Dalam ekosistem fakultas teknik, sering kali muncul persepsi keliru bahwa setiap jurusan berjalan di jalurnya masing-masing tanpa memerlukan intervensi pihak lain. Namun, di era industri modern, persaingan antar-disiplin ilmu sudah tidak lagi relevan. Paradigma baru yang kini berkembang adalah kolaborasi, khususnya antara jurusan teknik informatika dan teknik industri. Sinergi keduanya bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama dalam menghadapi kompleksitas dunia kerja.
Menyatukan Logika Digital dan Efisiensi Sistem
Teknik informatika berfokus pada pengembangan perangkat lunak, algoritma, dan arsitektur data. Di sisi lain, teknik industri berfokus pada optimasi sistem, manajemen rantai pasok, dan efisiensi operasional. Ketika kedua bidang ini bertemu, terciptalah solusi cerdas seperti Smart Manufacturing atau Enterprise Resource Planning (ERP).
Tanpa pemahaman sistem dari anak industri, aplikasi yang dibuat anak TI mungkin canggih namun tidak aplikatif secara bisnis. Sebaliknya, tanpa sentuhan digital dari anak TI, metode efisiensi yang dirancang anak industri akan terasa kuno dan lambat. Di Universitas Masoem, semangat kolaborasi ini terus dipupuk agar mahasiswa memahami bahwa keberhasilan sebuah proyek besar bergantung pada seberapa baik kedua disiplin ilmu ini berkomunikasi.
Membangun Relasi Sejak di Bangku Kuliah
Relasi yang kuat antara mahasiswa TI dan industri memberikan keuntungan kompetitif yang nyata. Beberapa manfaat dari kolaborasi ini antara lain:
Pertukaran Wawasan: Mahasiswa industri belajar memahami batasan dan potensi teknologi, sementara mahasiswa TI belajar memahami kebutuhan pengguna dan alur bisnis.
Proyek Terintegrasi: Mengerjakan tugas akhir atau proyek praktikum lintas jurusan mensimulasikan lingkungan kerja profesional yang sebenarnya.
Networking Luas: Membangun relasi lintas jurusan membuka peluang karier yang lebih beragam, di mana lulusan bisa saling merekomendasikan di dunia kerja nantinya.
Menghadapi Industri 4.0 dan Society 5.0
Dunia kerja saat ini mencari individu yang mampu bekerja dalam tim multidisiplin. Perusahaan besar tidak lagi mencari orang yang hanya jago di satu bidang secara terisolasi. Mereka mencari “jembatan” orang-orang yang bisa menghubungkan teknologi dengan strategi organisasi. Dengan memperkuat relasi antara teknik informatika dan teknik industri, mahasiswa sedang menyiapkan diri untuk menjadi pemimpin yang adaptif terhadap perubahan teknologi yang masif.
Kolaborasi mengalahkan kompetisi dalam segala aspek kemajuan teknis. Ketika mahasiswa teknik informatika dan teknik industri mampu menyelaraskan langkah, mereka tidak hanya menyelesaikan tugas kuliah dengan lebih mudah, tetapi juga menciptakan inovasi yang memiliki nilai guna tinggi. Membangun relasi ini sejak di kampus adalah investasi terbaik untuk mencetak profesional yang siap membawa perubahan nyata bagi industri di masa depan.





