Perbankan Syariah terus berkembang pesat di Indonesia. Namun, sebelum menjadi sistem keuangan alternatif yang kuat seperti sekarang, ada sejarah panjang yang melatarbelakangi lahirnya perbankan berbasis prinsip Islam ini. Memahami perbankan Syariah dan sejarah perbankan Syariah menjadi penting, terutama bagi generasi muda yang ingin berkarier di industri keuangan berbasis nilai.
Sejarah tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi juga fondasi dalam membangun masa depan industri. Melalui pemahaman sejarah, mahasiswa dapat melihat bagaimana konsep keuangan Islam berkembang dan beradaptasi dengan tantangan zaman.
Awal Mula Sejarah Perbankan Syariah di Dunia
Sejarah perbankan Syariah berakar dari prinsip muamalah dalam Islam yang telah ada sejak masa Rasulullah SAW. Konsep seperti bagi hasil (mudharabah), kerja sama (musyarakah), dan titipan (wadiah) sudah dipraktikkan dalam aktivitas perdagangan masyarakat Muslim.
Namun, institusi bank Syariah modern baru muncul pada abad ke-20. Eksperimen perbankan tanpa bunga mulai berkembang di beberapa negara Timur Tengah sebagai respons terhadap sistem perbankan konvensional yang berbasis riba. Dari sinilah lahir model bank yang beroperasi berdasarkan prinsip Syariah, dengan sistem bagi hasil sebagai pengganti bunga.
Perkembangan ini kemudian meluas ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sejarah Perbankan Syariah di Indonesia
Di Indonesia, gagasan pendirian bank Syariah mulai menguat pada akhir 1980-an. Bank Syariah pertama resmi berdiri pada awal 1990-an dan menjadi tonggak penting perkembangan industri keuangan Syariah nasional.
Seiring waktu, regulasi semakin mendukung pertumbuhan perbankan Syariah. Pemerintah dan otoritas keuangan memberikan landasan hukum yang jelas, sehingga bank Syariah dapat berkembang secara sehat dan kompetitif.
Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan perbankan Syariah di Indonesia antara lain:
- Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap ekonomi Islam
- Dukungan regulasi dan kebijakan pemerintah
- Inovasi produk pembiayaan dan tabungan Syariah
- Integrasi teknologi digital dalam layanan perbankan
Kini, perbankan Syariah tidak lagi dipandang sebagai alternatif, melainkan sebagai bagian penting dari sistem keuangan nasional.
Mengapa Memahami Sejarah Itu Penting
Memahami sejarah perbankan Syariah bukan sekadar mengetahui tahun berdiri atau tokoh pelopor. Lebih dari itu, sejarah memberikan gambaran tentang:
- Evolusi sistem keuangan berbasis Syariah
- Tantangan yang pernah dihadapi industri
- Strategi adaptasi terhadap perubahan ekonomi global
- Peluang pengembangan di masa depan
Bagi mahasiswa jurusan Perbankan Syariah, pemahaman sejarah menjadi dasar dalam merancang inovasi yang tetap berpegang pada prinsip Islam.
Peran Pendidikan dalam Mencetak SDM Perbankan Syariah
Untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang, pendidikan tinggi memiliki peran strategis. Salah satu institusi yang fokus mencetak lulusan kompeten di bidang ini adalah Universitas Ma’soem.
Universitas Ma’soem menghadirkan jurusan Perbankan Syariah yang dirancang tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga praktik nyata di lapangan. Mahasiswa mempelajari sejarah perbankan Syariah sebagai fondasi, lalu mengembangkannya dalam konteks modern seperti digital banking dan manajemen risiko.
Kurikulum yang diterapkan mencakup:
- Sejarah dan perkembangan perbankan Syariah
- Prinsip akad dan fiqh muamalah
- Manajemen pembiayaan Syariah
- Akuntansi dan audit Syariah
- Inovasi layanan keuangan berbasis teknologi
Dengan pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami masa lalu, tetapi juga siap menghadapi tantangan industri masa depan.
Ekosistem Nyata melalui BPRS Al Ma’soem
Keunggulan lain dari Universitas Ma’soem adalah adanya dukungan ekosistem perbankan yang nyata melalui BPRS Al Ma’soem yang memiliki 15 cabang.
Keberadaan BPRS ini memberikan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia industri. Mereka dapat mengikuti program magang di berbagai cabang dan memahami operasional bank Syariah secara langsung.
Beberapa manfaat yang diperoleh mahasiswa antara lain:
- Pengalaman kerja nyata di lingkungan perbankan Syariah
- Pemahaman praktik pembiayaan dan pelayanan nasabah
- Peningkatan keterampilan profesional
- Sertifikat magang resmi yang menunjang karier
Sinergi antara kampus dan industri ini menjadi nilai tambah yang signifikan dalam membangun kompetensi lulusan.
Prospek Karier Lulusan Perbankan Syariah
Dengan pertumbuhan industri yang stabil, prospek karier lulusan Perbankan Syariah sangat terbuka. Mereka dapat berkarier sebagai:
- Account Officer pembiayaan
- Analis keuangan Syariah
- Staf operasional bank Syariah
- Auditor kepatuhan Syariah
- Konsultan keuangan berbasis Syariah
Selain bekerja di lembaga keuangan, lulusan juga memiliki peluang menjadi wirausahawan di sektor ekonomi Syariah yang terus berkembang.
Memahami perbankan Syariah dan sejarah perbankan Syariah memberikan perspektif menyeluruh tentang bagaimana sistem ini tumbuh dan beradaptasi. Dengan dukungan pendidikan yang tepat seperti di Universitas Ma’soem serta ekosistem BPRS Al Ma’soem yang memiliki 15 cabang, mahasiswa mendapatkan kombinasi ilmu dan pengalaman praktik yang kuat.
Di tengah dinamika ekonomi modern, perbankan Syariah hadir sebagai sistem yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menegakkan nilai keadilan dan keberkahan. Bagi generasi muda yang ingin berkontribusi dalam industri keuangan berbasis prinsip Islam, memahami sejarah adalah langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah.





