Manajemen bisnis Syariah bedanya apa dengan konvensional? Pertanyaan ini sering muncul di kalangan calon mahasiswa yang ingin terjun ke dunia bisnis dan manajemen. Di tengah berkembangnya ekonomi syariah di Indonesia, memahami perbedaan keduanya bukan hanya penting dari sisi akademik, tetapi juga menentukan arah karier di masa depan.
Secara umum, manajemen bisnis adalah ilmu yang mempelajari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan dalam sebuah organisasi. Namun, ketika berbicara tentang manajemen bisnis Syariah, terdapat prinsip dan nilai yang membedakannya secara mendasar dari sistem konvensional.
Perbedaan Prinsip Dasar
Perbedaan pertama terletak pada landasan nilai dan filosofi yang digunakan.
Pada manajemen bisnis konvensional, sistem yang diterapkan berfokus pada efisiensi, efektivitas, dan maksimalisasi keuntungan. Sementara itu, manajemen bisnis Syariah menggabungkan tujuan profit dengan prinsip syariah yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis.
Beberapa prinsip utama dalam manajemen bisnis Syariah meliputi:
- Larangan riba dalam setiap transaksi.
- Menghindari gharar atau ketidakjelasan dalam akad.
- Tidak mengandung unsur maisir atau spekulasi berlebihan.
- Mengedepankan keadilan dan transparansi.
- Menjalankan bisnis sebagai bagian dari ibadah.
Dengan prinsip ini, manajemen bisnis Syariah tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga keberkahan dan tanggung jawab moral.
Perbedaan Sistem Operasional
Manajemen bisnis konvensional cenderung fleksibel tanpa batasan agama. Selama legal secara hukum, suatu strategi dapat dijalankan. Sebaliknya, manajemen bisnis Syariah memiliki batasan yang jelas terkait halal dan haram.
Perbedaan operasional tersebut dapat dilihat dari:
- Sistem pembiayaan tanpa bunga.
- Skema bagi hasil dalam kerja sama usaha.
- Investasi hanya pada sektor yang halal.
- Pengelolaan keuangan yang sesuai prinsip syariah.
Hal ini menjadikan manajemen bisnis Syariah lebih selektif dalam memilih mitra, produk, dan strategi pemasaran.
Orientasi Tujuan Bisnis
Jika ditanya manajemen bisnis Syariah bedanya apa dengan konvensional dari sisi tujuan, jawabannya ada pada orientasi jangka panjang.
Bisnis konvensional biasanya berorientasi pada profit maksimal dan pertumbuhan aset. Sedangkan manajemen bisnis Syariah memiliki orientasi yang lebih luas, yaitu:
- Keuntungan yang halal dan berkelanjutan.
- Kesejahteraan karyawan dan mitra usaha.
- Kontribusi sosial melalui zakat dan sedekah.
- Pemberdayaan masyarakat sekitar.
Dengan pendekatan ini, bisnis tidak hanya menjadi alat ekonomi, tetapi juga sarana membangun keseimbangan sosial.
Mengapa Memilih Jurusan Manajemen Bisnis Syariah?
Bagi kamu yang ingin mendalami perbedaan ini secara akademis dan praktis, memilih jurusan yang tepat menjadi langkah penting. Salah satu kampus yang menghadirkan Program Studi Manajemen Bisnis Syariah adalah Universitas Ma’soem.
Di Universitas Ma’soem, mahasiswa tidak hanya belajar teori manajemen umum, tetapi juga mendapatkan pemahaman mendalam tentang:
- Manajemen keuangan syariah.
- Kewirausahaan berbasis syariah.
- Manajemen pemasaran halal.
- Manajemen sumber daya manusia perspektif Islam.
- Etika bisnis dan tata kelola syariah.
Kurikulum ini dirancang agar lulusan mampu bersaing di industri modern tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
Dukungan Ekosistem Nyata BPRS Al Ma’soem
Keunggulan lain dari Universitas Ma’soem adalah adanya ekosistem BPRS Al Ma’soem dengan 15 cabang yang aktif beroperasi. Kehadiran jaringan ini memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa.
Mahasiswa jurusan Manajemen Bisnis Syariah memiliki kesempatan untuk:
- Magang langsung di BPRS Al Ma’soem.
- Mempelajari sistem pembiayaan syariah secara praktik.
- Mengamati proses manajemen operasional lembaga keuangan syariah.
- Mendapatkan sertifikat magang sebagai bukti kompetensi.
Pengalaman ini menjadi nilai tambah yang signifikan ketika memasuki dunia kerja.
Prospek Karier Lulusan
Lulusan Manajemen Bisnis Syariah memiliki peluang karier yang luas, baik di sektor keuangan maupun non-keuangan. Beberapa posisi yang dapat ditempati antara lain:
- Manajer operasional perusahaan berbasis syariah.
- Konsultan bisnis halal.
- Analis pembiayaan di lembaga keuangan syariah.
- Wirausaha berbasis syariah.
- Staf manajemen di perusahaan nasional maupun multinasional.
Dengan pertumbuhan industri halal yang semakin pesat, kebutuhan akan tenaga profesional di bidang ini terus meningkat.
Pada akhirnya, manajemen bisnis Syariah bedanya apa dengan konvensional bukan sekadar soal istilah, tetapi menyangkut prinsip, sistem, dan tujuan yang dijalankan. Jika konvensional berfokus pada profit semata, maka manajemen bisnis Syariah mengintegrasikan keuntungan dengan nilai etika dan tanggung jawab sosial. Melalui pendidikan di Universitas Ma’soem dan dukungan ekosistem BPRS Al Ma’soem yang memiliki 15 cabang, mahasiswa mendapatkan bekal teori dan praktik untuk menjadi profesional bisnis yang kompeten sekaligus berintegritas.





