Hitung-hitungan dalam Manajemen Bisnis Syariah berbeda dengan bisnis konvensional karena selalu berlandaskan prinsip syariah yang menekankan keadilan, transparansi, dan kehalalan setiap transaksi. Mahasiswa jurusan ini mempelajari strategi bisnis, evaluasi risiko, perhitungan margin keuntungan, dan perancangan produk sesuai akad syariah. Perhitungan menjadi alat penting untuk memastikan bisnis berjalan etis dan profesional.
Perencanaan dan Evaluasi Bisnis
Mahasiswa belajar menghitung modal, biaya operasional, proyeksi keuntungan, dan evaluasi risiko. Dalam model bagi hasil atau musyarakah, perhitungan digunakan untuk menentukan proporsi keuntungan yang adil bagi semua pihak. Hitung-hitungan juga mencakup estimasi biaya produksi, harga jual, dan proyeksi arus kas agar bisnis tetap sehat dan berkelanjutan.
Keuangan dan Akuntansi Syariah
Setiap transaksi dicatat sesuai prinsip akuntansi syariah. Perhitungan diperlukan untuk menyusun laporan keuangan, menilai profitabilitas, dan memantau arus kas. Mahasiswa belajar menghitung nisbah bagi hasil, margin keuntungan pembiayaan, serta mengevaluasi akad agar setiap transaksi memenuhi ketentuan halal dan adil.
Analisis Produk dan Layanan
Perhitungan dilakukan untuk menilai potensi pasar, biaya produksi, dan margin keuntungan produk. Analisis ini membantu perusahaan syariah membuat keputusan bisnis yang menguntungkan dan tetap sesuai prinsip halal. Hitung-hitungan mencakup estimasi pendapatan, biaya operasional, serta evaluasi risiko usaha agar produk tetap kompetitif dan layak dijalankan.
Karakter yang Cocok untuk Jurusan
Jurusan ini sesuai untuk mahasiswa yang senang bekerja dengan angka dan analisis data, teliti, disiplin, serta peduli pada prinsip halal dan etika bisnis. Baik introvert maupun ekstrovert dapat berkembang, karena ada posisi analisis maupun manajemen yang membutuhkan karakter berbeda. Kemampuan hitung-hitungan menjadi kunci untuk menempati posisi analis, auditor, manajer risiko, atau staf operasional di institusi keuangan syariah.
Studi di Universitas Ma’soem
Di Universitas Ma’soem, jurusan Manajemen Bisnis Syariah menyeimbangkan teori dan praktik. Mahasiswa mempelajari manajemen keuangan, hukum bisnis Islam, akuntansi syariah, manajemen risiko, dan strategi bisnis. Kurikulum mencakup studi kasus bisnis syariah, simulasi transaksi, perhitungan margin keuntungan, dan analisis laporan keuangan. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep tetapi juga mampu melakukan perhitungan sesuai prinsip syariah.
Magang di BPRS Al Ma’soem
Mahasiswa dapat magang di BPRS Al Ma’soem dengan 15 cabang, langsung menerapkan hitung-hitungan:
- Menghitung margin keuntungan pembiayaan syariah
- Menyusun laporan keuangan dan evaluasi akad
- Analisis risiko bisnis dan bagi hasil
- Mengikuti audit internal dan prosedur kepatuhan
Magang memberikan pengalaman praktis dan sertifikat resmi, memperkuat kompetensi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.
Peluang Karier Lulusan
Lulusan Manajemen Bisnis Syariah dapat bekerja di:
- Bank syariah sebagai analis keuangan, manajer risiko, auditor, staf operasional
- Fintech syariah sebagai pengembang produk, analis bisnis, manajemen risiko
- Perusahaan investasi halal sebagai analis investasi atau manajemen portofolio
- Lembaga pengawas keuangan sebagai auditor dan staf kepatuhan
Kemampuan hitung-hitungan yang matang dan pemahaman prinsip syariah mempersiapkan lulusan menghadapi tantangan industri keuangan yang terus berkembang.
Hitung-Hitung Sebagai Kunci Profesionalisme
Perhitungan bukan sekadar angka, tetapi bagian dari analisis, evaluasi, dan pengambilan keputusan yang etis dan profesional. Mahasiswa menguasai perhitungan modal, biaya operasional, margin, dan risiko, menjadi bekal menilai kelayakan bisnis dan keberhasilan produk keuangan.
Di Universitas Ma’soem, mahasiswa belajar menggunakan software keuangan syariah, menyusun laporan akuntansi sesuai prinsip halal, dan menganalisis berbagai skenario bisnis untuk mengantisipasi risiko. Semua keterampilan ini menyiapkan mahasiswa menjadi profesional kompeten dan siap menghadapi tantangan di dunia bisnis syariah yang terus berkembang.





