Ada satu program yang selalu menjadi momen paling berkesan dan paling transformatif dalam perjalanan akademis seorang mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Di Universitas Ma’soem, KKN bukan sekadar program wajib yang harus diselesaikan untuk memenuhi syarat kelulusan. KKN adalah panggung nyata di mana mahasiswa, termasuk dari Fakultas Teknik, membuktikan bahwa ilmu yang mereka pelajari bisa memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.
Apa Itu KKN di Ma’soem University?
Kuliah Kerja Nyata atau KKN adalah program pengabdian kepada masyarakat yang merupakan salah satu wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi tiga pilar utama pendidikan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Di Universitas Ma’soem, KKN dijalankan oleh mahasiswa semester 6 dan menjadi salah satu program unggulan yang paling ditunggu-tunggu.
Dalam program KKN, mahasiswa diterjunkan langsung ke tengah masyarakat biasanya di desa-desa di wilayah Jawa Barat untuk tinggal bersama warga dan berkontribusi nyata dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat setempat. Berdasarkan informasi dari website resmi Universitas Ma’soem, pelaksanaan KKN berlangsung selama satu hingga dua bulan.
Kontribusi Nyata Mahasiswa Teknik dalam KKN
Yang membuat KKN mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Ma’soem begitu berdampak adalah kompetensi teknis yang mereka bawa ke tengah masyarakat. Mahasiswa Teknik Informatika misalnya, tidak hanya datang untuk sekadar membantu kegiatan sosial biasa mereka datang membawa keahlian teknologi yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat di era digital ini.
Sebagai contoh yang nyata, mahasiswa KKN Universitas Ma’soem pernah mengadakan workshop strategi pemasaran digital untuk meningkatkan penjualan UMKM di Desa Cibubuan, Sumedang. Dalam kegiatan ini, para pelaku usaha kecil di desa diajarkan cara memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk mempromosikan produk mereka sebuah kontribusi yang langsung berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat setempat.
Mahasiswa Teknik Industri pun tidak kalah impactful. Dengan bekal ilmu manajemen sistem dan optimasi proses yang mereka miliki, mereka mampu memberikan pelatihan kewirausahaan dan membantu masyarakat desa mengembangkan potensi industri lokal mereka secara lebih terstruktur dan efisien.
Wilayah KKN yang Beragam dan Bermakna
Universitas Ma’soem menempatkan mahasiswa KKN-nya di berbagai wilayah di Jawa Barat. Program KKN tematik pernah ditempatkan di empat desa yang direkomendasikan langsung oleh Bupati Sumedang yaitu Desa Cibungur dan Desa Cijambu di Kecamatan Tanjungsari, serta Desa Cileles dan Desa Cisempur di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Ini menunjukkan betapa kuatnya kepercayaan pemerintah daerah terhadap kontribusi nyata mahasiswa Universitas Ma’soem di tengah masyarakat.
Pembekalan Sebelum KKN: Mahasiswa Disiapkan dengan Matang
Ma’soem University tidak melepas mahasiswanya begitu saja ke lapangan. Sebelum memulai KKN, setiap mahasiswa mendapatkan pembekalan yang komprehensif dari pimpinan universitas. Wakil Rektor Ma’soem University secara langsung memberikan motivasi, arahan, dan tips sukses kepada mahasiswa yang akan berangkat KKN membekali mereka tidak hanya dengan pengetahuan teknis, tetapi juga dengan kematangan mental dan karakter yang diperlukan untuk berinteraksi dengan masyarakat secara efektif.
Rektor Universitas Ma’soem sendiri pernah menyampaikan bahwa KKN adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar cara berkomunikasi dengan masyarakat dan menerapkan ilmu yang didapat selama di universitas ke daerah yang dijadikan lokasi KKN. Pesan ini menegaskan bahwa KKN bukan sekadar program formalitas, melainkan pengalaman belajar yang paling dekat dengan realitas kehidupan sesungguhnya.
Dampak KKN bagi Mahasiswa Teknik Universitas Ma’soem
Pengalaman KKN memberikan dampak yang jauh melampaui nilai akademis yang tertera di transkrip. Bagi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Ma’soem, KKN adalah momen di mana mereka menyadari bahwa ilmu teknik yang mereka miliki bukan hanya alat untuk mencari pekerjaan tetapi juga sarana untuk memberdayakan masyarakat dan berkontribusi pada pembangunan bangsa.
Melalui KKN, mahasiswa dilatih untuk cepat beradaptasi, bekerja dalam tim lintas jurusan, menekan ego demi kepentingan bersama, dan menemukan solusi kreatif atas permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat. Semua ini adalah soft skill yang sangat berharga dan tidak bisa diajarkan hanya melalui perkuliahan di dalam kelas.





