678f572d1736c34768be1aaf Screenshot 2025 01 21 at 08.13.26

Rahasia di Balik ‘Food Styling’: Cara Anak Teknologi Pangan Bikin Makanan Sehat Terlihat Menggiurkan

Pernah nggak kamu merasa lapar tiba-tiba cuma karena melihat foto burger yang terlihat sangat juicy atau minuman buah yang warnanya segar banget di media sosial? Padahal, aslinya makanan tersebut mungkin adalah makanan sehat yang biasanya punya reputasi “rasanya hambar” atau “tampilannya membosankan”. Nah, di situlah keajaiban terjadi. Di jurusan Teknologi Pangan Universitas Ma’soem, kita belajar bahwa makanan itu nggak cuma soal rasa dan gizi, tapi juga soal visual yang menggugah selera.

Kuliah di Universitas Ma’soem itu seru banget karena kamu nggak cuma berkutat di lab kimia, tapi juga diajak buat jadi pribadi yang mandiri dan disiplin dalam menciptakan inovasi produk yang menarik secara estetika. Kampus yang lokasinya strategis di Jatinangor-Cipacing ini menyiapkan mahasiswanya untuk punya sense of art dalam dunia pangan. Dengan karakter disiplin yang ditempa selama kuliah, lulusan Universitas Ma’soem bakal punya ketelitian luar biasa untuk memastikan bahwa makanan sehat pun bisa terlihat sangat menggiurkan di mata konsumen.

Dunia food styling mungkin terdengar seperti dunianya para fotografer, tapi di balik itu semua, ada peran besar seorang teknolog pangan. Yuk, kita bongkar rahasia gimana cara bikin makanan sehat jadi terlihat seperti hidangan bintang lima!


1. Memainkan Tekstur dan Warna Alami

Salah satu masalah makanan sehat, seperti sayuran rebus atau jus murni, adalah warnanya yang gampang pudar kalau salah proses. Di sinilah ilmu teknologi pangan bekerja.

  • Teknik Blanching: Anak Tekpang Universitas Ma’soem tahu rahasia supaya sayuran tetap terlihat hijau menyala. Dengan teknik pemanasan singkat lalu langsung direndam air es, warna klorofil tetap terjaga dan teksturnya tetap renyah (crunchy). Di foto, sayur yang segar begini bakal terlihat jauh lebih enak daripada sayur yang layu kecokelatan.
  • Anti-Oksidasi: Kamu tahu kan kalau apel atau alpukat dipotong lama-lama jadi cokelat? Teknolog pangan punya trik alami, misalnya pakai perasan jeruk nipis atau vitamin C, supaya warna buah tetap cerah saat dipotret. Ini butuh kedisiplinan dalam mengatur waktu supaya produk tetap “siap kamera”.

2. Rahasia di Balik “Glow” dan Kesegaran

Pernah lihat embun di gelas minuman atau efek mengkilap di permukaan buah? Itu nggak selalu pakai bahan kimia berbahaya, lho.

  • Glycerin dan Air: Untuk bikin efek embun yang nggak gampang lari di gelas, teknolog pangan sering pakai campuran air dan glycerin. Ini bikin butiran air tetap bulat sempurna dan terlihat sangat dingin meski suhunya sebenarnya biasa saja.
  • Minyak Nabati: Supaya potongan daging sehat atau sayuran terlihat lembap dan segar (nggak kering), sedikit olesan minyak nabati bisa memberikan efek pantulan cahaya yang pas di depan kamera. Kemandirian dalam bereksperimen dengan bahan-bahan di lab Ma’soem bakal bikin kamu jago nemuin trik-trik kecil kayak gini.

Mengapa Belajar Food Styling di Universitas Ma’soem Jadi Lebih Asyik?

Belajar estetika pangan di Universitas Ma’soem itu punya nilai tambah karena fokus pada keseimbangan antara fungsi dan rupa.

  • Kemandirian dalam Inovasi: Kamu didorong untuk nggak cuma ikut resep yang sudah ada. Ingin bikin selai rendah gula tapi warnanya tetap cantik? Kamu bebas bereksperimen di laboratorium dengan bimbingan dosen yang asyik.
  • Kedisiplinan Standar Produk: Di Ma’soem, kamu diajarkan bahwa visual itu penting, tapi keamanan pangan nomor satu. Kedisiplinan ini penting supaya saat kamu melakukan food styling, kamu tetap menggunakan bahan-bahan yang aman dan sesuai standar industri.
  • Networking dengan Anak Desain/IT: Karena Universitas Ma’soem punya lingkungan mahasiswa yang beragam, kamu bisa kolaborasi dengan teman-teman yang jago desain atau fotografi buat bikin portofolio produk pangan yang makin keren.

3. Struktur dan Volume: Rahasia Makanan Tetap “Tegak”

Makanan sehat seringkali punya struktur yang lembek. Contohnya, puding buah atau roti gandum.

  • Pemanfaatan Hidrokoloid: Kamu bakal belajar soal agar-agar, karagenan, atau pektin. Bahan-bahan ini fungsinya bukan cuma buat tekstur di lidah, tapi juga buat menjaga bentuk makanan supaya tetap kokoh saat ditata.
  • Trik Penyangga: Kadang di dalam tumpukan salad yang terlihat penuh, ada “rahasia” penyangga supaya sayurannya nggak kempes. Ini butuh kreativitas mandiri buat mengakali penampilan tanpa mengubah esensi makanannya.

4. Pencahayaan dan Sudut Pandang (Angle)

Meskipun ini ranah fotografi, anak Teknologi Pangan harus paham angle mana yang menonjolkan keunggulan produknya.

  • Highlight Nutrisi: Kalau produk unggulanmu adalah “keripik buah tanpa goreng”, kamu harus tahu gimana cara menonjolkan tekstur pori-pori buahnya supaya terlihat renyah tanpa harus berminyak.
  • Storytelling Visual: Mahasiswa Ma’soem diajarkan buat punya narasi. Misalnya, menyertakan bahan baku asli di samping produk jadi untuk mempertegas kesan “sehat dan alami”.

5. Peluang Karier: Lebih dari Sekadar Kerja di Pabrik

Jago food styling dan paham teknologi pangan itu kombinasi maut buat karier masa depan.

  • Food Developer & Marketer: Kamu bisa kerja di perusahaan besar buat bantu mereka bikin iklan produk baru yang jujur tapi tetap menarik.
  • Influencer Edukasi Pangan: Kamu bisa bangun personal brand secara mandiri dengan berbagi tips cara masak sehat yang tampilannya estetik.
  • Entrepreneur Kuliner Sehat: Punya bisnis katering sehat tapi fotonya sekelas resto bintang lima? Dijamin cuan bakal ngalir deras!

Kesimpulannya, kuliah di Teknologi Pangan Universitas Ma’soem itu bakal ngebuka mata kamu kalau sains dan seni itu bisa jalan bareng. Dengan modal kemandirian buat terus eksplorasi dan disiplin dalam menjaga kualitas, kamu bisa mengubah persepsi orang tentang makanan sehat. Dari yang tadinya dianggap membosankan, jadi sesuatu yang sangat diinginkan lewat sentuhan food styling yang cerdas.

Pertanian dan pangan Indonesia butuh anak muda yang nggak cuma jago bikin makanan sehat, tapi juga jago “menjualnya” lewat visual yang memukau. Jadi, siap buat bikin produk pangan sehatmu jadi pusat perhatian? Bersama Universitas Ma’soem, kamu bisa jadi ilmuwan pangan yang kreatif!