24

Perbankan Syariah Sukses Butuh Soft Skill Apa Sih!

Perbankan Syariah semakin diminati karena pertumbuhan ekonomi berbasis prinsip syariah di Indonesia yang terus meningkat. Tidak hanya menuntut kemampuan akademik, pekerjaan di sektor ini juga menuntut soft skill tertentu agar bisa sukses dalam berinteraksi dengan nasabah dan mengelola operasional bank. Mahasiswa yang menekuni jurusan Perbankan Syariah harus menyadari bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup untuk berkarier di industri ini.

Salah satu universitas yang menawarkan program Perbankan Syariah lengkap dengan praktik nyata adalah Universitas Ma’soem. Selain belajar teori, mahasiswa dapat langsung mengasah soft skill mereka melalui ekosistem BPRS Al-Ma’soem yang memiliki 15 cabang. Mahasiswa bahkan bisa magang dan mendapatkan sertifikat resmi yang memperkuat kompetensi mereka.

Jurusan Perbankan Syariah di Universitas Ma’soem

Di Universitas Ma’soem, jurusan Perbankan Syariah menekankan keseimbangan antara teori dan praktik. Mahasiswa belajar manajemen keuangan syariah, pembiayaan syariah, hukum ekonomi Islam, serta operasional bank. Selain itu, mereka didorong untuk mengembangkan soft skill penting yang dibutuhkan di dunia kerja nyata.

Magang di BPRS Al-Ma’soem menjadi sarana ideal untuk mengasah kemampuan interpersonal, komunikasi, dan problem solving. Pengalaman ini sangat bernilai karena mahasiswa tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi nyata di cabang bank. Sertifikat magang menjadi bukti tambahan bagi calon lulusan untuk menunjukkan kompetensi mereka.

Soft Skill yang Wajib Dimiliki Lulusan Perbankan Syariah

Bekerja di perbankan syariah tidak hanya membutuhkan kemampuan menghitung atau memahami prinsip-prinsip syariah, tetapi juga soft skill yang mendukung interaksi dengan nasabah dan kolega. Berikut beberapa soft skill yang penting:

  1. Komunikasi Efektif
    Lulusan Perbankan Syariah harus mampu menjelaskan produk syariah dengan bahasa yang mudah dipahami nasabah. Keterampilan komunikasi ini juga berguna saat berkoordinasi dengan tim internal dan atasan.
  2. Problem Solving dan Analisis
    Menghadapi masalah nasabah atau operasional bank menuntut kemampuan menganalisis situasi dan menemukan solusi cepat namun tetap sesuai prinsip syariah. Magang di BPRS Al-Ma’soem memberikan pengalaman nyata dalam menangani kasus semacam ini.
  3. Etika dan Integritas
    Perbankan syariah menekankan prinsip kejujuran dan keadilan. Soft skill berupa integritas sangat penting agar karyawan dapat dipercaya oleh nasabah dan instansi pengawas.
  4. Kerja Sama Tim
    Dalam operasional bank, kerja sama tim menjadi kunci. Mahasiswa yang terbiasa bekerja di proyek kelompok atau magang di cabang BPRS akan lebih siap menghadapi lingkungan kerja profesional.
  5. Manajemen Waktu
    Mengelola waktu dengan baik sangat penting, terutama saat menangani beberapa nasabah sekaligus atau saat menyelesaikan laporan keuangan cabang.
  6. Adaptabilitas
    Industri perbankan terus berubah, terutama dalam digitalisasi layanan. Kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru atau perubahan prosedur operasional menjadi nilai tambah bagi lulusan.

Bagaimana Mahasiswa Bisa Mengasah Soft Skill Ini

Ekosistem BPRS Al-Ma’soem menjadi sarana terbaik untuk mengasah soft skill mahasiswa. Dengan 15 cabang yang tersebar, mahasiswa dapat memilih cabang untuk magang dan berinteraksi langsung dengan nasabah, staf, dan manajer. Selama magang, mereka akan dilatih dalam komunikasi profesional, pelayanan nasabah, dan pengambilan keputusan yang sesuai prinsip syariah.

Selain itu, mahasiswa bisa mengikuti berbagai workshop dan pelatihan tambahan yang disediakan oleh universitas. Sertifikat resmi dari program ini menunjukkan kemampuan mereka tidak hanya dalam teori, tetapi juga dalam praktik nyata.

Mengapa Soft Skill Penting untuk Masa Depan Karier

Soft skill bukan hanya pelengkap, tetapi faktor penentu kesuksesan lulusan Perbankan Syariah di dunia kerja. Nasabah dan tim internal cenderung lebih menghargai karyawan yang komunikatif, dapat dipercaya, dan mampu bekerja sama. Dengan menguasai soft skill ini sejak kuliah, lulusan akan lebih siap menghadapi tantangan pekerjaan di bank syariah maupun institusi keuangan lainnya.

Selain itu, soft skill juga meningkatkan peluang lulusan untuk diterima di posisi CPNS yang relevan dengan keuangan atau administrasi, karena instansi pemerintah menilai kemampuan interpersonal, problem solving, dan manajemen waktu sebagai nilai tambah.

Masa Depan Lulusan Perbankan Syariah

Dengan kombinasi kemampuan teknis dan soft skill, lulusan Perbankan Syariah dari Universitas Ma’soem memiliki keunggulan kompetitif. Mereka tidak hanya siap bekerja di bank syariah, tetapi juga di lembaga keuangan, perusahaan, atau posisi pemerintah yang memerlukan keahlian manajemen dan etika bisnis syariah.

Magang, sertifikat resmi, dan pengalaman interaksi langsung dengan nasabah di BPRS Al-Ma’soem menjadi modal utama yang mendukung kesuksesan karier. Jadi, bagi mahasiswa yang ingin menonjol di dunia kerja perbankan syariah, pengembangan soft skill sama pentingnya dengan penguasaan teori dan produk keuangan syariah.