Bagi mahasiswa Fakultas Pertanian di Universitas Ma’soem, program magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah momen krusial untuk membuktikan bahwa teori yang dipelajari di kelas bukan sekadar teks mati. Di program studi Agribisnis, magang menjadi jembatan antara pemahaman teknis pertanian dan manajemen bisnis modern. Namun, sukses di tempat magang tidak hanya soal kepintaran akademik, melainkan kombinasi antara persiapan administrasi yang rapi, kualitas dokumen lamaran, hingga ketangguhan mental saat beradaptasi di lapangan.
Persiapan Administrasi: Standar Profesionalitas Mahasiswa
Sebelum terjun ke dunia kerja, ketertiban administrasi adalah cerminan awal karakter kerja Anda. Mahasiswa Universitas Ma’soem harus menunjukkan bahwa mereka adalah calon profesional yang tertib sejak tahap dokumen.
- Surat Pengantar Universitas: Segera ajukan permohonan surat pengantar resmi ke bagian fakultas. Pastikan tujuan surat tersebut spesifik, ditujukan kepada posisi yang tepat seperti Manajer HRD atau Kepala Divisi Operasional di perusahaan target.
- Transkrip Nilai: Siapkan salinan transkrip terbaru. Perusahaan agribisnis sering kali meninjau nilai mata kuliah inti seperti Ekonomi Pertanian, Manajemen Usaha Tani, atau Pemasaran Agribisnis sebagai indikator kompetensi dasar Anda.
- Proposal Magang: Untuk instansi besar atau perusahaan multinasional, sertakan proposal singkat yang menjelaskan apa yang ingin Anda pelajari dan apa yang bisa Anda kontribusikan. Ini menunjukkan Anda adalah mahasiswa yang terencana.
Menyusun CV Magang yang Menonjol
CV (Curriculum Vitae) adalah wajah profesional Anda. Agar dilirik oleh HRD di sektor agribisnis yang kompetitif, CV Anda harus mampu menunjukkan kemampuan manajerial dan analitis.
- Deskripsi Diri yang Lugas: Gunakan ringkasan 2-3 kalimat yang menggambarkan Anda sebagai mahasiswa Agribisnis Universitas Ma’soem yang memiliki minat khusus, misalnya pada rantai pasok atau digitalisasi pertanian.
- Gunakan Bahasa “Hasil” pada Pengalaman Praktikum: Jangan hanya menulis “Pernah praktikum lapangan”. Ubah menjadi: “Melakukan analisis kelayakan usaha tani komoditas hortikultura dan menyusun draf strategi pemasaran digital untuk kelompok tani lokal.”
- Tonjolkan Skill Teknis: Cantumkan kemampuan dalam pengolahan data menggunakan Microsoft Excel (seperti rumus VLOOKUP atau Pivot Table), SPSS, atau pemahaman mengenai analisis keuangan (NPV/IRR). Kemampuan mengelola data sangat dihargai di industri agribisnis saat ini.
Persiapan Mental Menghadapi Dunia Kerja
Beradaptasi dari jadwal kuliah yang fleksibel ke lingkungan kerja yang ketat memerlukan mentalitas yang tangguh. Sektor agribisnis memiliki karakteristik unik: Anda mungkin berada di kantor pada pagi hari dan harus meninjau lahan atau gudang di sore hari.
- Mentalitas “Siap Belajar”: Jangan merasa sudah tahu segalanya meski nilai akademik Anda tinggi. Jadilah proaktif, sering bertanya jika ragu, dan dengarkan arahan dari praktisi senior. Keinginan untuk belajar sering kali lebih dihargai daripada sekadar kepintaran teoritis.
- Tangguh Terhadap Kritik: Di dunia profesional, kritik diberikan untuk menjaga kualitas pekerjaan. Jika performa Anda dikoreksi, jangan masukkan ke dalam hati secara personal. Lihatlah itu sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas kerja Anda.
- Adaptasi Komunikasi: Mahasiswa Agribisnis harus mampu menempatkan diri. Gunakan bahasa formal saat berbicara dengan atasan di kantor, namun tetap rendah hati dan komunikatif saat berinteraksi dengan pekerja atau petani di lapangan.
Tips Cepat Adaptasi di Lingkungan Kerja Lapangan
Lingkungan lapangan sering kali memiliki ritme yang cepat dan aturan tidak tertulis. Berikut adalah cara agar Anda cepat membaur:
- Observasi Budaya Kerja: Perhatikan bagaimana cara tim berkomunikasi dan menyelesaikan masalah. Sebelum banyak memberi saran, pahami dulu mengapa sistem yang ada saat ini berjalan.
- Inisiatif Tanpa Menunggu Instruksi: Jika melihat ada pekerjaan yang sedang dilakukan dan Anda mampu membantu—seperti membantu pencatatan stok atau merapikan data inventaris—tawarkan bantuan Anda. Inisiatif adalah pembeda utama antara mahasiswa magang biasa dengan yang potensial untuk direkrut.
- Persiapan Fisik dan Atribut: Gunakan pakaian yang sesuai dengan kondisi lapangan dan perlengkapan keamanan (APD) jika diperlukan. Jangan mengeluh tentang cuaca; menunjukkan ketahanan fisik di lapangan akan membuat Anda lebih cepat dihormati oleh tim senior.
- Catat Segalanya: Selalu bawa buku catatan kecil. Informasi di lapangan sering kali mengalir cepat secara lisan. Mencatat istilah teknis baru atau instruksi mentor akan sangat membantu saat Anda menyusun laporan akhir nanti.
Bagi mahasiswa Agribisnis Universitas Ma’soem, magang adalah investasi masa depan. Persiapan yang matang dari sisi administrasi, CV yang menarik, hingga kesiapan mental dan fisik di lapangan akan memberikan kesan profesional yang kuat di mata perusahaan. Gunakan kesempatan ini tidak hanya untuk memenuhi SKS, tetapi untuk membangun jaringan dan membuktikan bahwa lulusan Ma’soem adalah tenaga kerja yang unggul dan siap pakai.





