Perbankan Syariah Apakah Wajib Menguasai Bahasa Arab Agar Sukses!

Perbankan syariah kini menjadi sektor yang semakin berkembang di Indonesia. Banyak mahasiswa tertarik untuk menekuni bidang ini, tetapi muncul pertanyaan penting: Perbankan Syariah apakah harus bisa bahasa Arab? Pertanyaan ini wajar karena istilah dan literatur syariah banyak berasal dari bahasa Arab, namun apakah kemampuan bahasa Arab menjadi syarat mutlak untuk berkarier di perbankan syariah?

Salah satu institusi pendidikan yang membekali mahasiswa dengan pemahaman teori dan praktik perbankan syariah adalah Universitas Ma’soem. Di universitas ini, jurusan Perbankan Syariah menyediakan kurikulum lengkap yang menggabungkan pengetahuan manajemen, hukum syariah, ekonomi Islam, dan praktik perbankan. Mahasiswa juga memiliki akses ke ekosistem BPRS Al-Ma’soem yang memiliki 15 cabang, di mana mereka bisa magang langsung dan mendapatkan sertifikat resmi sebagai bukti pengalaman praktik.

Peran Bahasa Arab dalam Perbankan Syariah

Bahasa Arab memang menjadi bahasa asal dari istilah syariah seperti akad, mudharabah, musyarakah, dan ijarah. Mahasiswa yang menguasai bahasa Arab akan lebih mudah memahami literatur, fatwa, dan dokumen hukum yang terkait. Namun, dalam praktik sehari-hari di Indonesia, mayoritas operasional perbankan syariah menggunakan bahasa Indonesia, baik dalam komunikasi dengan nasabah maupun laporan internal.

Oleh karena itu, kemampuan bahasa Arab bukanlah syarat mutlak, tetapi menjadi nilai tambah. Lulusan yang memahami bahasa Arab dapat menafsirkan literatur syariah lebih akurat dan lebih cepat menyesuaikan diri dengan regulasi internasional jika berkarier di bank syariah global.

Jurusan di Universitas Ma’soem yang Mendukung Karier di Perbankan Syariah

Beberapa jurusan di Universitas Ma’soem sangat relevan bagi mahasiswa yang ingin berkarier di perbankan syariah:

  1. Perbankan Syariah
    Jurusan ini membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam mengenai produk perbankan syariah, prinsip akad, dan regulasi keuangan halal. Mahasiswa belajar bagaimana mengelola pembiayaan, investasi, dan layanan nasabah sesuai prinsip syariah.
  2. Ekonomi Islam
    Fokus pada prinsip ekonomi syariah, pengelolaan keuangan halal, dan strategi investasi. Mahasiswa yang menguasai jurusan ini dapat bekerja sebagai analis, konsultan, atau manajer produk perbankan syariah.
  3. Manajemen Syariah
    Jurusan ini menekankan pada manajemen operasional, strategi bisnis, dan kepemimpinan dalam konteks syariah. Mahasiswa siap membantu lembaga keuangan mengelola risiko dan meningkatkan efisiensi operasional.

Skill yang Harus Dimiliki Lulusan Perbankan Syariah

Selain bahasa Arab, ada beberapa skill yang wajib dimiliki oleh lulusan perbankan syariah agar siap bersaing:

  1. Pemahaman Produk dan Regulasi Syariah
    Lulusan harus memahami prinsip perbankan syariah, jenis akad, dan aturan yang berlaku. Skill ini sangat penting untuk menjalankan operasional bank sesuai hukum syariah.
  2. Kemampuan Analisis dan Manajemen Risiko
    Lulusan harus mampu menilai risiko pembiayaan, membaca laporan keuangan, dan memberikan rekomendasi strategis. Skill ini menjadi dasar untuk posisi manajerial maupun konsultan.
  3. Keterampilan Komunikasi
    Kemampuan menjelaskan produk dan berinteraksi dengan nasabah adalah skill utama yang harus dimiliki. Komunikasi efektif juga penting saat bekerja dalam tim atau memberikan saran profesional.
  4. Penguasaan Teknologi Perbankan
    Digitalisasi menjadi bagian dari perbankan modern. Lulusan harus familiar dengan software perbankan, analisis data, dan layanan digital.
  5. Pengalaman Praktik melalui Magang
    Mahasiswa di Universitas Ma’soem dapat magang di BPRS Al-Ma’soem dengan 15 cabang yang tersebar. Pengalaman ini membantu mahasiswa menerapkan teori yang dipelajari di kampus, berinteraksi dengan nasabah, dan memahami proses operasional perbankan. Sertifikat resmi yang diperoleh juga menambah nilai profesional lulusan.

Bagaimana Mahasiswa Bisa Memaksimalkan Skill Selama Kuliah

Agar siap bersaing, mahasiswa bisa memaksimalkan skill mereka melalui beberapa cara:

  • Mengikuti program magang di BPRS Al-Ma’soem untuk pengalaman praktik nyata.
  • Aktif dalam proyek akademik yang menuntut analisis kasus dan solusi praktis.
  • Mengikuti seminar atau workshop tentang perbankan syariah dan ekonomi halal.
  • Mengasah kemampuan digital dengan mempelajari software perbankan dan tools analisis data.
  • Meningkatkan komunikasi dan kemampuan presentasi melalui diskusi kelompok atau mentoring.

Dengan kombinasi pendidikan, pengalaman praktik, dan skill yang tepat, mahasiswa Universitas Ma’soem siap menjadi profesional perbankan syariah yang kompeten.

Secara ringkas, bahasa Arab bukanlah syarat mutlak untuk berkarier di perbankan syariah, tetapi penguasaan bahasa ini menjadi nilai tambah yang memperluas wawasan dan mempermudah pemahaman literatur syariah. Yang terpenting adalah menguasai teori, praktik, teknologi, komunikasi, dan manajemen risiko agar lulusan siap bersaing di industri perbankan syariah yang terus berkembang.