPRS Al Ma’soem yang telah memiliki 15 cabang.
Keunggulan ini memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa melalui:
- Program magang di BPRS Al Ma’soem
- Keterlibatan dalam analisis pembiayaan
- Pembelajaran operasional lembaga keuangan syariah
- Sertifikat magang resmi sebagai nilai tambah
Dengan praktik langsung, mahasiswa lebih fokus pada penerapan sistem perbankan syariah dalam dunia kerja. Istilah bahasa Arab dipahami sebagai bagian dari akad dan produk, bukan sebagai mata pelajaran bahasa yang kompleks.
Di Universitas Ma’soem, dosen membimbing mahasiswa memahami konsep ekonomi Islam secara sistematis, sehingga siapa pun yang memiliki minat dan kemauan belajar dapat mengikuti perkuliahan dengan baik.
Skill yang Lebih Dibutuhkan daripada Bahasa Arab
Dalam dunia kerja perbankan syariah, kemampuan yang lebih dibutuhkan antara lain:
- Ketelitian dalam menganalisis data
- Kemampuan komunikasi dengan nasabah
- Pemahaman manajemen risiko
- Integritas dan etika profesional
- Kemampuan membaca laporan keuangan
Kemampuan bahasa Arab memang bisa menjadi nilai tambah, terutama untuk memahami literatur klasik atau kajian mendalam. Namun, itu bukan syarat utama untuk sukses.
Banyak profesional perbankan syariah yang tidak memiliki latar belakang pendidikan bahasa Arab, tetapi tetap sukses karena menguasai aspek manajerial dan analitis.
Peluang Karier Lulusan Perbankan Syariah
Dengan bekal kompetensi yang tepat, lulusan Perbankan Syariah memiliki peluang karier yang luas, seperti:
- Analis pembiayaan
- Account officer
- Staf operasional bank syariah
- Auditor internal
- Konsultan keuangan syariah
Ekosistem industri yang terhubung langsung dengan BPRS Al Ma’soem di Universitas Ma’soem memberikan pengalaman nyata yang memperkuat kesiapan kerja mahasiswa. Sertifikat magang yang diperoleh juga menjadi nilai tambah dalam persaingan dunia kerja.
Pada akhirnya, Perbankan Syariah apakah harus bisa bahasa arab? Jawabannya tidak wajib. Yang lebih penting adalah kemauan belajar, kemampuan analisis, serta pemahaman prinsip ekonomi syariah. Dengan dukungan kurikulum yang aplikatif dan pengalaman praktik industri di Universitas Ma’soem, siapa pun bisa menempuh jurusan ini tanpa harus takut tidak bisa bahasa Arab. Yang terpenting adalah komitmen untuk berkembang dan siap menghadapi peluang besar di industri keuangan syariah.





