Siapa bilang membangun bisnis rintisan atau startup harus menunggu sampai ijazah di tangan? Di era ekonomi kreatif tahun 2026 ini, bangku kuliah justru menjadi inkubator terbaik untuk menetaskan ide-ide gila yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Bagi mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan dan Agribisnis Universitas Ma’soem (Masoem University), peluang ini terbuka sangat lebar.
Berada di lingkungan strategis Jatinangor yang dinamis, mahasiswa Ma’soem didorong untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta solusi di sektor pangan. Membangun startup pangan dari nol memang menantang, namun dengan bekal ilmu sains pangan dan strategi bisnis yang didapat di kampus, Anda punya modal yang lebih dari cukup untuk mencuri start dan mengubah ide menjadi “cuan” bahkan sebelum toga tersemat di kepala.
Mengapa Startup Pangan Adalah Peluang Emas Mahasiswa?
Industri pangan adalah sektor yang tidak akan pernah mati. Dari tren healthy food, frozen food yang praktis, hingga inovasi food waste yang ramah lingkungan, pilihannya sangat luas. Di Universitas Ma’soem, mahasiswa dibekali ilmu tentang keamanan pangan, formulasi, hingga analisis rantai pasok. Menggabungkan ilmu ini dengan kreativitas khas anak muda adalah resep sempurna untuk menjawab kebutuhan konsumen masa kini yang semakin kritis dan selektif.
5 Langkah Mengembangkan Startup Pangan Sejak Kuliah
1. Temukan “Pain Point” di Sekitar Kampus
Startup yang sukses adalah yang mampu menyelesaikan masalah nyata. Perhatikan lingkungan sekitar Kampus Ma’soem atau tren gaya hidup mahasiswa di Jatinangor. Apakah teman-teman Anda sulit menemukan camilan sehat yang ramah di kantong? Ataukah banyak potensi hasil tani lokal di daerah Cipacing yang belum diolah secara maksimal?
Tips: Jadikan tugas kuliah Anda di Agribisnis atau Teknologi Pangan sebagai ajang riset pasar. Masalah yang Anda temukan saat praktikum adalah cikal bakal ide produk yang paling dicari orang.
2. Validasi Ide dengan Prototyping (MVP)
Jangan langsung bermimpi memiliki pabrik besar. Mulailah dengan Minimum Viable Product (MVP). Gunakan fasilitas laboratorium di Universitas Ma’soem untuk melakukan percobaan skala kecil. Misalnya, jika Anda ingin membuat minuman probiotik dari buah lokal, uji rasanya dan ketahanan simpannya di lab. Mintalah teman sejurusan atau dosen untuk menjadi panelis uji rasa. Masukan jujur mereka sangat berharga untuk menyempurnakan produk sebelum dipasarkan secara luas.
3. Manfaatkan Inkubator Bisnis dan Mentor Dosen
Salah satu keuntungan besar kuliah di Universitas Ma’soem adalah akses terhadap dosen-dosen yang merupakan praktisi dan akademisi berpengalaman. Jangan sungkan untuk berkonsultasi mengenai rencana bisnis (business plan) Anda. Mentor akan membantu Anda melihat celah yang mungkin terlewatkan, seperti perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang kurang tepat atau strategi legalitas seperti sertifikasi Halal dan BPOM yang sangat krusial bagi startup pangan.
4. Digitalisasi dan Storytelling Produk
Mahasiswa generasi Z identik dengan teknologi. Gunakan media sosial untuk membangun narasi produk Anda. Ceritakan proses di balik layar (behind the scenes) saat Anda melakukan riset di laboratorium Ma’soem. Konsumen tahun 2026 tidak hanya membeli produk, mereka membeli “cerita” dan “nilai”. Branding yang kuat dan transparan akan membuat produk Anda terlihat lebih profesional dan terpercaya dibandingkan kompetitor.
5. Kelola Waktu dengan Prinsip “Agripreneur”
Tantangan terbesar mahasiswa adalah membagi waktu antara laporan praktikum yang menumpuk dengan operasional bisnis. Gunakan prinsip manajemen yang dipelajari di kelas Agribisnis. Tentukan jadwal yang disiplin dan jangan ragu untuk berkolaborasi. Membangun tim dengan teman lintas jurusan di Ma’soem (misalnya menggandeng anak Manajemen atau Perbankan Syariah) bisa menjadi strategi jitu untuk memperkuat sisi finansial bisnis Anda.
Dukungan Lingkungan Universitas Ma’soem
Universitas Ma’soem sangat mendukung jiwa kewirausahaan mahasiswanya melalui filosofi “Cageur, Bageur, Pinter”. Menjadi Pinter berarti cerdas menangkap peluang bisnis, namun tetap Bageur berarti berbisnis dengan integritas serta kejujuran dalam menjaga kualitas pangan. Jatinangor sebagai pusat pendidikan juga menjadi pasar yang sangat potensial untuk mencoba produk pertama Anda. Ribuan mahasiswa dari berbagai penjuru adalah target konsumen yang siap memberikan umpan balik instan.
Selain itu, fasilitas riset yang memadai di Ma’soem University menyediakan akses data yang luas, sehingga bisnis yang Anda bangun bukan sekadar “ikut-ikutan tren”, melainkan bisnis berbasis riset (research-based business) yang memiliki daya tahan kuat di pasar.
Membangun startup pangan dari bangku kuliah adalah cara terbaik untuk mempraktikkan teori secara nyata. Anda akan belajar tentang kegagalan, inovasi, dan strategi bertahan lebih cepat dibandingkan teman sebaya lainnya. Dengan dukungan ilmu dari Universitas Ma’soem, ide sederhana yang lahir dari diskusi di kantin atau sela-sela praktikum bisa berubah menjadi perusahaan pangan besar yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Jangan menunggu lulus untuk sukses. Ambillah risiko, lakukan riset, dan mulailah revolusi pangan Anda dari kampus tercinta.





