Kamis Batik (Mistik): Budaya Mahasiswa Universitas Ma’soem

Di tengah derap modernitas dunia teknik dan digitalisasi, Universitas Ma’soem tetap berpijak kuat pada akar budaya bangsa. Salah satu manifestasi nyatanya adalah tradisi “Mistik” atau Kamis Batik. Setiap hari Kamis, suasana kampus berubah menjadi panggung keberagaman motif nusantara, di mana seluruh sivitas akademika mulai dari pimpinan, dosen, hingga mahasiswa serentak mengenakan batik.

Budaya ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan sebuah pernyataan sikap tentang kebanggaan terhadap identitas nasional.

Simbol Integritas dan Karakter

Program Kamis Batik di Universitas Ma’soem selaras dengan visi yayasan dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman rasa terhadap budaya sendiri. Mengenakan batik di lingkungan kampus teknik memberikan pesan kuat bahwa seorang engineer atau pakar IT masa depan tidak boleh tercerabut dari nilai-nilai luhur bangsanya. Batik menjadi simbol penyeimbang antara kecanggihan teknologi (hard skill) dan kelembutan budi pekerti (soft skill).

Menyatukan Keberagaman dalam Satu Motif

Salah satu keunikan budaya Mistik adalah kemampuannya dalam menciptakan kesetaraan. Saat mengenakan batik, batasan-batasan formal terasa lebih cair namun tetap sopan. Berbagai corak batik yang dikenakan mahasiswa dari berbagai daerah mencerminkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang hidup di dalam kampus. Ini adalah cara Universitas Ma’soem merayakan keberagaman sekaligus mempererat rasa kekeluargaan di lingkungan akademik.

Membangun Citra Profesional yang Berwibawa

Batik adalah busana universal yang diakui dunia. Dengan membudayakan Mistik, Universitas Ma’soem secara tidak langsung melatih mahasiswa untuk berpenampilan profesional dan berwibawa. Hal ini sangat bermanfaat sebagai persiapan sebelum mereka terjun ke program PPL, PAL, atau KKN. Mahasiswa dibiasakan untuk tampil rapi, formal, namun tetap terlihat estetik, sehingga saat mereka berhadapan dengan mitra industri atau tokoh masyarakat, mereka sudah memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Dukungan terhadap Ekonomi Kreatif

Secara lebih luas, budaya Mistik di kampus adalah bentuk dukungan nyata terhadap industri kreatif dan para pengrajin batik lokal. Mahasiswa diajak untuk menghargai setiap goresan canting dan kerumitan motif sebagai sebuah karya seni bernilai tinggi. Hal ini sejalan dengan jiwa entrepreneurship yang selalu didengungkan di Universitas Ma’soem bahwa peluang usaha bisa datang dari upaya pelestarian budaya.

Budaya Mistik di Universitas Ma’soem adalah pengingat bahwa di balik layar monitor dan mesin industri, ada jati diri bangsa yang harus tetap dijaga. Kamis Batik adalah hari di mana seluruh warga kampus bersatu dalam balutan kain penuh makna, membuktikan bahwa mahasiswa Ma’soem adalah generasi masa depan yang modern namun tetap rendah hati dan bangga akan jati dirinya.