Manajemen Bisnis Syariah Bisa Masuk Dunia Fintech! Peluang Karier Masa Kini

Perkembangan teknologi finansial atau fintech di Indonesia membuka banyak peluang baru bagi lulusan berbagai jurusan, termasuk manajemen bisnis syariah. Banyak mahasiswa bertanya-tanya: apakah lulusan manajemen bisnis syariah bisa bekerja di fintech yang bersifat modern dan digital? Jawabannya jelas ya, terutama jika dibekali dengan pengalaman praktis dan pemahaman teknologi keuangan.

Di Indonesia, salah satu kampus yang menawarkan jurusan manajemen bisnis syariah adalah Universitas Ma’soem. Universitas ini tidak hanya mengajarkan teori akademik, tetapi juga menyiapkan mahasiswa agar siap menghadapi dunia kerja modern. Mahasiswa jurusan manajemen bisnis syariah di Universitas Ma’soem belajar tentang manajemen perusahaan syariah, keuangan syariah, hukum ekonomi syariah, serta strategi bisnis halal yang relevan untuk berbagai sektor, termasuk fintech.

Salah satu keunggulan Universitas Ma’soem adalah ekosistem BPRS Al-Ma’soem yang memiliki 15 cabang. Mahasiswa bisa magang langsung di BPRS dan mendapatkan sertifikat yang diakui industri. Magang ini memberi pengalaman langsung dalam manajemen keuangan syariah, pengelolaan nasabah, dan pengoperasian produk perbankan halal. Pengalaman ini menjadi modal penting ketika mahasiswa ingin berkarier di fintech, karena industri ini membutuhkan kombinasi antara pemahaman bisnis, keuangan, dan teknologi.

Keterampilan Manajemen Bisnis Syariah yang Relevan di Fintech

Banyak orang beranggapan manajemen bisnis syariah hanya cocok untuk perbankan tradisional. Padahal, prinsip syariah dan kemampuan manajemen yang dipelajari justru sangat dibutuhkan di fintech, terutama di bidang pembiayaan digital syariah, investasi halal, atau platform peer-to-peer lending syariah. Beberapa keterampilan yang relevan antara lain:

  1. Manajemen Keuangan dan Analisis Bisnis
    Mahasiswa jurusan manajemen bisnis syariah dilatih untuk menganalisis laporan keuangan, merencanakan strategi bisnis, dan menilai risiko sesuai prinsip syariah. Di fintech, keterampilan ini sangat berguna untuk mengevaluasi proyek, menentukan model bisnis digital, dan meminimalkan risiko gagal bayar.
  2. Pemahaman Regulasi dan Produk Syariah
    Fintech yang ingin menarik konsumen Muslim membutuhkan tenaga ahli yang memahami hukum ekonomi syariah dan produk halal. Lulusan manajemen bisnis syariah memiliki keunggulan ini, sehingga mereka bisa memastikan layanan digital tetap sesuai fatwa dan prinsip syariah.
  3. Kemampuan Teknologi Finansial Dasar
    Meskipun fokus utama jurusan adalah manajemen dan keuangan, Universitas Ma’soem juga membekali mahasiswa dengan keterampilan digital, seperti penggunaan software keuangan dan sistem informasi manajemen. Hal ini membuat lulusan lebih mudah beradaptasi dengan platform fintech modern.

Magang di BPRS Al-Ma’soem Membuka Jalan ke Fintech

Program magang di BPRS Al-Ma’soem memberikan pengalaman nyata dalam pengelolaan dana, layanan nasabah, dan produk perbankan syariah. Mahasiswa yang magang bisa mendapatkan sertifikat resmi, yang menjadi bukti pengalaman praktis untuk melamar pekerjaan di fintech. Posisi yang bisa dimasuki lulusan manajemen bisnis syariah di fintech antara lain:

  • Product Development: Merancang produk pembiayaan digital syariah.
  • Risk Analyst: Mengelola risiko dalam platform peer-to-peer lending syariah.
  • Compliance Officer: Memastikan operasional fintech sesuai hukum dan prinsip syariah.
  • Customer Relationship Management (CRM): Mengelola pengalaman nasabah di layanan digital.

Sertifikat magang dari BPRS Al-Ma’soem sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pengalaman lapangan dan pemahaman praktik manajemen bisnis syariah, sehingga lebih mudah bersaing di industri fintech.

Fintech Syariah sebagai Tren Karier Masa Depan

Indonesia merupakan salah satu pasar fintech syariah terbesar di Asia Tenggara. Tren ini membuka peluang luas bagi lulusan manajemen bisnis syariah untuk memasuki startup atau perusahaan fintech yang menawarkan layanan keuangan digital halal. Lulusan dengan kombinasi ilmu manajemen, pemahaman prinsip syariah, dan pengalaman magang nyata memiliki nilai tambah yang besar bagi perusahaan fintech yang ingin menjaga integritas syariah sekaligus berkembang secara digital.

Ekosistem BPRS Al-Ma’soem yang tersebar di 15 cabang memberikan mahasiswa kesempatan untuk mempraktikkan teori manajemen bisnis syariah secara nyata. Interaksi langsung dengan nasabah, pengelolaan dana, serta pengalaman dalam layanan keuangan digital membuat mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan industri fintech yang dinamis.

Peluang Besar Menanti Mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah

Dengan bekal pendidikan, pengalaman magang, dan sertifikat dari BPRS Al-Ma’soem, lulusan manajemen bisnis syariah bisa bersaing di dunia fintech dengan percaya diri. Fintech syariah bukan hanya sekadar tren sementara, tetapi sektor yang berkembang pesat dan membutuhkan tenaga ahli yang menguasai bisnis, keuangan, dan prinsip syariah secara sekaligus.

Bagi mahasiswa yang ingin berkarier di fintech, memulai dari magang di BPRS Al-Ma’soem, memahami manajemen bisnis syariah, dan menguasai teknologi dasar bisa menjadi langkah awal yang sangat strategis. Dunia fintech menunggu mereka yang siap menggabungkan inovasi digital dengan prinsip bisnis halal.