Di era digital saat ini, dunia perbankan tidak hanya membutuhkan kemampuan analisis keuangan, tetapi juga penguasaan teknologi informasi. Karena itu, topik perbankan Syariah dan sertifikasi Oracle semakin menarik perhatian calon mahasiswa yang ingin memiliki daya saing tinggi di industri keuangan modern.
Perbankan syariah kini bergerak ke arah digitalisasi sistem, mulai dari core banking, pengolahan data nasabah, hingga analisis risiko berbasis teknologi. Maka, lulusan yang memahami sistem keuangan syariah sekaligus memiliki sertifikasi teknologi seperti Oracle akan memiliki nilai tambah signifikan di pasar kerja.
Salah satu perguruan tinggi yang mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan ini adalah Universitas Ma’soem melalui jurusan Perbankan Syariah yang dirancang adaptif terhadap perkembangan industri.
Perbankan Syariah di Era Digital
Industri perbankan, termasuk perbankan syariah, saat ini tidak lepas dari sistem database dan pengolahan data dalam jumlah besar. Setiap transaksi, pembiayaan, hingga laporan keuangan tersimpan dalam sistem yang terintegrasi.
Mahasiswa Perbankan Syariah mempelajari berbagai kompetensi penting, seperti:
- Manajemen keuangan syariah
- Analisis laporan keuangan
- Manajemen risiko pembiayaan
- Hukum dan regulasi perbankan
- Sistem operasional bank syariah
Namun di era transformasi digital, pemahaman sistem teknologi informasi menjadi nilai tambah yang sangat penting.
Mengapa Sertifikasi Oracle Relevan?
Sertifikasi Oracle identik dengan kemampuan pengelolaan database dan sistem informasi. Dalam dunia perbankan, database menjadi fondasi utama operasional.
Beberapa alasan mengapa sertifikasi ini relevan untuk mahasiswa Perbankan Syariah antara lain:
Pengelolaan Data Nasabah
Bank mengelola ribuan hingga jutaan data transaksi. Sistem database yang kuat sangat dibutuhkan untuk keamanan dan efisiensi.
Analisis Risiko Berbasis Data
Pengambilan keputusan pembiayaan kini didukung oleh sistem analitik yang terintegrasi.
Digitalisasi Layanan Keuangan
Internet banking, mobile banking, dan sistem pembiayaan digital bergantung pada teknologi database yang stabil.
Dengan kombinasi pemahaman keuangan syariah dan kemampuan teknologi, lulusan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih luas.
Dukungan Ekosistem Industri yang Nyata
Keunggulan kuliah di Universitas Ma’soem tidak hanya pada kurikulum, tetapi juga pada dukungan ekosistem industri melalui BPRS Al Ma’soem yang memiliki 15 cabang.
Mahasiswa jurusan Perbankan Syariah memiliki kesempatan untuk:
- Magang langsung di 15 cabang BPRS
- Memahami sistem operasional perbankan secara nyata
- Mempelajari manajemen pembiayaan dan risiko
- Mendapatkan sertifikat magang resmi
Pengalaman magang ini membuat mahasiswa memahami bagaimana sistem database dan operasional bank berjalan dalam praktik. Jika dikombinasikan dengan sertifikasi Oracle, mahasiswa tidak hanya memahami proses bisnis, tetapi juga sistem teknologinya.
Kombinasi Ilmu Keuangan dan Teknologi
Perbankan Syariah dan sertifikasi Oracle menjadi kombinasi strategis karena industri kini mencari profesional yang memiliki dua kompetensi sekaligus, yaitu:
- Pemahaman prinsip keuangan dan akad syariah
- Kemampuan mengelola sistem informasi dan database
Lulusan dengan kombinasi ini berpeluang bekerja sebagai:
- Analis sistem perbankan
- Staf IT di lembaga keuangan syariah
- Data analyst di bank syariah
- Profesional manajemen risiko berbasis teknologi
- Konsultan sistem keuangan digital
Kemampuan teknologi tidak menggantikan ilmu perbankan, tetapi memperkuatnya.
Peluang Karier yang Lebih Luas
Dengan menguasai perbankan syariah dan sertifikasi Oracle, peluang kerja tidak hanya terbatas pada bank syariah. Lulusan juga dapat bekerja di:
- Lembaga keuangan konvensional
- Perusahaan fintech
- BUMN sektor keuangan
- Perusahaan teknologi yang bergerak di bidang sistem keuangan
Di era digital, integrasi antara finance dan technology menjadi kebutuhan utama. Oleh karena itu, mahasiswa yang mampu memadukan keduanya akan memiliki posisi tawar yang lebih tinggi.
Siap Menjadi Profesional Keuangan Digital?
Topik perbankan Syariah dan sertifikasi Oracle bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan industri modern. Dunia perbankan bergerak menuju sistem digital yang semakin kompleks dan membutuhkan tenaga profesional yang tidak hanya memahami akad dan regulasi, tetapi juga teknologi di balik sistem tersebut.
Di Universitas Ma’soem, mahasiswa Perbankan Syariah mendapatkan fondasi ilmu keuangan berbasis nilai Islam sekaligus peluang praktik melalui 15 cabang BPRS Al Ma’soem yang menyediakan program magang bersertifikat. Dengan tambahan sertifikasi teknologi seperti Oracle, lulusan memiliki keunggulan kompetitif yang kuat.
Jika ingin berkarier di industri keuangan yang modern, adaptif, dan berbasis nilai, menggabungkan Perbankan Syariah dengan kompetensi teknologi adalah langkah strategis. Masa depan perbankan bukan hanya soal angka dan akad, tetapi juga soal sistem dan data.





