Dalam dunia teknik yang identik dengan hitungan kaku dan logika dingin, ada satu elemen kemanusiaan yang sering kali menjadi pembeda utama dalam kesuksesan karier: karakter. Bagi mahasiswa di fakultas teknik, kompetensi teknis dalam teknik informatika atau teknik industri memang wajib dikuasai. Namun, keahlian tersebut akan jauh lebih bermakna jika dibarengi dengan sikap bageur sebuah nilai kearifan lokal yang mencerminkan kebaikan hati, kesantunan, dan kepedulian terhadap sesama.
Organisasi sebagai Laboratorium Karakter
Karakter bageur tidak tumbuh hanya dari membaca buku teks, melainkan ditempa melalui interaksi nyata dalam organisasi kemahasiswaan. Di sinilah mahasiswa belajar bahwa menjadi pintar saja tidak cukup. Seorang aktivis organisasi teknik belajar untuk mendengarkan pendapat orang lain, menghargai perbedaan, dan membantu rekan sejawat yang mengalami kesulitan dalam memahami praktikum yang rumit.
Di lingkungan Universitas Ma’soem, nilai-nilai keislaman dan tata krama dijunjung tinggi untuk membentuk lulusan yang berakhlakul karimah. Mahasiswa didorong untuk aktif berorganisasi agar mereka terbiasa bekerja dalam tim dengan semangat gotong royong. Karakter bageur ini tercermin saat seorang mahasiswa teknik informatika dengan tulus membantu temannya melakukan debugging kode, atau saat mahasiswa teknik industri berbagi strategi optimasi sistem tanpa rasa pelit ilmu.
Sinergi Etika dan Profesionalisme
Dalam dunia kerja profesional, karakter bageur adalah aset yang sangat dicari oleh perusahaan. Rekruter tidak hanya melihat indeks prestasi, tetapi juga bagaimana seseorang berperilaku dalam lingkungan kerja.
Kepemimpinan yang Melayani: Seorang pemimpin yang bageur akan mengayomi bawahannya, bukan sekadar memerintah.
Kolaborasi Lintas Disiplin: Kemudahan dalam berkomunikasi antara tim TI dan tim industri sering kali ditentukan oleh keramahan dan sikap saling menghargai.
Integritas Teknik: Kejujuran dalam melaporkan data hasil praktikum atau proyek manufaktur adalah perwujudan dari karakter yang baik.
Mahasiswa yang aktif berorganisasi biasanya lebih peka terhadap dinamika sosial di sekitarnya. Mereka paham bahwa setiap inovasi teknologi yang diciptakan harus memiliki dampak positif bagi masyarakat luas, bukan sekadar untuk mengejar profit semata.
Menghadapi Tekanan dengan Kepala Dingin
Dunia teknik penuh dengan tekanan, mulai dari tenggat waktu proyek hingga bug sistem yang sulit ditemukan. Di sinilah karakter bageur diuji. Mahasiswa yang terbiasa berorganisasi akan cenderung lebih tenang dan tetap menjaga kesantunan meskipun berada di bawah tekanan tinggi. Mereka tidak mudah menyalahkan orang lain saat terjadi kegagalan, melainkan fokus pada solusi bersama dengan cara yang tetap menghargai martabat rekan kerja.
Membangun karakter bageur melalui organisasi adalah investasi terbaik bagi setiap mahasiswa teknik untuk menjadi profesional yang utuh. Kecanggihan teknologi informasi dan efisiensi industri akan mencapai puncaknya jika dikelola oleh tangan-tangan yang memiliki integritas dan kebaikan budi pekerti. Dengan menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan kehalusan budi, lulusan teknik akan melangkah mantap menuju masa depan yang penuh berkah dan manfaat bagi sesama.





