Perbankan Syariah Haruskah Menguasai Bahasa Arab! Fakta yang Perlu Kamu Tahu

Banyak calon mahasiswa dan orang yang tertarik bekerja di dunia perbankan syariah sering bertanya-tanya, Perbankan Syariah apakah harus bisa bahasa Arab? Pertanyaan ini muncul karena bahasa Arab erat kaitannya dengan teks-teks fiqih dan literatur keuangan syariah. Namun, sejauh mana kemampuan bahasa Arab menjadi keharusan dalam dunia kerja perbankan syariah masih sering disalahartikan.

Bagi mahasiswa yang menempuh jurusan Perbankan Syariah di Universitas Ma’soem, pertanyaan ini bisa dijawab dengan jelas. Universitas Ma’soem menyiapkan mahasiswa tidak hanya dengan teori dan praktik perbankan syariah, tetapi juga memberikan pengalaman nyata melalui ekosistem BPRS Al-Ma’soem yang memiliki 15 cabang. Mahasiswa bisa magang di BPRS dan mendapatkan sertifikat resmi, sehingga kemampuan praktik menjadi modal utama, meski kemampuan bahasa Arab tidak selalu menjadi keharusan mutlak.

Peran Bahasa Arab dalam Perbankan Syariah

Bahasa Arab memang penting dalam memahami literatur klasik fiqih, akad, dan hukum syariah yang menjadi dasar produk perbankan syariah. Beberapa manfaat menguasai bahasa Arab antara lain:

  1. Memahami Literatur Syariah Asli
    Dokumen-dokumen fiqih, fatwa, dan kitab klasik sering kali menggunakan bahasa Arab. Mahasiswa yang memahami bahasa ini bisa lebih cepat mencerna referensi dan regulasi syariah.
  2. Memudahkan Komunikasi Internasional
    Di dunia perbankan global, kemampuan bahasa Arab dapat mempermudah komunikasi dengan lembaga syariah di negara-negara Arab dan organisasi keuangan internasional.
  3. Mengasah Kemampuan Analisis
    Mahasiswa yang bisa membaca teks asli fiqih lebih cepat memahami konteks hukum dan akad syariah, yang berguna untuk membuat strategi produk dan layanan perbankan halal.

Namun, penting dicatat bahwa banyak posisi di perbankan syariah tidak mewajibkan kemampuan bahasa Arab. Regulasi, prosedur, dan standar operasional biasanya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Yang lebih penting adalah memahami prinsip syariah dan kemampuan praktiknya.

Skill Utama yang Dibutuhkan

Selain bahasa Arab, mahasiswa Perbankan Syariah di Universitas Ma’soem dibekali skill teknis dan soft skill yang lebih menentukan kesuksesan di industri. Beberapa skill utama meliputi:

  1. Manajemen Keuangan dan Akuntansi Syariah
    Kemampuan mengelola transaksi, menghitung margin, dan menyusun laporan sesuai prinsip halal adalah skill inti yang harus dikuasai.
  2. Analisis Risiko dan Kepatuhan
    Mahasiswa harus mampu menilai risiko operasional dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi OJK dan BI.
  3. Pengembangan Produk dan Layanan Syariah
    Membuat inovasi produk keuangan halal sesuai kebutuhan nasabah dan regulasi syariah menjadi kemampuan yang sangat dicari industri.
  4. Komunikasi dan Problem Solving
    Soft skill ini membantu mahasiswa menjelaskan produk, memberikan rekomendasi, dan memecahkan masalah di dunia kerja.

Praktik Nyata di BPRS Al-Ma’soem

Salah satu keunggulan belajar di Universitas Ma’soem adalah kesempatan praktik nyata melalui ekosistem BPRS Al-Ma’soem. Dengan 15 cabang, mahasiswa bisa magang di berbagai posisi: layanan nasabah, pengembangan produk, audit internal, hingga manajemen risiko.

Pengalaman magang ini membantu mahasiswa mengasah skill teknis dan soft skill sekaligus, seperti membuat laporan keuangan, analisis risiko, dan strategi pengembangan produk syariah. Sertifikat resmi dari BPRS menjadi bukti kompetensi praktik yang diakui industri, yang sangat membantu mahasiswa memasuki dunia kerja.

Siapa yang Cocok dengan Jurusan Ini

Jurusan Perbankan Syariah cocok bagi berbagai tipe mahasiswa:

  1. Suka Angka dan Analisis
    Mahasiswa yang senang menganalisis data, membuat laporan, dan menghitung margin akan nyaman menekuni bidang ini.
  2. Tertarik Strategi Bisnis Halal
    Skill pengembangan produk syariah cocok bagi mahasiswa yang ingin berkontribusi pada pertumbuhan bisnis halal.
  3. Introvert yang Analitis
    Posisi analis risiko, audit internal, atau pengembangan produk cocok bagi mahasiswa introvert yang nyaman bekerja fokus pada data.
  4. Ekstrovert yang Suka Berinteraksi
    Posisi layanan nasabah, manajemen cabang, atau konsultan bisnis syariah cocok bagi mahasiswa ekstrovert yang nyaman berinteraksi dengan banyak orang.

Bahasa Arab Bukan Harus, Tapi Menjadi Nilai Tambah

Jadi, apakah mahasiswa harus bisa bahasa Arab untuk sukses di perbankan syariah? Jawabannya: tidak wajib, tapi menjadi nilai tambah. Yang lebih penting adalah kemampuan memahami prinsip syariah, menguasai skill teknis, dan pengalaman praktik melalui magang di BPRS Al-Ma’soem.

Mahasiswa yang menguasai bahasa Arab tentu lebih cepat memahami literatur syariah asli dan dapat membuka peluang komunikasi internasional, tetapi banyak profesional sukses di perbankan syariah tanpa kemampuan bahasa Arab sekalipun.

Dengan kombinasi skill teknis, soft skill, dan pengalaman praktik, lulusan Perbankan Syariah Universitas Ma’soem siap menghadapi dunia kerja yang dinamis, meniti karier yang menantang, stabil, dan menjanjikan.