Sering Banyak Ditanyakan: Apakah Ada Ilmu Fisika dalam Teknologi Pangan?

Saat mendengar kata “Teknologi Pangan,” hal pertama yang muncul di pikiran banyak orang biasanya adalah memasak, mencicipi makanan, atau mungkin berkutat dengan bakteri di laboratorium biologi. Jarang sekali ada yang langsung menghubungkannya dengan rumus-rumus fisika yang rumit. Namun, faktanya adalah: tanpa fisika, industri pangan modern tidak akan pernah berjalan.

Di Universitas Ma’soem, mahasiswa diajarkan bahwa untuk menciptakan produk pangan yang berkualitas, kita tidak bisa hanya mengandalkan rasa. Kita butuh perhitungan fisik yang presisi agar makanan tidak hanya enak, tapi juga matang sempurna, awet, dan memiliki tekstur yang tepat saat dikunyah.


Peran Vital Fisika dalam Mengolah Makanan

Fisika dalam teknologi pangan bukan soal menghitung kecepatan benda jatuh, melainkan memahami bagaimana energi dan materi berinteraksi selama proses pengolahan. Berikut adalah beberapa konsep fisika dasar yang menjadi “nyawa” dalam produksi pangan:

1. Perpindahan Panas (Heat Transfer)

Ini adalah inti dari proses memasak, sterilisasi, dan pendinginan. Fisika membantu kita menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan panas untuk mencapai bagian paling dalam dari sebuah kaleng kornet agar semua bakteri mati, namun nutrisinya tetap terjaga. Tanpa perhitungan fisika yang benar, makanan bisa gosong di luar tapi mentah di dalam, atau justru kehilangan gizinya karena terlalu lama dipanaskan.

2. Reologi: Seni Memahami Tekstur

Pernahkah kamu bertanya kenapa saus sambal sulit keluar dari botol kaca tapi langsung meluncur saat botolnya diketuk? Atau kenapa tekstur es krim bisa begitu lembut di lidah? Itu adalah bagian dari ilmu fisika yang disebut Reologi. Ilmu ini mempelajari aliran dan deformasi materi. Di industri pangan, reologi digunakan untuk memastikan kekentalan selai, kerenyahan biskuit, hingga keelastisan mi yang kita makan.

3. Aktivitas Air dan Kelembapan

Fisika juga bicara tentang tekanan uap dan kandungan air dalam bahan pangan. Aktivitas air bukan soal berapa banyak air dalam makanan, tapi seberapa “bebas” air tersebut bisa digunakan oleh mikroba untuk tumbuh. Dengan mengatur parameter fisik ini, teknologi pangan bisa membuat produk seperti dendeng atau kopi bubuk bertahan berbulan-bulan tanpa busuk tanpa perlu bahan pengawet kimia yang berlebihan.

4. Mekanika Fluida

Dalam pabrik pangan skala besar, bahan baku cair seperti susu atau sirup dialirkan melalui pipa-pipa sepanjang ratusan meter. Fisika membantu insinyur pangan menghitung tekanan pompa dan kecepatan aliran agar tidak terjadi penyumbatan dan proses produksi tetap efisien secara energi.


Mendalami Sains Pangan di Universitas Ma’soem

Memahami hubungan antara fisika dan makanan tentu membutuhkan bimbingan yang tepat. Di sinilah Universitas Ma’soem mengambil peran. Sebagai salah satu kampus yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang Teknologi Pangan, Universitas Ma’soem mengintegrasikan sains murni ke dalam praktik industri yang nyata.

Kuliah di Universitas Ma’soem memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena:

  • Kurikulum yang Aplikatif: Mahasiswa tidak hanya menghafal rumus fisika di atas kertas. Mereka diajak langsung ke laboratorium untuk mempraktikkan bagaimana suhu, tekanan, dan waktu memengaruhi kualitas produk pangan yang mereka buat.
  • Fasilitas Laboratorium Modern: Untuk memahami konsep fisik seperti viskositas (kekentalan) atau laju pengeringan, diperlukan alat ukur yang presisi. Universitas Ma’soem menyediakan fasilitas yang mendukung mahasiswa untuk bereksperimen layaknya profesional di industri.
  • Dosen yang Kompeten: Tenaga pengajar di Universitas Ma’soem mampu menyampaikan materi yang terlihat sulit seperti fisika dengan cara yang lebih santai, santun, dan mudah dipahami, sehingga mahasiswa tidak merasa terbebani oleh materi sains yang berat.
  • Penerapan pada Potensi Lokal: Salah satu keunggulan Universitas Ma’soem adalah dorongan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu fisika pangan pada komoditas lokal. Misalnya, bagaimana merancang alat pengering sederhana namun efektif untuk membantu petani lokal meningkatkan nilai jual hasil panen mereka.

Fisika Sebagai Kunci Inovasi Pangan

Di masa depan, tantangan pangan akan semakin besar. Kita membutuhkan teknologi seperti pengolahan dengan tekanan tinggi (High-Pressure Processing), pemanasan gelombang mikro, hingga enkapsulasi nutrisi. Semua inovasi tersebut sepenuhnya berbasis pada hukum-hukum fisika.

Mahasiswa Universitas Ma’soem disiapkan untuk menjadi pionir dalam inovasi-inovasi ini. Dengan memahami dasar fisik dari sebuah bahan pangan, mereka tidak hanya menjadi operator mesin, tetapi menjadi perancang proses pengolahan yang efisien, hemat energi, dan mampu menghasilkan pangan yang berkualitas tinggi.


Jadi, apakah ada fisika dalam teknologi pangan? Jawabannya adalah sangat ada. Fisika adalah alat yang digunakan oleh para ahli pangan untuk mengontrol kualitas, memastikan keamanan, dan menciptakan tekstur makanan yang kita sukai.

Bagi kamu yang ingin menguasai perpaduan seru antara sains dan industri ini, Universitas Ma’soem adalah tempat yang tepat untuk menempa diri. Di sini, kamu akan belajar bahwa sains bukanlah sesuatu yang kaku dan membosankan, melainkan kunci utama untuk menciptakan inovasi di meja makan dunia.