Pernahkah kamu membayangkan berada di ruang interview perusahaan sekelas Toyota, Unilever, atau Samsung, dan hal pertama yang mereka pastikan adalah latar belakang pendidikanmu? Bagi mahasiswa Teknik Industri Universitas Ma’soem, pertanyaan ini bukan sekadar basa-basi. Di dunia manufaktur besar, lulusan Teknik Industri dianggap sebagai “jembatan” yang menghubungkan lantai produksi yang kaku dengan strategi bisnis yang dinamis.
Efisiensi: Bahasa Ibu Mahasiswa Teknik Industri
Alasan utama perusahaan manufaktur besar sangat mendewakan lulusan Teknik Industri adalah fokus mereka pada efisiensi. Jika insinyur mesin fokus pada cara kerja satu alat, maka mahasiswa Teknik Industri Universitas Ma’soem dilatih untuk melihat seluruh pabrik sebagai satu kesatuan sistem yang besar.
Perusahaan bertanya “Anak Teknik Industri ya?” karena mereka butuh seseorang yang bisa menjawab tantangan: “Bagaimana cara memproduksi lebih banyak sepatu dengan biaya lebih murah, tenaga kerja yang lebih sedikit, namun kualitas tetap nomor satu?” Kemampuan melakukan optimasi inilah yang menjadi nilai jual utama lulusan Universitas Ma’soem di mata HRD manufaktur global.
Multitalenta: Dari Ergonomi hingga Manajemen Biaya
Mahasiswa Teknik Industri di Universitas Ma’soem tidak hanya belajar rumus matematika. Kurikulumnya dirancang agar mahasiswa memahami berbagai aspek industri sekaligus. Saat interview, perusahaan mencari profil yang paham:
- Ergonomi: Bagaimana merancang meja kerja agar buruh tidak cepat lelah dan produktivitas meningkat.
- Pengendalian Kualitas (Quality Control): Bagaimana memastikan tidak ada barang cacat yang sampai ke tangan konsumen menggunakan metode statistik.
- Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain): Bagaimana mengatur kedatangan bahan baku agar tidak menumpuk di gudang namun tidak pernah kekurangan saat dibutuhkan.
Kemampuan “serba bisa” inilah yang membuat lulusan Universitas Ma’soem sangat fleksibel ditempatkan di bagian mana pun, mulai dari lantai produksi, bagian perencanaan (PPIC), hingga departemen logistik.
Mentalitas “Sistem” yang Terbentuk di Kampus
Di Universitas Ma’soem, mahasiswa Teknik Industri dididik untuk tidak hanya melihat masalah secara parsial. Isu keterlambatan pengiriman barang, misalnya, tidak hanya dilihat sebagai kesalahan sopir, tetapi dianalisis secara sistemik, apakah tata letak gudangnya salah? Atau jadwal produksinya yang tidak sinkron?
Mentalitas problem solving yang sistematis ini adalah alasan mengapa perusahaan manufaktur besar merasa lebih aman memberikan tanggung jawab besar kepada lulusan Teknik Industri. Mereka tahu bahwa anak Teknik Industri Universitas Ma’soem dibekali dengan alat analisis yang tajam untuk mengubah kekacauan menjadi keteraturan.
Menjadi anak Teknik Industri berarti menjadi otak di balik layar sebuah kesuksesan produksi. Jika kamu ingin memiliki karier yang strategis dan selalu dicari oleh industri besar, Fakultas Teknik Universitas Ma’soem adalah tempat yang tepat untuk menempa kemampuan tersebut.




