Tertarik Masuk Manajemen Bisnis Syariah Tapi Belum Bisa Bahasa Arab? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Banyak calon mahasiswa yang ingin kuliah di jurusan berbasis ekonomi Islam sering bertanya manajemen bisnis Syariah apakah harus bisa bahasa arab? Pertanyaan ini cukup sering muncul karena adanya anggapan bahwa semua jurusan berlabel “syariah” identik dengan penggunaan bahasa Arab secara aktif.

Padahal, realitanya tidak sesederhana itu. Jika kamu tertarik mengambil jurusan Manajemen Bisnis Syariah, penting memahami bagaimana sistem pembelajaran dan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan di dunia kerja.

Manajemen Bisnis Syariah Apakah Harus Bisa Bahasa Arab?

Jawaban singkatnya tidak harus. Mahasiswa tidak diwajibkan sudah bisa bahasa Arab sebelum masuk jurusan ini. Bahasa Arab dalam konteks Manajemen Bisnis Syariah lebih banyak digunakan sebagai istilah atau terminologi ekonomi Islam, bukan sebagai bahasa komunikasi sehari-hari dalam perkuliahan.

Misalnya, kamu akan mengenal istilah seperti mudharabah, musyarakah, murabahah, dan ijarah. Namun, yang dipelajari bukan tata bahasa Arabnya, melainkan konsep akad, mekanisme kerja sama, serta penerapannya dalam bisnis modern.

Dengan kata lain, fokus utama jurusan ini adalah manajemen, strategi bisnis, analisis keuangan, dan kewirausahaan berbasis syariah, bukan pendalaman bahasa Arab secara linguistik.

Fokus Pembelajaran di Manajemen Bisnis Syariah

Dalam jurusan Manajemen Bisnis Syariah, mahasiswa mempelajari berbagai bidang penting seperti:

  • Manajemen strategis
  • Manajemen keuangan syariah
  • Analisis laporan keuangan
  • Kewirausahaan
  • Manajemen sumber daya manusia
  • Hukum ekonomi Islam

Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia yang didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan dan kebijakan dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga profesional di bidang ini terus meningkat.

Artinya, kompetensi yang dibutuhkan lebih kepada kemampuan analisis, manajerial, serta pemahaman prinsip syariah dalam praktik bisnis. Bahasa Arab menjadi pelengkap dalam memahami istilah, bukan keahlian utama yang wajib dikuasai sejak awal.

Keunggulan Manajemen Bisnis Syariah di Universitas Ma’soem

Bagi kamu yang masih ragu manajemen bisnis Syariah apakah harus bisa bahasa arab, penting juga melihat bagaimana sistem pembelajaran di kampus pilihan.

Di Universitas Ma’soem, jurusan Manajemen Bisnis Syariah dirancang dengan pendekatan aplikatif dan sesuai kebutuhan industri. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata melalui ekosistem BPRS Al Ma’soem yang memiliki 15 cabang.

Keunggulan ini memberikan peluang bagi mahasiswa untuk:

  • Magang langsung di BPRS Al Ma’soem
  • Terlibat dalam analisis pembiayaan
  • Memahami manajemen operasional lembaga keuangan
  • Mendapatkan sertifikat magang resmi

Pengalaman praktik ini jauh lebih menentukan kesiapan kerja dibandingkan sekadar kemampuan bahasa. Mahasiswa dilatih berpikir strategis, menganalisis masalah bisnis, dan menyusun solusi yang sesuai prinsip syariah.

Di Universitas Ma’soem, dosen juga membimbing mahasiswa memahami konsep ekonomi Islam secara bertahap. Jadi, tidak perlu khawatir jika belum memiliki latar belakang bahasa Arab.

Skill yang Lebih Dibutuhkan di Dunia Kerja

Dalam dunia kerja, terutama di sektor bisnis dan keuangan syariah, kemampuan yang lebih dibutuhkan antara lain:

  • Analisis bisnis dan keuangan
  • Problem solving
  • Komunikasi profesional
  • Kepemimpinan
  • Integritas dan etika kerja

Kemampuan bahasa Arab bisa menjadi nilai tambah, terutama jika ingin mendalami literatur klasik atau bekerja di lembaga internasional. Namun, untuk karier di perusahaan, perbankan, maupun menjadi entrepreneur, yang lebih penting adalah pemahaman sistem dan kemampuan manajerial.

Lulusan Manajemen Bisnis Syariah memiliki peluang karier sebagai:

  • Manajer operasional
  • Konsultan bisnis syariah
  • Business development
  • Analis strategi
  • Entrepreneur berbasis halal

Semua posisi tersebut lebih mengutamakan kemampuan analisis dan strategi dibandingkan kefasihan bahasa Arab.

Jadi, Perlukah Khawatir?

Jika kamu memiliki minat di dunia bisnis dan ingin mengembangkan usaha berbasis nilai Islam, jurusan ini sangat relevan. Tidak bisa bahasa Arab bukan penghalang untuk sukses di Manajemen Bisnis Syariah.

Yang terpenting adalah kemauan belajar, kemampuan berpikir logis, serta komitmen untuk memahami prinsip ekonomi syariah secara menyeluruh. Dengan dukungan kurikulum yang relevan dan kesempatan magang di ekosistem BPRS Al Ma’soem, Universitas Ma’soem memberikan pengalaman nyata yang memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

Pada akhirnya, manajemen bisnis Syariah apakah harus bisa bahasa arab? Jawabannya tidak wajib. Bahasa Arab hanyalah bagian dari istilah dan konsep yang akan dipelajari secara bertahap. Yang lebih utama adalah kemampuan manajerial, analisis, dan strategi bisnis yang akan menjadi bekal utama dalam membangun karier profesional di industri ekonomi syariah yang terus berkembang.