Bagi calon mahasiswa yang melirik Jurusan Teknologi Pangan, sering muncul pertanyaan atau bahkan kekhawatiran mengenai tingkat kesulitan mata kuliah eksakta, khususnya Kimia dan Kalkulus. Pemahaman mengenai seberapa dominan kedua bidang ini sangat penting untuk menyiapkan mental dan strategi belajar yang tepat.
Di Universitas Ma’soem, kurikulum Teknologi Pangan disusun secara integratif. Artinya, Kimia dan Kalkulus tidak berdiri sebagai ilmu murni yang abstrak, melainkan sebagai instrumen vital untuk memecahkan masalah nyata di industri pangan. Berikut adalah analisis mengenai dominasi dan peran kedua bidang tersebut dalam masa perkuliahan.
1. Kimia: Tulang Punggung Keilmuan Teknologi Pangan
Secara objektif, Kimia merupakan bidang yang paling dominan dalam kurikulum Teknologi Pangan. Hal ini disebabkan karena bahan pangan pada dasarnya adalah susunan senyawa kimia organik yang kompleks.
- Tahun Pertama (Dasar): Mahasiswa akan bertemu dengan Kimia Dasar dan Kimia Organik. Ini adalah fase adaptasi untuk memahami reaksi-reaksi dasar molekul.
- Tahun Kedua dan Ketiga (Aplikasi): Kimia mulai bertransformasi menjadi mata kuliah yang sangat spesifik, seperti Kimia Pangan, Biokimia Pangan, dan Analisis Pangan. Di sini, mahasiswa tidak lagi sekadar menghapal tabel periodik, melainkan mempelajari bagaimana protein mengalami denaturasi saat dipanaskan, atau bagaimana reaksi pencokelatan (Maillard) terjadi pada proses pemanggangan roti.
- Laboratorium: Praktikum kimia akan menjadi agenda rutin mingguan. Mahasiswa dilatih menggunakan alat-alat analisis untuk mengukur kadar air, lemak, karbohidrat, hingga residu pestisida dalam makanan. Jadi, jika Anda menyukai eksperimen laboratorium, dominasi kimia ini akan menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan.
2. Kalkulus: Dasar Logika Rekayasa dan Operasi Pabrik
Berbeda dengan kimia yang bersifat deskriptif dan analitis, Kalkulus dan matematika teknik hadir sebagai alat bantu dalam aspek rekayasa (engineering). Dominasi kalkulus memang tidak seluas kimia, namun keberadaannya sangat krusial di mata kuliah tertentu.
- Penerapan dalam Satuan Operasi: Kalkulus digunakan untuk menghitung laju perpindahan panas pada proses sterilisasi, laju aliran fluida di dalam pipa pabrik, hingga kinetika mikroorganisme saat fermentasi.
- Efisiensi Produksi: Dalam manajemen industri, kemampuan matematis membantu mahasiswa dalam menghitung neraca massa dan energi. Artinya, mahasiswa belajar menghitung berapa jumlah bahan baku yang masuk dibandingkan dengan produk yang dihasilkan agar tidak ada limbah yang terbuang sia-sia.
- Logika Berpikir: Kalkulus di Teknologi Pangan lebih menekankan pada kemampuan logika untuk menyelesaikan masalah teknis secara presisi, bukan sekadar menghitung angka tanpa tujuan.
3. Apakah Mahasiswa Harus Menjadi Ahli Matematika dan Kimia?
Pertanyaan ini sering muncul dari mereka yang merasa kurang percaya diri dengan angka. Jawabannya adalah: Anda tidak harus menjadi jenius matematika, tetapi Anda harus memiliki kemauan untuk memahami logikanya.
Kurikulum di Universitas Ma’soem dirancang untuk membimbing mahasiswa secara bertahap. Dosen-dosen memberikan konteks pangan pada setiap rumus yang diajarkan, sehingga mahasiswa lebih mudah memahami mengapa mereka harus menghitung variabel tersebut. Kimia dan kalkulus di sini adalah “alat”, dan seperti alat lainnya, Anda akan mahir jika terus berlatih menggunakannya dalam praktikum.
4. Integrasi Karakter dalam Pembelajaran Eksakta
Belajar kimia yang rumit dan kalkulus yang memerlukan ketelitian tinggi secara tidak langsung membentuk karakter mahasiswa. Di Universitas Ma’soem, proses ini selaras dengan nilai “Pinter dan Bageur”.
- Ketelitian (Pinter): Mahasiswa dituntut presisi dalam perhitungan dan analisis laboratorium agar tidak terjadi kesalahan formulasi yang bisa membahayakan konsumen.
- Kejujuran (Bageur): Dalam praktikum kimia, kejujuran dalam melaporkan data hasil pengamatan—meskipun hasilnya tidak sesuai teori—adalah bentuk integritas ilmiah yang dijunjung tinggi.
Kimia sangat dominan karena merupakan bahasa utama untuk memahami makanan, sementara Kalkulus dominan pada aspek teknis dan operasional pabrik. Keduanya adalah fondasi yang membuat lulusan Teknologi Pangan menjadi ilmuwan yang kompeten.
Bagi calon mahasiswa, janganlah melihat kedua mata kuliah ini sebagai hambatan. Lihatlah keduanya sebagai keahlian khusus yang akan membuat profil profesional Anda bernilai tinggi di mata industri. Dengan bimbingan yang tepat dan lingkungan belajar yang mendukung di Universitas Ma’soem, penguasaan atas kimia dan kalkulus akan menjadi aset terbesar dalam karier Anda di masa depan.





