Mengapa Perusahaan Farmasi Juga Membutuhkan Lulusan Jurusan Teknologi Pangan?

Banyak orang mengira bahwa lulusan Jurusan Teknologi Pangan hanya bisa bekerja di industri mie instan atau minuman kemasan. Padahal, industri farmasi saat ini menjadi salah satu sektor yang banyak merekrut tenaga ahli dari latar belakang ini. Meskipun produk akhirnya berbeda, prinsip dasar pengolahan dan standar kualitas yang dipelajari sangat relevan dengan dunia farmasi.

Di Universitas Ma’soem, mahasiswa dibekali kemampuan teknis yang fleksibel sehingga mereka kompeten untuk mengisi posisi strategis di perusahaan kesehatan. Berikut adalah alasan utama mengapa industri farmasi membutuhkan keahlian mereka:


1. Pengembangan Nutrasetika dan Suplemen

Batas antara makanan dan obat kini semakin tipis dengan populernya nutrasetika—produk pangan yang dikemas dalam bentuk kapsul atau tablet untuk manfaat kesehatan.

  • Ekstraksi Zat Aktif: Lulusan Jurusan Teknologi Pangan ahli dalam mengambil senyawa bermanfaat dari bahan alami, seperti antioksidan dari kulit manggis atau protein dari kacang-kacangan, untuk dijadikan suplemen.
  • Formulasi Produk: Mereka paham bagaimana menjaga agar zat aktif tersebut tidak rusak selama proses produksi, sehingga manfaat kesehatannya tetap terjaga sampai ke tangan konsumen.

2. Keahlian dalam Teknologi Enkapsulasi

Banyak vitamin dan obat memerlukan teknik enkapsulasi, yaitu proses membungkus zat aktif agar tidak mudah teroksidasi oleh udara atau rusak oleh asam lambung.

  • Stabilitas Zat: Mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan sudah terbiasa melakukan uji stabilitas terhadap suhu dan cahaya. Keahlian ini sangat krusial di industri farmasi untuk memastikan masa simpan obat atau vitamin tetap akurat.

3. Standar Higiene dan Sanitasi yang Ketat

Industri farmasi bekerja dengan standar CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), yang secara prinsip memiliki akar yang sama dengan GMP (Good Manufacturing Practices) dalam ilmu pangan.

  • Kontrol Mikroba: Lulusan Jurusan Teknologi Pangan sangat terlatih dalam menjaga sterilitas ruang produksi dan mencegah kontaminasi silang. Kedisiplinan ini membuat mereka sangat cocok bekerja di area produksi farmasi yang menuntut kebersihan tingkat tinggi.

4. Produksi Pangan Medis Khusus

Banyak perusahaan farmasi memproduksi pangan khusus untuk kebutuhan medis, seperti susu untuk pasien gagal ginjal, formula untuk bayi prematur, atau asupan nutrisi pasca-operasi.

  • Presisi Nutrisi: Lulusan Jurusan Teknologi Pangan memiliki kemampuan untuk menghitung komposisi gizi secara sangat detail. Mereka memastikan produk medis tersebut memiliki nilai gizi yang tepat namun tetap stabil secara fisik (tidak menggumpal atau berubah rasa).

Fleksibilitas ilmu yang dipelajari di Jurusan Teknologi Pangan membuat lulusannya memiliki prospek karier yang sangat luas, melampaui industri makanan biasa. Di Universitas Ma’soem, kurikulum yang disusun memastikan mahasiswa siap bersaing baik di industri manufaktur pangan maupun di sektor farmasi yang prestisius.