Bagi calon mahasiswa atau mereka yang sedang menempuh pendidikan di jurusan Agribisnis, satu pertanyaan yang sering muncul adalah: “Apakah lulusan Agribisnis bisa menjadi PNS?” Jawabannya adalah sangat bisa. Sektor pertanian dan ketahanan pangan merupakan prioritas nasional bagi pemerintah Indonesia sebagai negara agraris, sehingga kebutuhan akan tenaga ahli di bidang ini selalu ada dalam setiap pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Di Universitas Ma’soem, mahasiswa tidak hanya diajarkan cara mengelola bisnis pertanian secara mandiri, tetapi juga dibekali kompetensi akademis yang relevan dengan standar kebutuhan birokrasi dan instansi pemerintah. Mari kita bedah lebih dalam mengenai peluang karier ini.
Peluang Lulusan Agribisnis dalam Seleksi CPNS
Lulusan Agribisnis memiliki keunggulan karena latar belakang ilmunya yang multidisipliner—menggabungkan ilmu pertanian, ekonomi, dan manajemen. Hal ini membuat formasi yang bisa dilamar cukup beragam. Beberapa instansi yang rutin membuka lowongan untuk lulusan Agribisnis antara lain:
1. Kementerian Pertanian (Kementan)
Ini adalah “rumah” utama bagi lulusan Agribisnis. Formasi yang sering dibuka meliputi Analis Pasar Hasil Pertanian, Penyuluh Pertanian, hingga Pengawas Mutu Hasil Pertanian. Peran lulusan Agribisnis sangat vital dalam merumuskan kebijakan distribusi pangan dan pengembangan ekonomi petani.
2. Kementerian Perdagangan (Kemendag)
Sebagai ahli dalam tata niaga pertanian, lulusan Agribisnis dibutuhkan untuk mengisi posisi analis perdagangan, terutama yang berkaitan dengan ekspor-impor komoditas pangan dan stabilisasi harga bahan pokok di pasar nasional.
3. Pemerintah Daerah (Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan)
Di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, lulusan Agribisnis berperan sebagai penggerak ekonomi lokal. Mereka bertugas membina kelompok tani, mengelola program bantuan modal, hingga mengawasi rantai pasok pangan di daerah masing-masing.
4. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
Lulusan Agribisnis sangat relevan untuk posisi penggerak swadaya masyarakat di pedesaan, membantu desa-desa mengoptimalkan potensi BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) yang berbasis pertanian.
Tantangan dan Persiapan Menuju Kursi PNS
Meskipun peluangnya besar, persaingan menjadi PNS tentu tidak mudah. Dibutuhkan lebih dari sekadar ijazah untuk bisa lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Di sinilah peran institusi pendidikan seperti Universitas Ma’soem menjadi sangat krusial.
Untuk menjadi PNS yang kompeten, seorang lulusan Agribisnis harus menguasai:
- Wawasan Kebangsaan dan Integritas: Hal ini sejalan dengan pilar karakter di Universitas Ma’soem.
- Kemampuan Analisis Data: Untuk memetakan potensi pasar dan produksi pangan.
- Pemahaman Regulasi: Mengerti hukum dan kebijakan agraria di Indonesia.
Mengapa Memilih Agribisnis di Universitas Ma’soem?
Universitas Ma’soem memahami bahwa setiap mahasiswa memiliki cita-cita yang berbeda, termasuk menjadi aparatur sipil negara. Oleh karena itu, kurikulum Agribisnis di Universitas Ma’soem dirancang agar adaptif dan komprehensif.
1. Kurikulum yang Sesuai Standar Nasional
Materi kuliah yang diajarkan mencakup manajemen agribisnis, ekonomi manajerial, hingga kebijakan pertanian. Ilmu-ilmu ini merupakan materi utama yang sering diujikan dalam Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS formasi pertanian.
2. Pembentukan Karakter “Cageur, Bageur, Pinter”
Pemerintah saat ini mencari ASN yang memiliki core values BerAKHLAK. Filosofi Universitas Ma’soem—Cageur (Sehat), Bageur (Berakhlak Baik), dan Pinter (Cerdas)—sangat sinkron dengan profil PNS ideal. Lulusan Ma’soem dibentuk untuk menjadi pribadi yang jujur dan berintegritas, modal utama untuk melayani publik tanpa praktik korupsi.
3. Fasilitas Laboratorium dan Praktik Lapangan
Untuk menjawab soal-soal teknis saat tes CPNS, pengalaman lapangan sangat dibutuhkan. Universitas Ma’soem memberikan akses praktik yang membuat mahasiswa memahami realita pertanian secara nyata, sehingga mereka tidak hanya hafal teori, tetapi paham implementasi kebijakan di lapangan.
4. Fokus pada Kewirausahaan (Sebagai Cadangan Karier)
Sembari menunggu pembukaan CPNS yang tidak ada setiap hari, lulusan Universitas Ma’soem sudah dibekali mental wirausaha. Artinya, mereka tetap bisa produktif dan berpenghasilan dengan membangun bisnis agribisnis sendiri, bahkan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.
Jadi, apakah lulusan Agribisnis bisa menjadi PNS? Jawabannya adalah Iya, peluangnya sangat luas dan terbuka lebar. Instansi pemerintah membutuhkan tenaga ahli yang paham cara mengelola potensi alam Indonesia menjadi kekuatan ekonomi nasional.
Bagi Anda yang bertekad menjadi PNS di sektor pertanian atau perdagangan, memilih Universitas Ma’soem sebagai tempat menimba ilmu adalah langkah strategis. Dengan kombinasi kecerdasan akademis (Pinter) dan karakter yang kuat (Bageur), Anda akan memiliki nilai lebih dibandingkan kandidat lainnya.
Agribisnis bukan hanya soal sawah dan ladang, tapi soal masa depan ketahanan pangan bangsa. Mari bergabung bersama Universitas Ma’soem, asah kemampuan Anda, dan bersiaplah menjadi bagian dari penggerak kemajuan Indonesia, baik sebagai PNS maupun sebagai pengusaha sukses!





