Perkembangan dunia startup yang begitu cepat sering membuat calon mahasiswa berpikir ulang soal pilihan jurusan. Banyak yang bertanya, Manajemen Bisnis Syariah: korelasinya dengan kerja di startup apakah relevan? Apakah jurusan ini hanya cocok untuk bank Syariah dan lembaga keuangan, atau justru punya peluang besar di perusahaan rintisan berbasis teknologi?
Pertanyaan ini penting karena tren karier generasi muda kini tidak lagi terbatas pada perusahaan konvensional. Startup, fintech, dan bisnis digital menjadi magnet baru di dunia kerja.
Manajemen Bisnis Syariah dan Dinamika Dunia Startup
Startup identik dengan inovasi, kecepatan, dan fleksibilitas. Namun di balik itu semua, ada fondasi penting yang tidak boleh diabaikan, yaitu manajemen bisnis dan pengelolaan keuangan yang sehat.
Dalam konteks ini, Manajemen Bisnis Syariah: korelasinya dengan kerja di startup apakah relevan? Jawabannya sangat relevan, terutama jika melihat kompetensi yang dipelajari selama kuliah.
Mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah mempelajari:
- Manajemen keuangan
- Analisis kelayakan usaha
- Manajemen risiko
- Strategi pemasaran
- Etika bisnis Islami
- Kewirausahaan berbasis Syariah
Semua kompetensi tersebut justru sangat dibutuhkan dalam membangun dan mengembangkan startup.
Kenapa Startup Membutuhkan Lulusan Manajemen Bisnis Syariah
Banyak startup gagal bukan karena idenya buruk, tetapi karena pengelolaan keuangan yang lemah. Di sinilah lulusan Manajemen Bisnis Syariah memiliki nilai tambah.
Beberapa peran yang bisa diisi antara lain:
- Financial planner startup
- Business development officer
- Risk analyst
- Compliance officer untuk fintech Syariah
- Strategist untuk ekspansi pasar halal
Selain itu, tren fintech Syariah dan bisnis halal digital terus berkembang. Hal ini membuka ruang besar bagi lulusan yang memahami prinsip Syariah sekaligus manajemen modern.
Pendidikan yang Menjawab Kebutuhan Industri
Agar benar-benar siap terjun ke startup, mahasiswa membutuhkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan industri. Universitas Ma’soem menawarkan program studi Manajemen Bisnis Syariah yang dirancang tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga praktik bisnis nyata.
Di Universitas Ma’soem, mahasiswa mendapatkan pembelajaran yang mencakup:
- Manajemen keuangan Syariah
- Akuntansi dan audit
- Kewirausahaan digital
- Strategi pemasaran berbasis teknologi
- Analisis pembiayaan dan investasi
Kurikulum ini memungkinkan mahasiswa memiliki fleksibilitas karier, baik di perbankan Syariah maupun di dunia startup.
Ekosistem BPRS Al Ma’soem Jadi Laboratorium Nyata
Keunggulan lain yang membuat mahasiswa lebih siap adalah adanya ekosistem BPRS Al Ma’soem dengan 15 cabang. Mahasiswa di Universitas Ma’soem memiliki kesempatan untuk magang langsung di BPRS dan mendapatkan sertifikat resmi.
Pengalaman magang ini memberikan manfaat seperti:
- Memahami operasional lembaga keuangan secara nyata
- Melatih analisis pembiayaan
- Mengasah kemampuan komunikasi dengan nasabah
- Belajar manajemen risiko secara langsung
Skill tersebut sangat relevan untuk startup, terutama yang bergerak di bidang keuangan dan bisnis digital.
Skill yang Menghubungkan Jurusan dan Startup
Jika ditelaah lebih dalam, ada beberapa keterampilan utama yang menjadi jembatan antara Manajemen Bisnis Syariah dan dunia startup:
- Kemampuan menyusun business plan
- Analisis cash flow dan proyeksi keuangan
- Manajemen tim dan kepemimpinan
- Pemahaman regulasi dan kepatuhan
- Adaptasi terhadap transformasi digital
Startup membutuhkan orang-orang yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan bisnis secara finansial dan etis.
Peluang Karier yang Semakin Luas
Lulusan Manajemen Bisnis Syariah tidak terbatas bekerja di bank. Mereka juga bisa berkarier sebagai:
- Staf keuangan startup
- Business analyst
- Konsultan bisnis halal
- Pengembang fintech Syariah
- Entrepreneur berbasis teknologi
Dengan pengalaman magang bersertifikat di BPRS Al Ma’soem, lulusan memiliki portofolio yang kuat saat melamar ke startup.
Relevan atau Tidak Jawabannya Ada pada Kompetensi
Kembali pada pertanyaan Manajemen Bisnis Syariah: korelasinya dengan kerja di startup apakah relevan? jawabannya sangat relevan, terutama di era ekonomi digital dan pertumbuhan industri halal.
Yang menentukan bukan sekadar nama jurusan, tetapi bagaimana mahasiswa memanfaatkan proses belajar. Dengan kurikulum aplikatif dan dukungan ekosistem nyata seperti BPRS Al Ma’soem yang memiliki 15 cabang, Universitas Ma’soem memberikan bekal kuat untuk memasuki dunia kerja modern.
Startup membutuhkan talenta yang paham bisnis, mampu mengelola risiko, dan memiliki integritas. Manajemen Bisnis Syariah justru menawarkan kombinasi tersebut. Jadi, jika kamu ingin fleksibel berkarier di bank maupun startup, jurusan ini tetap relevan dan strategis untuk masa depan.





