Bagi calon mahasiswa Fakultas Pertanian, khususnya di jurusan Agribisnis dan Teknologi Pangan, komputer atau laptop bukan lagi sekadar alat pendukung, melainkan kebutuhan primer. Perkembangan teknologi pertanian modern atau Smart Farming menuntut mahasiswa untuk mampu mengoperasikan berbagai perangkat lunak analisis data, pemetaan, hingga simulasi bisnis.
Seringkali mahasiswa melakukan kesalahan dengan membeli perangkat yang terlalu rendah spesifikasinya sehingga menghambat proses belajar, atau sebaliknya, terlalu mahal namun fiturnya tidak terpakai. Di Universitas Ma’soem, mahasiswa diarahkan untuk memiliki perangkat yang efisien namun tangguh guna menunjang tugas akademik maupun praktik laboratorium. Berikut adalah panduan spesifikasi yang ideal.
1. Spesifikasi Perangkat Keras (Hardware) yang Disarankan
Mahasiswa pertanian sering berpindah tempat dari ruang kelas ke lahan praktik atau laboratorium. Oleh karena itu, portabilitas dan daya tahan baterai menjadi faktor kunci.
- Prosesor (CPU): Minimal Intel Core i5 atau AMD Ryzen 5 generasi terbaru. Prosesor yang kuat sangat dibutuhkan saat menjalankan aplikasi statistik atau pengolahan data sensor tanaman yang cukup berat.
- Memori (RAM): Minimal 8 GB. Namun, sangat disarankan 16 GB jika mahasiswa banyak melakukan pengolahan citra lahan atau simulasi industri pangan agar multitasking berjalan lancar tanpa hambatan (lag).
- Penyimpanan (Storage): Wajib menggunakan SSD (Solid State Drive) dengan kapasitas minimal 256 GB atau 512 GB. Penggunaan SSD akan mempercepat proses booting dan pembukaan aplikasi besar secara signifikan dibandingkan HDD konvensional.
- Kartu Grafis (GPU): Untuk penggunaan umum, grafis terintegrasi sudah cukup. Namun, bagi mahasiswa yang berminat pada pemetaan lahan (GIS) atau desain kemasan pangan, kartu grafis diskrit (seperti NVIDIA seri GTX/RTX) akan sangat membantu dalam merender visual secara akurat.
2. Perangkat Lunak (Software) Utama dalam Studi
Setiap jurusan di Fakultas Pertanian memiliki kebutuhan perangkat lunak yang berbeda sesuai dengan fokus studinya:
- Analisis Statistik (SPSS, SAS, atau R): Digunakan secara intensif oleh mahasiswa Agribisnis dan Teknologi Pangan untuk mengolah data riset, mulai dari uji organoleptik makanan hingga analisis pertumbuhan tanaman di lapangan.
- Sistem Informasi Geografis (ArcGIS atau QGIS): Sangat penting bagi mahasiswa yang mempelajari manajemen lahan dan perkebunan untuk memetakan kesuburan tanah atau zonasi komoditas.
- Analisis Ekonomi dan Finansial (Microsoft Excel Tingkat Lanjut): Mahasiswa Agribisnis wajib menguasai Excel untuk simulasi kelayakan bisnis, proyeksi arus kas, dan manajemen rantai pasok.
- Desain dan Pemodelan (CorelDraw atau Adobe Illustrator): Sering digunakan oleh mahasiswa Teknologi Pangan untuk merancang label kemasan produk (labelling) yang sesuai dengan regulasi BPOM.
3. Pentingnya Ketahanan Perangkat di Lapangan
Karakteristik studi pertanian yang melibatkan kegiatan outdoor menuntut perangkat yang memiliki build quality yang baik. Debu di laboratorium atau kelembapan saat pengambilan data di kebun dapat merusak komponen elektronik jika tidak diperhatikan. Disarankan bagi mahasiswa untuk memiliki pelindung laptop (sleeve case) yang tahan air dan rutin membersihkan lubang ventilasi laptop dari debu lapangan.
4. Akses Teknologi di Universitas Ma’soem
Memahami bahwa tidak semua mahasiswa memiliki akses ke perangkat kelas atas secara pribadi, Universitas Ma’soem memfasilitasi kebutuhan ini melalui laboratorium komputer yang modern. Laboratorium ini telah dilengkapi dengan perangkat lunak berlisensi yang dibutuhkan dalam kurikulum.
Hal ini sejalan dengan prinsip “Pinter dan Bageur”, di mana universitas tidak hanya menuntut mahasiswa untuk cerdas menguasai teknologi, tetapi juga memberikan lingkungan (fasilitas) yang mendukung pertumbuhan mereka. Pemanfaatan teknologi di kampus juga mengajarkan mahasiswa tentang etika digital dan efisiensi kerja, yang merupakan bagian dari pembentukan karakter profesional.
Investasi pada perangkat komputer yang tepat adalah langkah awal menuju keberhasilan akademik di Fakultas Pertanian. Spesifikasi menengah (Mid-Range) biasanya sudah cukup untuk menopang kebutuhan studi selama empat tahun. Dengan dukungan perangkat yang mumpuni dan fasilitas laboratorium di Universitas Ma’soem, mahasiswa akan lebih siap menghadapi digitalisasi industri pertanian dan pangan yang terus berkembang pesat.





