Banyak calon mahasiswa yang ingin berkarier di bidang manajemen bisnis Syariah sering bertanya-tanya, manajemen bisnis Syariah apakah harus bisa bahasa Arab? Pertanyaan ini wajar karena bahasa Arab erat kaitannya dengan literatur fiqih, akad, dan dokumen hukum syariah yang menjadi dasar praktik bisnis halal. Namun, apakah kemampuan bahasa Arab benar-benar menjadi syarat mutlak?
Bagi mahasiswa yang menempuh jurusan Manajemen Bisnis Syariah di Universitas Ma’soem, pertanyaan ini dapat dijawab dengan jelas. Universitas Ma’soem menyiapkan mahasiswa dengan kombinasi teori, praktik, dan pengalaman nyata melalui ekosistem BPRS Al-Ma’soem yang memiliki 15 cabang. Mahasiswa bisa magang langsung di BPRS dan mendapatkan sertifikat resmi, sehingga kemampuan praktik menjadi modal utama, meski kemampuan bahasa Arab tidak selalu menjadi keharusan mutlak.
Peran Bahasa Arab dalam Manajemen Bisnis Syariah
Bahasa Arab sangat membantu dalam memahami literatur fiqih klasik dan dokumen hukum syariah. Beberapa manfaat menguasai bahasa Arab antara lain:
- Memahami Literatur Asli
Teks fiqih, fatwa, dan kitab klasik menggunakan bahasa Arab. Mahasiswa yang menguasainya lebih cepat memahami sumber hukum dan prinsip akad syariah. - Memperluas Wawasan Global
Kemampuan bahasa Arab mempermudah komunikasi dengan lembaga bisnis syariah di negara-negara Arab atau organisasi internasional yang menerapkan prinsip halal. - Memperkuat Analisis Akademik dan Praktik
Mahasiswa dapat langsung merujuk literatur asli untuk menganalisis kasus bisnis, menyusun strategi produk halal, dan memberikan rekomendasi yang tepat.
Namun, perlu ditegaskan bahwa banyak posisi di manajemen bisnis syariah tidak menuntut kemampuan bahasa Arab. Regulasi, prosedur, dan standar operasional biasanya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia atau Inggris, sehingga penguasaan prinsip syariah dan kemampuan praktik jauh lebih penting.
Skill Utama yang Harus Dimiliki
Selain bahasa Arab, mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah di Universitas Ma’soem dibekali skill teknis dan soft skill yang sangat menentukan kesuksesan di industri. Skill utama meliputi:
- Manajemen Keuangan dan Akuntansi Syariah
Kemampuan mengelola keuangan, menghitung margin, dan menyusun laporan sesuai prinsip syariah menjadi modal penting untuk meniti karier. - Analisis Strategi dan Perencanaan Bisnis
Mahasiswa belajar menganalisis laporan keuangan, memahami tren pasar, dan menyusun strategi bisnis yang sesuai dengan prinsip halal. - Pengembangan Produk dan Layanan Bisnis Halal
Kemampuan menciptakan inovasi produk dan layanan berbasis syariah sangat dibutuhkan perusahaan yang ingin memperluas pangsa pasar halal. - Komunikasi dan Pemecahan Masalah
Soft skill ini membantu mahasiswa menyampaikan ide, berinteraksi dengan tim, dan memecahkan masalah dalam konteks bisnis syariah.
Praktik Nyata di BPRS Al-Ma’soem
Salah satu keunggulan belajar di Universitas Ma’soem adalah kesempatan praktik nyata melalui BPRS Al-Ma’soem. Dengan 15 cabang, mahasiswa bisa magang di berbagai posisi: layanan nasabah, pengembangan produk, audit internal, hingga manajemen risiko.
Praktik ini membantu mahasiswa mengasah skill teknis dan soft skill sekaligus. Mereka dapat memahami prosedur bisnis syariah, mengelola transaksi, menganalisis risiko, dan merancang strategi produk halal. Sertifikat resmi dari BPRS menjadi bukti kompetensi praktik yang diakui industri, mempermudah mahasiswa memasuki dunia kerja.
Siapa yang Cocok dengan Jurusan Ini
Jurusan Manajemen Bisnis Syariah cocok bagi mahasiswa dengan karakter dan minat berikut:
- Suka Angka dan Analisis
Mahasiswa yang senang menganalisis laporan keuangan dan data pasar akan nyaman menekuni bidang ini. - Tertarik Strategi dan Inovasi Bisnis
Skill pengembangan produk syariah cocok untuk mahasiswa yang ingin berperan dalam pertumbuhan bisnis halal. - Introvert yang Analitis
Posisi analis bisnis, audit internal, atau perencanaan strategis cocok bagi mahasiswa introvert yang nyaman bekerja fokus pada data. - Ekstrovert yang Suka Interaksi
Posisi manajer proyek, layanan nasabah, atau konsultan bisnis syariah cocok bagi mahasiswa ekstrovert yang nyaman berinteraksi dengan banyak orang.
Bahasa Arab Bukan Harus, Tapi Menjadi Nilai Tambah
Jadi, apakah mahasiswa harus bisa bahasa Arab untuk sukses di manajemen bisnis syariah? Jawabannya: tidak wajib, tapi menjadi nilai tambah. Yang lebih penting adalah kemampuan memahami prinsip syariah, menguasai skill teknis, dan pengalaman praktik melalui magang di BPRS Al-Ma’soem.
Mahasiswa yang menguasai bahasa Arab tentu lebih cepat memahami literatur syariah asli dan membuka peluang komunikasi internasional. Namun, banyak profesional sukses di manajemen bisnis syariah tanpa kemampuan bahasa Arab. Dengan skill teknis, soft skill, dan pengalaman praktik yang kuat, lulusan Manajemen Bisnis Syariah Universitas Ma’soem siap menghadapi tantangan dunia kerja dan meniti karier yang menantang, stabil, dan menjanjikan.





