Jika ada satu jurusan teknik yang lulusannya bisa masuk ke hampir semua sektor industri tanpa terkecuali, jawabannya adalah Teknik Industri. Dan bagi mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ma’soem, fleksibilitas karier yang luar biasa ini menjadi salah satu keunggulan terbesar yang membuat jurusan ini selalu relevan di tengah perubahan industri yang terus bergerak.
Mengapa Lulusan Teknik Industri Selalu Dibutuhkan?
Teknik Industri mempelajari bagaimana mengoptimalkan sistem bagaimana membuat proses produksi lebih efisien, bagaimana mengelola sumber daya manusia dan material secara optimal, bagaimana merancang sistem kerja yang produktif dan aman. Kemampuan-kemampuan ini dibutuhkan oleh hampir semua jenis organisasi, dari perusahaan manufaktur besar hingga startup teknologi yang sedang berkembang.
Di era Industri 4.0, peran Teknik Industri bahkan semakin krusial. Integrasi antara sistem fisik dan digital dalam proses produksi modern menciptakan kebutuhan akan insinyur industri yang mampu memahami dan mengelola kompleksitas sistem tersebut.
Profesi yang Terbuka Lebar
Industrial Engineer adalah profesi inti bagi lulusan Teknik Industri. Seorang industrial engineer bertugas menganalisis dan merancang sistem produksi yang efisien, mengidentifikasi pemborosan, dan mengimplementasikan perbaikan yang terukur dan berdampak nyata pada profitabilitas perusahaan.
Production Manager adalah posisi manajerial yang banyak ditempati oleh lulusan Teknik Industri berpengalaman. Mereka bertanggung jawab atas keseluruhan proses produksi dari perencanaan hingga pengiriman produk memastikan semua berjalan sesuai target kualitas, kuantitas, dan waktu.
Quality Control / Quality Assurance Engineer bertugas memastikan bahwa setiap produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Di era konsumen yang semakin kritis dan standar industri yang semakin ketat, profesi ini semakin strategis dan dibutuhkan.
Supply Chain Manager mengelola alur produk dari bahan baku hingga sampai ke tangan konsumen akhir secara efisien dan ekonomis. Di era e-commerce yang terus berkembang pesat, manajemen rantai pasok menjadi salah satu fungsi paling kritis dalam operasional bisnis.
Business Analyst dan Management Consultant adalah jalur karier yang semakin banyak diminati oleh lulusan Teknik Industri. Dengan kemampuan analitis yang kuat dan pemahaman mendalam tentang sistem organisasi, mereka sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan yang ingin mengoptimalkan operasional bisnis mereka.
HSE (Health, Safety, and Environment) Engineer bertugas memastikan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh karyawan. Regulasi keselamatan kerja yang semakin ketat membuat profesi ini semakin dibutuhkan di berbagai sektor industri.
Kisaran Gaji Lulusan Teknik Industri
Untuk posisi Industrial Engineer fresh graduate, kisaran gaji awal berada di Rp 5.000.000 hingga Rp 9.000.000 per bulan. Seiring pengalaman, gaji bisa berkembang hingga Rp 15.000.000 hingga Rp 30.000.000 per bulan untuk level senior.
Production Manager dengan pengalaman 5-10 tahun bisa mendapatkan gaji Rp 15.000.000 hingga Rp 40.000.000 per bulan, tergantung pada skala perusahaan dan kompleksitas operasionalnya.
Supply Chain Manager senior di perusahaan multinasional bisa mendapatkan kompensasi total hingga Rp 30.000.000 hingga Rp 60.000.000 per bulan, termasuk berbagai tunjangan dan benefit.
Business Analyst fresh graduate biasanya memulai dengan gaji Rp 6.000.000 hingga Rp 10.000.000 per bulan, dengan potensi pertumbuhan yang sangat signifikan seiring bertambahnya pengalaman dan spesialisasi.
Management Consultant di perusahaan konsultan ternama bisa menghasilkan Rp 15.000.000 hingga Rp 50.000.000 per bulan, bahkan lebih untuk konsultan senior di firma internasional.
Dengan prospek karier yang luas dan potensi penghasilan yang sangat kompetitif, Program Studi Teknik Industri Universitas Ma’soem adalah investasi pendidikan yang akan memberikan imbal hasil yang sangat memuaskan bagi siapapun yang bersungguh-sungguh dalam menjalaninya.





