Membaca Tabel Informasi Nilai Gizi: Skill Dasar yang Wajib Dikuasai Calon QC

Bagi masyarakat umum, tabel Informasi Nilai Gizi (ING) mungkin hanya deretan angka yang membingungkan. Namun, bagi seorang calon Quality Control (QC) di industri pangan, tabel ini adalah “akta kelahiran” sebuah produk. Kesalahan satu digit saja dalam penulisan nutrisi bisa berujung pada penarikan produk dari pasar atau sanksi dari BPOM.

Di Jurusan Teknologi Pangan Universitas Ma’soem, mahasiswa dilatih untuk tidak sekadar membaca angka, tetapi memahami logika di balik setiap komponen nutrisi tersebut.


1. Memahami Takaran Saji (Serving Size)

Langkah pertama yang harus dikuasai QC adalah memahami bahwa angka nutrisi yang tertera bukan untuk satu kemasan penuh, melainkan per takaran saji.

  • Logika QC: Jika satu bungkus keripik beratnya 100 gram, tapi takaran sajinya adalah 25 gram, maka dalam satu bungkus terdapat 4 kali sajian.
  • Pentingnya Presisi: QC harus memastikan bahwa klaim kalori sesuai dengan takaran saji tersebut agar konsumen tidak terkecoh dengan jumlah kalori yang dikonsumsi.

2. Akurasi Kalori dan Makronutrien

Seorang QC wajib memverifikasi hasil uji laboratorium (analisis proksimat) dengan angka yang dicetak pada kemasan.

  • Perhitungan Energi: Mahasiswa belajar rumus dasar bahwa protein dan karbohidrat menyumbang $4 \text{ kkal/gram}$, sedangkan lemak menyumbang $9 \text{ kkal/gram}$.
  • Konsistensi Data: Jika hasil lab menunjukkan kadar lemak tinggi tetapi angka kalori di label rendah, QC harus segera melakukan audit ulang sebelum kemasan dicetak massal.

3. Persentase AKG (% Angka Kecukupan Gizi)

Angka ini menunjukkan seberapa besar kontribusi nutrisi dalam satu sajian terhadap kebutuhan gizi harian rata-rata manusia (biasanya berbasis diet $2150 \text{ kkal}$).

  • Analisis Kritis: QC harus memastikan penulisan % AKG sudah sesuai dengan standar terbaru pemerintah.
  • Klaim Nutrisi: Untuk mencantumkan klaim seperti “Tinggi Vitamin C”, produk tersebut harus memenuhi ambang batas minimal % AKG tertentu (biasanya minimal $20\%$ dari AKG per sajian).

4. Pengawasan Zat Gizi yang Wajib Dicantumkan

BPOM mewajibkan beberapa zat gizi muncul di tabel, seperti:

  • Energi Total, Lemak Total, Lemak Jenuh, Protein, Karbohidrat Total, Gula, dan Garam (Natrium).
  • QC bertugas memastikan tidak ada zat wajib yang terlewat, serta memastikan urutan penulisannya sesuai dengan format resmi regulasi agar lolos audit kelayakan edar.

Kemampuan membaca dan menyusun tabel Informasi Nilai Gizi adalah bukti ketelitian seorang lulusan Teknologi Pangan. Ini bukan soal matematika semata, melainkan soal tanggung jawab terhadap kesehatan publik. Di Universitas Ma’soem, skill ini diasah agar calon QC siap menjaga integritas perusahaan sekaligus melindungi hak konsumen untuk mendapatkan informasi nutrisi yang jujur.