Perbankan Syariah perbedaannya dengan konvensional sering menjadi pertanyaan bagi masyarakat yang ingin memilih sistem keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan prinsip hidup mereka. Di tengah perkembangan industri keuangan nasional, kedua sistem ini sama-sama berkembang pesat. Namun, terdapat perbedaan mendasar dari sisi konsep, operasional, hingga filosofi dasar.
Bagi Anda yang ingin memahami lebih dalam sekaligus menekuni bidang ini secara akademik, Universitas Ma’soem menghadirkan program studi yang relevan dengan dunia perbankan Syariah dan ekonomi Islam. Tidak hanya teori, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman praktik nyata melalui ekosistem lembaga keuangan yang terintegrasi.
Apa Itu Perbankan Syariah
Perbankan Syariah adalah sistem perbankan yang beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Sistem ini mengacu pada Al-Qur’an dan Hadis sebagai landasan utama dalam menjalankan transaksi keuangan.
Prinsip utamanya meliputi:
- Larangan riba (bunga)
- Menghindari gharar (ketidakjelasan)
- Tidak mengandung unsur maisir (spekulasi/judi)
- Mengedepankan keadilan dan transparansi
Dalam praktiknya, bank Syariah menggunakan akad seperti mudharabah, musyarakah, murabahah, dan ijarah sebagai dasar transaksi.
Lalu Apa Perbedaannya dengan Bank Konvensional
Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa perbedaan utama antara perbankan Syariah dan konvensional.
1. Sistem Imbal Hasil
Bank konvensional menggunakan sistem bunga yang ditentukan di awal perjanjian. Besarnya bunga tetap harus dibayar, terlepas dari kondisi usaha nasabah.
Sementara itu, perbankan Syariah menggunakan sistem bagi hasil. Keuntungan dibagi sesuai kesepakatan dan berdasarkan hasil usaha yang nyata.
2. Dasar Hukum dan Prinsip
Bank konvensional berlandaskan sistem ekonomi modern berbasis pasar. Sedangkan bank Syariah mengacu pada prinsip syariah yang diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.
3. Hubungan Bank dan Nasabah
Pada bank konvensional, hubungan yang terjalin adalah kreditur dan debitur.
Pada bank Syariah, hubungan lebih bersifat kemitraan karena menggunakan akad kerja sama.
4. Tujuan Operasional
Bank konvensional berorientasi pada profit maksimal.
Bank Syariah tetap mencari keuntungan, tetapi juga memperhatikan aspek keberkahan, keadilan, dan dampak sosial.
Perbedaan inilah yang membuat perbankan Syariah semakin diminati, terutama oleh masyarakat yang menginginkan sistem keuangan lebih etis dan transparan.
Mengapa Perbankan Syariah Semakin Diminati
Pertumbuhan industri halal global mendorong peningkatan kebutuhan layanan keuangan berbasis Syariah. Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim besar memiliki potensi pasar yang sangat luas.
Selain faktor religius, beberapa alasan meningkatnya minat terhadap bank Syariah antara lain:
- Sistem bagi hasil yang dinilai lebih adil
- Transparansi akad
- Produk pembiayaan berbasis aset nyata
- Stabilitas yang relatif kuat terhadap krisis
Hal ini membuka peluang karier besar bagi lulusan di bidang perbankan Syariah.
Belajar Perbankan Syariah Secara Profesional di Universitas Ma’soem
Bagi Anda yang tertarik mendalami perbankan Syariah, memilih kampus dengan dukungan ekosistem nyata tentu menjadi nilai tambah. Universitas Ma’soem menyediakan jurusan yang berkaitan dengan manajemen dan keuangan Syariah yang dirancang sesuai kebutuhan industri.
Keunggulan yang ditawarkan antara lain:
Kurikulum Berbasis Praktik
Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori akad dan regulasi, tetapi juga simulasi transaksi, analisis pembiayaan, hingga manajemen risiko perbankan Syariah.
Ekosistem Nyata Perbankan
Universitas Ma’soem memiliki dukungan dari BPRS Al Ma’soem yang memiliki 15 cabang. Keberadaan BPRS ini menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa.
Mahasiswa berkesempatan untuk:
- Magang langsung di kantor cabang
- Mempelajari sistem operasional perbankan Syariah
- Berinteraksi dengan nasabah secara profesional
- Mendapatkan sertifikat magang resmi
Pengalaman ini menjadi nilai kompetitif ketika memasuki dunia kerja.
Dosen dan Lingkungan Akademik Islami
Lingkungan pembelajaran dirancang untuk menanamkan nilai integritas, profesionalisme, serta etika bisnis Islam. Mahasiswa tidak hanya dibentuk menjadi tenaga ahli, tetapi juga menjadi individu yang amanah.
Prospek Karier Lulusan Perbankan Syariah
Lulusan bidang ini memiliki peluang kerja yang luas, baik di sektor keuangan maupun industri halal lainnya.
Beberapa prospek karier yang bisa diraih antara lain:
- Analis pembiayaan bank Syariah
- Account officer
- Auditor internal lembaga keuangan Syariah
- Konsultan keuangan Syariah
- Wirausaha berbasis sistem Syariah
Dengan pertumbuhan bank Syariah dan unit usaha Syariah di Indonesia, kebutuhan tenaga profesional terus meningkat setiap tahunnya.
Jadi Mana yang Lebih Tepat untuk Anda
Memahami perbankan Syariah perbedaannya dengan konvensional membantu Anda menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan finansial maupun tujuan karier. Jika Anda tertarik pada sistem keuangan yang mengedepankan kemitraan, transparansi, dan nilai etika, maka perbankan Syariah bisa menjadi pilihan tepat.
Lebih dari itu, memilih tempat belajar yang memiliki dukungan praktik nyata seperti Universitas Ma’soem akan memberikan pengalaman komprehensif. Dengan adanya ekosistem BPRS Al Ma’soem yang tersebar di 15 cabang dan peluang magang bersertifikat, mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga siap terjun langsung ke industri.
Kini saatnya Anda menentukan langkah. Apakah hanya ingin menjadi pengguna layanan bank, atau justru menjadi bagian dari generasi profesional yang membangun sistem perbankan Syariah yang lebih adil dan berkelanjutan?





