Pernahkah Anda membalik kemasan biskuit atau minuman ringan dan memperhatikan tabel bertajuk “Informasi Nilai Gizi”? Di sana tertulis angka-angka spesifik seperti 150 kkal, 5 gram lemak, hingga 20 gram karbohidrat. Bagi orang awam, angka ini mungkin terlihat seperti estimasi belaka. Namun, bagi seorang ahli teknologi pangan, angka tersebut adalah hasil dari perhitungan sains yang sangat presisi.
Di Universitas Ma’soem, mahasiswa Teknologi Pangan diajarkan bahwa label nutrisi bukan sekadar formalitas untuk memenuhi aturan BPOM. Ia adalah janji produsen kepada konsumen mengenai kesehatan. Mari kita bedah bagaimana cara para ahli pangan menentukan angka kalori tersebut secara akurat.
Bagaimana Kalori Dihitung?
Kalori pada dasarnya adalah satuan energi. Dalam ilmu pangan, ada dua metode utama yang digunakan untuk menentukan nilai energi dalam sebuah produk:
1. Metode Bomb Calorimeter (Analisis Langsung)
Metode ini adalah cara paling “klasik” namun sangat akurat. Sampel makanan dikeringkan, kemudian dibakar di dalam alat yang disebut Bomb Calorimeter yang dikelilingi oleh air. Energi yang dilepaskan oleh makanan saat terbakar akan memanaskan air di sekitarnya. Dengan mengukur kenaikan suhu air tersebut, ahli pangan dapat menghitung total energi (kalori) yang terkandung dalam makanan.
2. Sistem Atwater (Analisis Komposisi)
Inilah metode yang paling sering dipraktikkan mahasiswa di laboratorium Universitas Ma’soem. Alih-alih membakar makanan, ahli pangan membedah kandungan makronutriennya terlebih dahulu melalui uji kimia. Kalori dihitung berdasarkan total berat masing-masing komponen dikalikan dengan faktor konversi standar:
Mengapa Ketelitian Itu Penting?
Ahli pangan tidak boleh sembarangan. Kesalahan perhitungan kalori bisa berakibat fatal, terutama bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang dalam pengawasan medis ketat. Selain itu, transparansi informasi nilai gizi adalah syarat mutlak untuk mendapatkan izin edar resmi.
Mahasiswa Teknologi Pangan dilatih untuk memahami variabel lain, seperti serat pangan yang kalori-nya lebih rendah dari karbohidrat biasa, atau pemanis buatan yang hampir nol kalori namun tetap memberikan rasa manis.
Mengasah Keahlian Analisis di Universitas Ma’soem
Menjadi seorang ahli pangan yang mampu menyusun label nutrisi secara akurat membutuhkan ketelitian laboratorium yang tinggi. Universitas Ma’soem (Masoem University) menyadari betul pentingnya kompetensi teknis ini. Terletak di kawasan Jatinangor-Sumedang, universitas ini menawarkan lingkungan belajar yang sangat representatif bagi calon ilmuwan pangan.
Laboratorium Kimia Pangan yang Lengkap
Di Universitas Ma’soem, mahasiswa tidak hanya berkutat dengan buku. Mereka terjun langsung ke laboratorium untuk mempraktikkan analisis proksimat prosedur standar untuk menentukan kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat dalam makanan. Fasilitas ini memungkinkan mahasiswa untuk terbiasa menggunakan alat-alat analisis sebelum mereka benar-benar bekerja di industri manufaktur besar.
Kurikulum yang Melek Regulasi
Selain teknis menghitung, Universitas Ma’soem juga membekali mahasiswanya dengan pemahaman regulasi label pangan dari BPOM. Mahasiswa diajarkan cara menyusun Nutrition Facts yang sesuai standar, termasuk cara menghitung persentase AKG (Angka Kecukupan Gizi) agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar edukatif.
Membentuk Karakter
Sesuai dengan nilai luhur Ma’soem, kejujuran adalah hal utama. Seorang ahli pangan harus memiliki karakter Bageur (berperilaku baik/jujur). Label nutrisi yang jujur adalah bentuk integritas seorang profesional dalam melindungi konsumen dari informasi yang menyesatkan. Sementara itu, karakter Pinter (cerdas) diwujudkan melalui penguasaan sains yang mendalam agar hasil analisis selalu akurat.
Label nutrisi adalah hasil kolaborasi antara sains, hukum, dan etika. Di balik angka-angka tersebut, ada kerja keras ahli teknologi pangan yang memastikan kesehatan kita terjaga. Dengan mempelajari teknologi pangan, Anda belajar bagaimana mengendalikan kualitas apa yang masuk ke dalam tubuh manusia.
Jika Anda tertarik menjadi bagian dari profesional yang menjaga transparansi nutrisi bangsa, Universitas Ma’soem adalah gerbang yang tepat. Dengan fasilitas modern, bimbingan dosen yang ahli, dan lingkungan kampus yang islami serta disiplin, Anda akan siap menjadi ahli pangan masa depan yang dipercaya industri.





