Kuliah Saja Nggak Cukup: Alasan Mahasiswa Teknik Harus Punya Relasi

Bagi mahasiswa teknik, entah itu yang sedang bergelut dengan logika coding di Teknik Informatika atau yang sedang pusing mengatur efisiensi sistem di Teknik Industri, ada satu kebenaran pahit yang harus diterima: nilai A di transkrip akademik itu penting, tapi bukan segalanya. Di dunia nyata, mesin tidak bekerja sendirian, dan kode program tidak akan berguna tanpa implementasi di lapangan. Di sinilah peran “relasi” menjadi penentu nasib kariermu ke depan.

Mengapa membangun jejaring sosial itu wajib hukumnya bagi anak teknik? Berikut adalah beberapa alasan kuatnya:

  1. Proyek Teknik Adalah Kerja Tim

Di dunia profesional, tidak ada aplikasi hebat yang dibuat oleh satu orang sendirian, dan tidak ada pabrik yang bisa berjalan optimal hanya karena satu manajer. Mahasiswa Teknik Informatika butuh orang Teknik Industri untuk memahami alur kerja produksi sebelum membuat sistem automasinya. Relasi yang kamu bangun sejak di bangku kuliah, terutama di lingkungan kampus seperti Universitas Ma’soem, akan menjadi modal awal untuk belajar cara berkolaborasi lintas disiplin ilmu.

  1. Informasi Lowongan yang “Tersembunyi”

Kamu mungkin kaget mengetahui bahwa banyak posisi mentereng di perusahaan teknologi atau manufaktur besar justru tidak dipublikasikan secara luas di situs pencari kerja. Posisi-posisi ini seringkali diisi melalui rekomendasi internal atau informasi dari mulut ke mulut antar alumni. Jika kamu hanya mendekam di kamar atau lab tanpa pernah bersosialisasi, kamu akan melewatkan peluang emas ini.

  1. Update Tren Industri yang Cepat

Dunia teknik bergerak sangat cepat. Apa yang kamu pelajari di semester dua bisa jadi sudah usang saat kamu lulus. Dengan memiliki relasi dengan kakak tingkat yang sudah bekerja atau praktisi di luar sana, kamu bisa mendapatkan bocoran tentang skill apa yang sebenarnya sedang dicari perusahaan saat ini. Di Universitas Ma’soem, interaksi antara mahasiswa dan alumni seringkali menjadi jembatan informasi yang sangat berharga untuk memperkecil celah antara teori kampus dan praktik lapangan.

Membangun relasi bukan berarti kamu harus menjadi orang yang sangat ekstrovert. Kamu bisa memulainya dengan aktif di himpunan mahasiswa, mengikuti seminar teknis, atau sekadar berdiskusi dengan dosen setelah kelas usai.

Intinya, jangan biarkan waktumu habis hanya untuk mengejar angka di atas kertas. Luangkan waktu untuk mengenal orang-orang di sekitarmu, pahami karakter mereka, dan bangun kepercayaan. Karena pada akhirnya, saat kamu terjun ke dunia kerja nanti, koneksi yang kuat akan membantumu melangkah lebih jauh daripada sekadar ijazah yang tersimpan di dalam map. Menjadi teknokrat yang cerdas itu hebat, tapi menjadi teknokrat yang terkoneksi itu jauh lebih mematikan di persaingan kerja.